Saya mulai artikel saya ini dengan pertanyaan “Berapa trilliun yang kita butuhkan untuk sebuah balas budi?” Saya kira sekecil apapun sebuah bantuan ikhlas dari seseorang akan bernilai besar bagi mereka yang faham dengan sebuah nilai ketulusan jadi seberapa besar uang yang kita punya saya kira tidak bisa membayarnya selain dengan ketulusan itu sendiri.
(more…)
All posts in category Kasih Sayang
Berapa Trilliun Yang Kita Butuhkan Untuk Sebuah Balas Budi?
Posted by Pendar Bintang on May 8, 2013
http://pendarbintang.wordpress.com/2013/05/08/berapa-trilliun-yang-kita-butuhkan-untuk-sebuah-balas-budi/
Bukan Artikel Cinta
Cinta. Kata orang jika-lah tidak ada cinta pastilah tidak aka nada kehidupan karena kehidupan kita sendiri dimulai dari cinta. Jadi, kenapa haris saling membenci?
Ah, membenci, tentu saja tak akan disebut cinta jika kita tidak pernah merasakan benci. Karena puisi cinta pun tak akan harmony jika selalu bernada indah dan penuh pujian.
Semenjak arti cinta tak universal, kita akan cenderung membenci jika cinta itu sudah tak ada. Itulah kenapa Tuhan Maha Pengasih dan penuh dengan welas asih, Tuhan Maha Penyayang dan tak pernah pilih kasih.
Saya bukanlah seorang pecinta, karena hati saya sangat alot untuk mencinta namun saya mempunyai banyak space untuk menyayangi. Mencintai artinya berikrar tentang kesetiaan, maka dari itu bukan cinta jika kita membagi hati kita untuk orang lain.
Jangan muda katakana cinta jika kita tidak mampu memaknainya, jangan mengatakan cinta jika kita tak ada rasa takut kehilangan dan memilikinya karena cinta adalah possessiveness.
Hanya beberapa kalimat tentang cinta, bukan puisi atau essay tapi inilah cinta….jangan tak bisa ungkapkan cinta hanya karena takut kehilangan harga diri, karena cinta harus mampu melumpuhkan jarga diri dan ego. Ungkapkan cinta, tak harus dengan kata indah atau puitis tapi dengan sikap dan perlakuan. Karena cinta adalah bahasa tubuh tak sekedar sebuah kata “cinta” dari bibir kita.
Sudahkah sahabat menemukan cinta?
Posted by Pendar Bintang on December 23, 2012
http://pendarbintang.wordpress.com/2012/12/23/bukan-artikel-cinta/
Kado Buat Bunda
Tepat setahun lalu, lebih satu hari saya menuliskan sebuah artikel berjudul “Kado Buat Bunda”. Waktu berjalan sangat cepat, tidak terasa setahun sudah berlalu.
Setahun yang lalu, saya entah memberikan apa sebagai kado buat Bunda yang jelas kado itu pasti sesuatu yang Bunda inginkan. Alhamdulillah, meski tak banyak dan seberapa saya bisa memberikan sedikit demi sedikit apa yang selama ini Bunda inginkan meskipun sebenarnya beliau bisa membelinya sendiri.
Tahun ini, sama specialnya dengan tahun kemarin. Setiap tanggal 22 December menjadi hari special buat saya. Kesibukan memikirkan kado apa yang akan saya berikan ke Bunda selalu terjadi di awal December jadi di saat bertepatan harinya semua sudah saya bungkus rapih. Meskipun saya tak dapat pulang dan memberikannya sendiri saya sudah cukup senang karena saya bisa membuat 1 hari setiap tahunnya menjadi hari special buat Bunda.
Semoga tahun depan ananda dapat memberikanmu hadiah lebih besar dan berarti, Bunda. Semoga ananda mampu menjadi kebanggaanmu.
Posted by Pendar Bintang on December 22, 2012
http://pendarbintang.wordpress.com/2012/12/22/kado-buat-bunda-2/
Bunda, inspirasiku
Memenuhi undangan Kak Julie yang katanya blognya penuh cinta, tapi kalau di sini sih saya yang penuh cinta, ha ha ha
Di dalam kontesnya kali ini Kak Julie ngajakin kita untuk sharing tentang orang yang paling kita cintai.
Kalau ditanya tentang siapa orang yang saya cintai, spontan pikiran saya langsung tertuju pada Ibunda saya, terlalu sering saya menuliskan cerita tentang beliau, kehebatan beliau, ketangguhan beliau, tapi memang begitu adanya. Beliau adalah perempuan luar biasa!
Tanpa Ibunda saya, mana bisa saya bisa saya punya keberanian dan kepercayaan diri menyayangi saudara-saudara, sahabat-sahabat saya karena beliau yang menanamkan apa itu arti pentingnya kasih sayang, tanpa Bunda mana mungkin saya punya keberanian mencintai seorang pria untuk saya pilih menjadi pasangan hidup saya kelak, karena beliau mengajarkan kepada saya bahwasannya saya tak bisa hidup sendiri dan membutuhkan seorang pendamping hidup.
Bunda perempuan yang selalu penuh cinta dan disayangi semua orang karena kelembutan hatinya. Yang belum pernah lihat Bunda saya, ini dia fotonya, sudah lama sekali diambil pas nikahan sepupu saya. Bunda saya tak punya banyak foto karena beliau pemalu.
Yang ingin ikutan kontesnya Kak Julie, klik di sini ya.
Posted by Pendar Bintang on July 31, 2012
http://pendarbintang.wordpress.com/2012/07/31/bunda-inspirasiku/
Hangatkan Hubungan dengan Orang tua
Bukan rahasia lagi, komunikasi memang menjadi kunci sukses sebuah hubungan, bukan hanya hubungan teman, atau pacaran tapi juga antara “orang tua dan anak”
Saya berbicara bukan dari sisi orang tua karena saya juga bukan seorang orang tua, tapi saya akan berbicara dari sisi sebagai anak. Ya, sebagai anak pastilah saya berharap selalu dihujani kasih sayang oleh orang tua saya dengan apapun itu caranya. Dan saya di sini berbicara pun bukan karena saya tak memiliki hubungan baik dengan orang tua saya, karena sebaliknya orang tua saya adalah orang tua yang luar biasa, yang tak pernah tak ada saat kami anak-anaknya membutuhkan yang tak pernah malu mencium pipi kami ataupun membelai lembut rambut kami meskipun kami sudah bukan anak kecil lagi, bahkan jika saya diberi kesempatan hidup dua kali saya ingin menjadi anak mereka kembali dan ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan saya terdahulu.
(more…)
Posted by Pendar Bintang on April 8, 2012
http://pendarbintang.wordpress.com/2012/04/08/hangatkan-hubungan-dengan-orang-tua/
Surat Airin
Hari ini lagi-lagi aku menangis, aku melihat Tania yang buru-buru menelpon Mamanya hanya dengan alasan dia merasa Mamanya sedang memikirkan dia. Kenapa aku tak dapat demikian terhadap Mama? Bahkan saat Mama sakit pun aku tidak tahu karena aku tak pernah merasakan firasat apa-apa?
Aku menangis Ma…karena aku tak pernah bisa merasakan yang dirasakan Tania. Selama ini aku selalu iri dengan Tania yang selalu mendapatkan pelukan saat pulang, mendapat belaian saat dia menangis, dan selalu bilang rindu sama Mamanya sampai menangis. Kenapa aku tak pernah merasakan itu, Ma? aku bahkan tidak tahu apa yang aku rindukan dari Mama, karena bahkan aku lupa kapan terakhir Mama membelaiku.
(more…)
Posted by Pendar Bintang on April 6, 2012
http://pendarbintang.wordpress.com/2012/04/06/surat-airin/
Kado Buat Bunda
Hey….sudah tanggal berapa ni?? Udah tanggal 21 ya? Aaaahh, besok udah hari Ibu tapi saya belum beli kado buat Bunda
Tapi, tapi lagi saya jauh-jauh hari sudah mengintrogasi Bunda…ah…gak sopan sekali ya saya masa Ibundanya diintrogasi macam penjahat aja! Iya, Bunda itu macam penjahat yang baik hati dan telah mendedikasikan waktunya buat ngebesarin saya yang bandel dan keras kepala ini. Macam Robinhood gitu, tapi Bunda saya sih lebih keren dari Robin Hood…
Bener sih, nggak menunggu hari Ibu saya memberi hadiah tapi entah kenapa kalau pas hari ibu itu rasanya luain (lain maksudnya) banget, lebih berkesan. Hm…moment does make everything more valuable.
(more…)
Posted by Pendar Bintang on December 21, 2011
http://pendarbintang.wordpress.com/2011/12/21/kado-buat-bunda/
Kenapa Kita dan Orang tua sering berbeda pendapat?
Kenapa orang tua kita dan kita sering kali berada di persimpangan jalan yang berbeda?
Saya belum pernah menjadi orang tua, jadi saya akan mencoba berpendapat dari sisi seorang anak dan juga sahabat buat orang tua saya.
Dulu saat saya masih labil, saya selalu merasa orang tua saya nggak mau disalahin, nggak mau mengerti apa mau saya walaupun banyak hal yang saya minta udah mereka turutin tapi ego saya sebagai anak tetap menganggap bahwa mereka tak bisa mengerti saya.
(more…)
Posted by Pendar Bintang on December 5, 2011
http://pendarbintang.wordpress.com/2011/12/05/kenapa-kita-dan-orang-tua-sering-berbeda-pendapat/
Reuni
“Deg” rasa-rasanya ada sesuatu yg nyetrum saat melihat senyum itu, potongan rambut itu, penampilannya, gaya berjalannya, saya seperti pernah mengenali dia entah di mana dan entah siapa karena profesi saya sebagai seorang manajer project sangat memungkinkan bertemu banyak orang. Ya, karena tak mampu mengingat siapa dia akhirnya saya cuekin saja dan segera memasuki ruang meeting yg sudah disediakan oleh lembaga pemerintah ini meski saya rasa masih ada yang aneh karena saya rasa pria itu jg menatap saya dengan tatapan penasaran dan berusaha mengingat-ingat sesuatu. Tapi, masa bodoh-lah mungkin karena saya sudah menatapnya lumayan lama untuk sebuah sekedar lirikan makanya dia jadi jengah dan berusaha mengungkapkannya dengan menatap saya seperti itu, mungkin dia berpikir cewek ini gila pula menatapku kaya begitu.
Saya ayunkan langkah percaya diri saya seperti biasa, mengekor langkah boss yang juga turut serta dalam meeting kali ini. Perusahaan kami sudah biasa mengerjakan proyek pemerintah, namun untuk proyek pemerintah di daerah seperti ini dengan tempat wisata yang belum cukup ter-explore adalah pertama kalinya makanya saya yang mengajukan diri untuk presentasi karena saya takut boss saya dengan kemampuan bahasa Indonesia dengan nila D-(minus) itu malah bikin mereka gak pakai perusahaan kami, lantas kenapa boss saya ikut? Ya buat pemanis saja, hehehehe
(more…)
Posted by Pendar Bintang on November 20, 2011
http://pendarbintang.wordpress.com/2011/11/20/reuni/
Andai kau pergi…
Saya bahkan membayangkannya pun tak berani walau tahu hal itu pasti datang. Bukan hanya padanya tapi juga pada saya, itu hal pasti yang sudah ditentukan oleh Allah. Ajal, kita tidak ada yang tahu kapan datangnya.
Ya, saya sedang terhenyak sehabis membaca sebuah postingan seorang sahabat yang juga seprang Ibu yang sudah menjadi sahabat dekat juga buat saya tentang seorang Ibu. Meski saya juga tidak tahu jika suatu saat nanti saya yang akan dipanggil Allah duluan tapi saya terkadang sering ketakutan jika suatu saat Bunda meningglkan saya duluan, saya takut apakah saya bisa hidup tanpa beliau yang sudah menjadi motivasi dan semangat saya.
(more…)
Posted by Pendar Bintang on September 18, 2011
http://pendarbintang.wordpress.com/2011/09/18/andai-kau-pergi/







