Bersua kembali dalam Do’a


Dini hari ini, aku melakukan hal lama yang sudah lama aku tinggalkan bersentuhan dengan sajadahku di sepertiga malam-Mu…

Dan, dini hari ini aku merasa telah banyak melewatkan banyak moment bercengkeramah dengan sahabat-sahabatku bintang yang berpendar ceria menghiasi birunya langit, menemani indahnya sang rembulan….

Dini hari ini aku bersua kembali dengan ketenangan hati seperti saat-saat aku memaduh kasih dengan-Mu….

Keyakinan demi keyakinan yang mulai terbangun dan do’a demi do’a yang mulai terjamah, subhanallah semua atas kehendak-Mu.

Atas kehendak-Mu pula biarkan aku menjadi berguna, atas kehendak-Mu pula berilah orang-orang terkasihku ketenangan hati seperti halnya yang aku miliki dan atas kehendak-Mu biarkan keselarasan mimpi-mimpi kami bersua dalam tajuk “Do’a”.

Wajah di cermin


Aku tertegun menatap raut wajah di cermin, dia tersenyum “ada apa?” tanyaku

Hatinya menjawab riang, dia sedang memikirkan pangeran hatinya…

Aku masih mencoba mencari-cari apa arti senyum di cermin itu…

Dia bilang “sst…anganku sedang bersama pangeran hatiku”

Semua orag memandang takjub dan ingin tahu, siapa pangeran wajah di cermin itu…

“Hm…kalau kau ingin tahu, belahlah dadaku dan di sana kau akan menemukan satu nama”

Satu nama, di setiap sisi dan sudut dinding hatiku….

Untuk pangeran dari pemilik wajah di cermin, semogakah engkau di sana senantiasa diberi kesehatan.

Wahai sang pemilik cinta, Engkau yang menganugerahi kami cinta, jaga dan lindungilah pangeranku di sana…
Limpahilah dia dengan kasih-Mu, penuhi harinya dengan tawa ceria dan kebahagiaan.

Sajak malam


Kamu manis sekali dalam setiap waktu aku memikirkanmu,

Segar aromamu masih bisa kurasakan melalui hembusan angin yang mencumbuku..

Kau indah sekali, seperti malam ini saat aku memikirkanmu…

Kau seperti obat yang dikirim-Nya untuk setiap lemahku…hanya dengan mengingat senyummu

Sungguh indah mencintaimu wahai pangeran hatiku….

Kidung malam


Malam ini terasa panjang dan tak berujung dan haripun serasa lambat merayap tak mau beranjak, tanpa deruh dan detak irama jantung yang melantunkan cinta….

Aku merangkak, merayap menerbangkan jiwaku bersama angin malam menabur kasih berharap kemegahan surya menyambut harimu dan kau dapat tersenyum riang wahai pujaan hatiku….

Cintaku karena Allah, maka dia tak bisa mengering tak dapat layu dan akan senantiasa tumbuh indah melambai mengucap “aku cinta padamu”

Doa & Kerinduan


Tataplah bintang malam ini, kau akan melihat aku di sana berkedip indah menyapamu
Jika tidak dapat kau melihat bintang, rasakan hembus dinginnya malam dia memelukmu
Bintang dan hembus dingin malam kukirim untuk menjagamu…

Kukirimkan harapanku lewat lantunan do’a khusyu agar kau di sana di jaga-Nya

Cintaku padamu..


Detak jantungku seperti berhenti di saat menyadari diri terjebak di sudut sepi …

Dan dalam sunyi dan gelap ini aku bercengkeramah mesrah dengan sang malam, kembali aku menjelajahi hari-hari yang telah usai…

Malam ini kubiarkan titik demi titik air membasahi setiap jemariku, kubiarkan dinginnya meresap kesetiap pori-pori kulitku agar mendinginkan hati yang sempat membara oleh cintaku padamu, bukan menghapus…

Irama rinai hujan menjadi temanku membangkitkan kembali cintaku padamu, cintaku karena Allah maka tak akan pernah terhapus dari hati ini…

Cinta ini adalah cinta yang akan selalu riang menari, maka tak akan membuatku larut dalam sedih karena aku mencintaimu atas ijin Allah…

Kubasuh basah wajahku dengan air wudlu dan membiarkan hatiku bersyukur atas cinta yang telah tumbuh indah di hatiku, tak ada penyesalan…

Mencintaimu membuatku bahagia hanya itu yang aku tahu…..

