Intuisi ata Kata hati?

Percaya dengan kata hati? Well, percaya and tidak ya…tapi kalau saat itu saya merasa diri saya dekat banget sama Tuhan (meski Tuhan selalu hidup di hati kita) saya akan mempercayainya karena kata hati itu berhubungan dengan rasa nyaman.

Saat saya bertindak sesuatu dan menuruti kata hati biasanya itu akan menimbulkan rasa nyaman, dan biasanya sih kalau “Chatter Box” di dalam diri saya mulai meributkan untuk sebuah keputusan yang saya ambil saya akan mulai perbanyak dzikir saja (dzikir gak harus saat sholat, kan?) karena untuk keputusan-keputusan besar “Pro” & “Kontra” itu selalu ada.

Saya sekarang mulai terbiasa tak suka meributkan sesuatu yang menguras pikiran, karena saya hanya akan focus pada hal-hal yang positive saja, focus pada penyelesaian suatu masalah. Saya tak ingin berfikir rumit, kalau hati saya bilang tidak ya sudah cuekin saja. Hidup ini kan sebuah pilihan, jadi kita sendiri yang berhak memilihnya bukan orang lain kalaupun mereka ada dalam sebagian pilihan itu tetap kita-lah yang menentukan pilihan.

Ini sebagian dari positive thinking, terkadang kita memang selalu memiliki cara-cara berbeda dengan orang lain untuk menyaring mana-mana yang terbaik untuk diri kita. Kata hati kita bisa saja salah saat kita hanya menuruti perasaan karena saja dan lagi perasaan kita bisa saja salah kala tak diikuti dengan sedikit logika. Benar sih kata seorang penulis buku itu, yang katanya intuisi dulu baru logika tapi kan gak bisa berdiri sendiri-sendiri.

Turuti kata hati dan tetap realistis.

About these ads
Leave a comment

8 Comments

  1. Saya juga belajar nih mbak Han, menghindari dan bersikap cuek untuk hal-hal yang enggak penting :)

    Logika berbicara tapi hatilah sebagai benteng terakhir kita dalam mengambil keputusan.. sebab nurut saya nih nurani itu tidak pernah berbohong

    Reply
  2. Setuju, kalo lagi bingung sama pilihan, ga usah pusing2, dengerin aja kata hati…

    Reply
  3. Itu bear sekali Mba dan saya setuju. Siapa yang akan mempersuit dirinya dalam mengatasi permaalahan, maka permasalahan tersebut akan mempersulit dirinya sendiri.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    Reply
  4. iyah benar, turuti kata hati dan tetap realistis

    Reply
  5. sip mba, saya ikut ah dari belakang…
    memikirkan hal-hal yang kurang penting tentunya hanya akan berakhir dengan kesia-siaan semata. masih banyak yang harus lebih diutamakan..

    Reply
  6. Kalau aku lebih gak pedulian dengan gak ngeh atas segala situasi han.. jadi ibarat kata org yg nyindir aku jarang banget aku merasa tersindir.. soalnya gak ngerti juga.. hahahaha

    Reply
  7. ikutan uncle lozz mau cuek aja sama yg gak penting diributkan :)

    Reply
  8. Sahabat pada blog kata mutiara hati ini saya menceritakan tentang perasaanku yang ditulis oleh seseorang, mungkin saja bisa diambil hikmahnya.

    Reply

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,612 other followers

%d bloggers like this: