Dia tersenyum menatap langit mendung,
Tak hanya diam, bersenandung..
Dia tersenyum melihat rinai hujan yang turun
Tak hanya tersenyum, bersyukur
Terasa sejuk di hati yang kesal dan sesak;
Senyum syukur dan penuh harapan
Dia tersenyum menatap langit mendung,
Tak hanya diam, bersenandung..
Dia tersenyum melihat rinai hujan yang turun
Tak hanya tersenyum, bersyukur
Terasa sejuk di hati yang kesal dan sesak;
Senyum syukur dan penuh harapan
Posted by Pendar Bintang on December 4, 2010
http://pendarbintang.wordpress.com/2010/12/04/senyum/
rahmat
/ December 5, 2010saya suka dengan pemilihan kata dalam puisi ini. enak untuk dinikmati
fitr4y
/ December 5, 2010Siang dek, bersenandung ya? apaan senandung na? qu pengen tau dunk .. hehe
tomi
/ December 5, 2010tersenyumlah sebelum menjadi orang stress
banyak senyum bikin awet muda juga katanya
Fir'aun NgebLoG
/ December 5, 2010di sini malah hujannya lebih gede…
jadi ga bisa tersenyum tuch, coz kamarku ikut kena banjir :’( huks… huks… huks…
Mbah Jiwo
/ December 5, 2010malang duingin nih, hujan teyus…
Manado Site
/ December 5, 2010senyumlah dan jgn menangis hehhehhehee…..nice post ,,salam knl ya…
Nia
/ December 5, 2010. puisinya selalu bisa damaikan jiwa mbak … hahay …
sip …
Nia
/ December 7, 2010. baeg mbak,,, mav baru bisa berkunjung,,, huhuw … mbak hani gimana ?
krupukcair
/ December 5, 2010akhirnya, aku mau tersenyum
Asop
/ December 6, 2010……
*terbayang kekasih saya di depan saya*
*senyumnya sungguh menawan hati*
**lagi kangeeeen**
Monex Investigation
/ December 14, 2010Sekarang atas izin pemilik proyek Gombang kita akan mencoba untuk berkolaborasi di bidang yang non mafia bio matematika fisika kimia biologi kawan kawannya . hehe Btw pak Reindra masukin aja jadi artikel koloborasi kita yang ke-2 tuh.