Tanya “Kenapa?”


Sering kita melontarkan tanya “kenpa?” sebagai contoh “ Ya Allah, kenapa begini?” atau “TYa Allah, kenapa begitu?” padahal jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Sudah seharusnya kita malu melontarkan pertanyaan itu karena Allah selalu memberikan kita yang terbaik, tak pernah ingkar janji dan subhanallah DIA juga maha pengasih.

Hanya sebagai alarm untuk diri sendiri saja, sebaiknya kita memang mengurangi pertanyaan “kenapa?” kepada Allah. Karena jawaban itu kita yang tahu. Kita mendapatkan masalah, kalau kita telusuri sebenarnya sumbernya juga dari kita sendiri.

Hanya meyakini satu hal, Allah sudah dan selalu memberikan yang terbaik yang seharusnya yang kita lakukan adalah bersyukur bukan banyak tanya.

Saya sebel lho kalau sering ditanya-tanya dengan pertanyaan sama, he he he. Karena Allah maha baik saja makanya Dia tak pernah sebel dengan kita, sebenarnya sadar atau tidak pertanyaan yang kita lontarkan itu intinya sama.

Have a pleasant day and Allah loves you ;)

Dia yang setiap saat ada untukku


Di saat aku menangis seduh sedan aku tahu saat itu aku membuang semua kesedihanku untuk kemudian aku gantikan dengan kebahagiaan…

Di saat seseorang menyakitiku, aku percaya bahwa pada saat itu akan datang seseorang yang memberikan kasih tulusnya padaku;bukan sekedar tawaran…
Dan Dialah yang sudah menyiapkannya untukku…

Di saat aku jatuh, aku percaya bahwasannya aku menciptakan tumpuhan untuk menggapai mimpiku nan tinggi..

Di saat aku menangis aku percaya, saat itu Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang baik untuk menyekahnya…

Di saat aku sedih aku tahu, bahwasannya itu hanya cara Tuhan membungkus kado indahnya untukku…

Di setiap saat aku percaya bahwasannya Tuhan tak pernah kemana. Dia ada bersamaku dengan rencana-rencana indah-Nya.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kebahagiaan, canda dan tawa, berkah-Mu di sepanjang hidupku sehingga aku mampu menjemput kebahagiaan sejatiku, tetap berada di jalan-Mu…

Jatuh cinta lagi….


Beberapa hari ini sering mendengar pertanyaan “Sedang jatuh cinta, ya kok bawaannya happy mulu” saya menjawabnya dengan cengiran tapi langsung tersenyum penuh arti.

Ada yang penasaran dengan arti senyuman saya “Beneran ya sedang jatuh cinta? atau bahagia karena apa ni? naik gaji?” itu pertanyaan orang yang penasaran.

Kan saya sudah bilang saya sedang belajar mencintai (kalau belum cinta ya harus mencintai kalau udah pernah mencintai ya jatuh cinta lagi) apapun yang saya lakukan, saya temui, saya alami, saya tekuni agar saya bisa terus belajar bersyukur dan bersyukur. Dan tentu saja, seperti yang lalu-lalu saya pernah tuliskan “bukan bahagia yang membuat kita bersyukur tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia”.

Bersyukur bukan berarti cepat puas, dalam artian kita menerima semuanya ini sebagai anugerah. Saya nggak mau membiarkan rasa sedih (walau sebenarnya saya juga punya masalah yang berat dan punya alasan yang kuat untuk menangis dan sedih) memonopoli diri saya.

Saya minta maaf kepada siapapun jika pernah menyakiti atau menyinggung perasaan sahabat (yang membaca ini), tak pernah ada niatan untuk menyakiti cuma terkadang saya lepas kontrol dan itu disebabkan beberapa hal, terkadang itu dikarenakan sebagai sebuah respond atas sebuah perbuatan.

Wish you lucky :)

Terima kasih


Indonesia sangat terkenal dengan masyarakatnya yang ramah dan orang-orang bule bilang “Indonesian people very nice” jadi gak kalahh rasanya seprti Sosis So Nice :oops:

Saya sebagai manusia pada umumnya dan sebagai sahabat dan keluarga pada khususnya pada kesempatan ini ingin sekali berterima kasih yang sebesar-besarnya pada ALLAH SWT yang telah memberikan saya kehidupan yang luar biasa ini.
(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,610 other followers

%d bloggers like this: