Cewek Kampung…

Baru saja balik dari membeli cemilan di Toko Oka seberang kantor.

Pas mau menyeberang, aku melihat seorang gadis menggendong anak bayi usia 8 bulanan dengan pakaian yang sangat sederhana, rambutnya di kuncir kuda memakai sandal jepit, kulitnya coklat dan terlihat kurang terawat, bahkan mungkin tidak mengenal lotion. Temanku menyeletuk ” itu gambaran cewek kampung…”, aku langsung mengedip-ngedipkan mata ” kamu mengejekku ya, Mbak?” temanku tertawa ” Nggak, Hani..aku bilang dia..” begitu jawabnya ” iya, aku kan cewek kampung, Mbak” jawabku lagi santai. Temanku menjulurkan lidahnya, lalu kami ketawa.

Ingat perbincangan itu jadi ingat lagi, ada seorang cewek cantik yang pernah dengan tidak secara langsung mengataiku ” aku ini cuma cewek kampung yang jelek jadi tidak takut bersaing denganku ” he he he. Dia nggak pernah tahu betapa bangganya aku jadi cewek kampung.

Cewek kampung sepertiku ini (dan cewek-cewek kampung lainnya) lebih bisa memahami perasaan orang lain karena dibiasakan untuk berempathy dengan orang lain, lebih sabar dan gak terkesan ” too much ” karena terbiasa hidup di lingkungan yang sederhana.

Tak apalah menjadi cewek kampung, cewek kampung juga tidak tergilas jaman kan?

You go girl, cewek kampung!! 😉

Advertisements

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s