Bukan menakut-nakuti apalagi mencoba memprovokasi, hanya saja di mana sepasang anak manusia yang sedang menjalin cinta namun dipisahkan oleh jarak jika tak pandai-pandai menjaga pun terus membangun cintanya lama-lama akan mengabur.
Hubungan jarak jauh atau lebih tenar disebut Long Distance Relationship ini akan berhasil jika kedua belah pihak bisa menjaga kepercayaan, pengertian dan menjalin komunikasi yang baik. Is that so? I don’t know…Saya sudah sering menjalani hubungan jarak jauh and honestly godaannya lebih besar daripada saat saya memiliki kekasih yang berada dalam satu kota dengan saya.
Godaan-godaan yang datang tak selalu datang dari orang ke-tiga namun karena adanya jarak dan komunikasi hanya terhubung lewat telepon terkadang sebuah diskusi enak bisa menjadi sebuah perang, kenapa demikian? karena tak ada kontak mata, tak ada bahasa tubuh yang dilihat.
Hubungan jarak jauh, sepertinya harus siap selalu dicemburuin dan kalau si dia tidak cemburu, perlu dipertanyakan begitu pula sebaliknya, kenapa demikian? Simple answer, kan kita gak tahu keseharian dia begitu pula dia tidak tahu keseharian kita. Jarang ketemu lagi, tapi menjadi pengecualian kalau kita jenis orang yang menghormati sebuah komitmen. Tapi, apalah arti sebuah komitmen menjadi sepasang kekasih kalau nyatanya hati tak bahagia dikarenakan cinta yang mulai hambar.
Sebenarnya inti dari artikel ini, adalah cuplikan dialog di bawah ini. Sebuah cuplikan dialog yang sengaja saya rekam dan ingin saya abadikan tapi tanpa ada maksud menakut-nakuti terlebih pada “kita jaga apa yang sudah kita miliki“.
Cowok : Yang…kangen ni…beneran kangen *pasang icon nangis* kapan kita bisa ketemu lagi ya…
Cewek : Blom tahu kapan, ya…. (jawaban yang keluar dari bibirnya) mungkin kita tidak akan pernah ketemu karena aku kana menikah dengan cowok lain (jawaban dalam hati kecilnya)
Sebenarnya sih mau long distance atau tidak intinya kalau kita sudah berkomitment dan berdua memiliki tujuan dari hubungan yang kita bina ya sudah, nanti pada akhirnya akan menciptakan rasa nyaman satu sama lain jadi nggak ada waktu deh buat ngelirik yang lain karena hubungan yang tujuannya gak jelas juga menjadikan hubungan itu tidak jelas, dan hanya membuat kita capek. IMO.
Hi hi hi , sorry kalau merasa ada yang tersindir and curcolnya terekam di sini….






giewahyudi
/ June 14, 2012Sebaiknya sih #IndonesiaTanpaLDR
Lidya
/ June 14, 2012aku gak mau menjalanihubungan LRD ah
Nh Her
/ June 14, 2012mmm …
Untuk satu … dua … enam bulan … saya rasa ok-ok saja
Namun lebih dari itu … mmmm ,,,,mmm …
saya rasa perlu di evaluasi kembali …
rasanya kok agak sulit …
Salam saya Hani
Nindy
/ June 18, 2012Setuju
Klo lebih dari 6 Bulan kayaknya nggak deh
klopun iyaa wajibnya dikunjungi paling lama 2 minggu sekali.hehehe
gandifauzi
/ June 15, 2012Ah ngapain takut mbak,,?? Yang ditakuti itu VLDR, Very Long Distance,
claudeckenni
/ June 15, 2012Baru aja nulis tentang LDR di blog. Kalo dari pengalaman gua pribadi sih, intinya selama kedua pihak masih mau terus berusaha, tidak ada yg tidak mungkin, hehehe
marsudiyanto
/ June 15, 2012Meskipun alat komunikasi sudah canggih, tapi LDR memang beresiko tinggi…
Bahkan gara2 komunikasi yg demikian gampang itu, yg jarak dekatpun bisa jadi merenggang…
(Apalagi yang LDR).
Komen saya ini juga bukan untuk nakut2i
niee
/ June 17, 2012untung aku gak pernah LDR deh.. dan gak mau juga.. hehehehe
Ely Meyer
/ June 17, 2012aku pernha mengalami nih Han, walau nggak lama
Kontraktor
/ June 19, 2012yang terpenting tuh dari LDR adalah komunikasi dan kepercayaan yang tinggi itu saja…
agar terciptanya hubungan yang harmonis..
rizarahmi
/ June 19, 2012teman saya ada yang udah nikah, LDR-an sampe 3 tahun. Setahun paling cuma 6 kali jumpa. Alhamdulillah tetap awet
sekarang udah satu tempat sih
Pendar Bintang
/ June 20, 2012Kembali lagi ke komitmen dan tujuannya berarti, Mbak