Andai kau pergi…

Saya bahkan membayangkannya pun tak berani walau tahu hal itu pasti datang. Bukan hanya padanya tapi juga pada saya, itu hal pasti yang sudah ditentukan oleh Allah. Ajal, kita tidak ada yang tahu kapan datangnya.

Ya, saya sedang terhenyak sehabis membaca sebuah postingan seorang sahabat yang juga seprang Ibu yang sudah menjadi sahabat dekat juga buat saya tentang seorang Ibu. Meski saya juga tidak tahu jika suatu saat nanti saya yang akan dipanggil Allah duluan tapi saya terkadang sering ketakutan jika suatu saat Bunda meningglkan saya duluan, saya takut apakah saya bisa hidup tanpa beliau yang sudah menjadi motivasi dan semangat saya.

Hei, mati itu pasti! Meski saya tidak tahu siapakah yang bakal dipanggil duluan sama Allah saya sering mengatakan ke Bunda bahwa lebih baik saya yang dipanggil duluan sama Allah karena saya merasa nggak mampu meneruskan keceriaan saya tanpa beliau walaupun kami sering berjauhan, tapi entah kenapa saya hanya merasa kedekatan hati saya terhadap Bunda melebihi apapun. Sakitnya akan menjadi sakit saya, marahnya kana menjadi marah saya, ya walaupun untuk hal-hal tertentu saya memang masih suka menawar tapi saya sangat takut membuat beliau kecewa, sedih apalagi menyakitinya.

Saya tahu kalau berpikir demikian itu tak benar, saya tahu sebenarnya saya juga nggak se-naif itu kok saya mengerti ilmu agama walau tak banyak namun ini hanya ungkapan hati saya tentang rasa sayang saya terhadap Ibunda saya.

Hanya sebagai pengingat bagi diri saya saja, bahwasannya pengorbanan seorang Ibu untuk saya sudah sangat besar jadi tak selayaknyalah kita menyakiti hatinya. Kalaupun ada sahabat yang sedang memiliki masalah dengan Ibunda sahabat coba ingat-ingatlah tentang pengorbanan beliau, apa bisa kita melakukan hal yang sama sepertinya? Percayalah, apapun penyangkalan kita apa yang sudah dilakukan ibu kita jauh lebih banyak dan lebih berharga dari apapun di dunia ini dan apapun yang kita lakukan tidak akan mempu membalas jasanya yang telah mengantar kita ke dunia ini.

Ini postingan rindu pada Bunda :) Luv you full Bunda…

About these ads
Leave a comment

18 Comments

  1. mudah-mudahan Allah SWT selalu memberkahi Ibu-ibu kita semua ya mba…
    jika memang ada masalah, lebih baik sesegera mungkin diselesaikan..

    Reply
  2. Ibu memang selalu ada dihati dan gak bs digantikan..

    Reply
  3. hem jika berbicara tentang sosok bunda (kandung) saya merasa tak bisa bicara terlalu banyak mbak Han..

    Reply
  4. Aku juga tidak tahu apakan bisa menjalani hidup tanpa kehadiran beliau sementara aku ini orangnya sangat ketergantungan alias tidak mandiri. Kadang aku juga memiliki pikiran yg sama dgn kamu yaitu ingin duluan pergi menghadap Ilahi daripada beliau

    Reply
  5. semoga bundanya diberi kesehatan selalu ya kak~ :oops:
    jadi sesenggukan baca tulisannya~ :cry:

    Reply
  6. Love u juga bunda

    Reply
  7. Ely Meyer

     /  September 19, 2011

    beruntung sekali mereka2 yg masih punya ibu.

    ibuku sendiri meninggal saat aku baru berada di semster2 awal kuliahku, rasanya belum sempat byk membahagiakan beliau :(

    Reply
  8. kunjungan dan komentar balik gan
    sekalian tukaran link

    salam persahabatan

    Reply
  9. Bunda…..memang gak akn ada cukupnya kita bercerta tentng seorang Bunda kasih sayang luar biasa

    Reply
  10. Andrie

     /  November 15, 2011

    mendengar comenan rinduku pada seorang ibu menjadi ingin bertemu dengan beliau……..aku rindu dengan semua ya……..ibu andrie kangen……..

    Reply

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,610 other followers

%d bloggers like this: