Malam yang Indah

Knee down and pray in the beautiful night

Semalam begitu indah,
Menatap pendarmu meski tak begitu terang,
Semalam begitu syahduh dan mesrah,
Bercengkrama denganmu walau tak lama..

Kau tak pernah tahu bagaimana rasaku, sesaat saja tanpamu
Dingin hatiku tanpa hangatmu
Gelap pandangku tanpa sinarmu
Sesaat tanpamu seperti kosong dan hariku kelabu

Semalam begitu indah,
Meski hanya sesaat ku menjumpaimu
Khusuk berbagi asa dan keluh kesa
Sesaat tanpamu begitu merana

Semalam begitu menenangkan jiwa,
Saat ku tumpahkan semua isi hatiku
Sesaat tanpamu memang membuatku rapuh,
Aku sadar kalau aku begitu merindukan melam-malam indah hanya bersamamu,

Advertisements

50 thoughts on “Malam yang Indah

  1. bahasa yg terlalu dalam, saya sampe ga bisa berkata-kata kecuali menulis hehehehe…
    biarkan malam selanjutnya akan indah dengan sendirinya meski tanpanya…

    salam, ^_^

    Tanpanya? Siapa? kalau DIA aku tak bisa, he he he

  2. memang malam yg indah..

    menikmati heningnya sambil menegak segelas anggur,
    lalu segelas lagi,
    dan segelas kembali..
    ku telanjangi waktu yg telah lewat dan sia-sia..

    ah,mungkin aku telah mabuk,
    mencoret-coret d selembar kertas,
    merangkai puisi yg tidaklah indah,
    hanya mampu menyentuh hati yg kesepian,
    hatiku..

    duduk diam menembus langit malam,
    membaca kembali sms lalu..
    “aku kecewa kpdmu,menjadi seorang yg telah menyerah akan keadaan”

    seperti itukah aku kini??
    ah,menjadi sia-sia pesan,cinta dan doa bunda,
    yg berharap aku belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh,
    yg ingin ku belajar dari tetes hujan yg jatuh di atas batu yang selalu kokoh bertumpu..

    separah itukah aku kini??
    menjadi sia-sia juga setiap tetes keringat ayah..
    yg kerap menelusuri jalan2 panas mencari sesuap nasi..

    mungkin aku memang telah lelah..

    masih adakah bahu untukku yg selalu kukenal hangat??
    karena sejenak ingin sandarkan letihku..
    dari jiwa yg menggelepar gelisah,
    mencari perlindungan,
    tenangku dalam pelukmu..

    ingin kembali menatap bibirmu yg bergerak-gerak lambat..
    menceritakan tentang indahnya impian,
    warnai kembali mimpiku,
    mimpi yg telah memudar..

    dalam remang cahaya malam,
    aku ijin untuk pejamkan mata sejenak,
    merasakan damainya saat ku tertidur..

    mengapa lyric lagu kita terdengar lirih saat ini?
    sesaat sebelum aku terpejam..
    “jangan letih mencintai,
    janganlah lelah menyayangi”

    selamat malam sayangku,
    memang malam yg indah..

    Cinta ini tak pernah memudar seperti halnya harapan-harapanmu,
    Hati ini juga tak pernah letih mencintaimu,
    tak pernah lelah menyayangimu,
    Tangan ini rindu untuk memelukmu,
    Hati ini lelah jua menagis sendirian, meski bisa…
    Semoga waktu yang kuberikan cukup membuatmu tersadar masihkah engkau membutuhkanku…

    Malam ini tak pernah indah saat mimpi-mimpi kita memudar

  3. malam akan selalu indah, ketika kita bisa bermesraan dengan DIA,
    ketika setiap insan lelap dlm tidur.
    DIA yang selalu menerima dgn tangan terbuka tiap apa yg kita keluhkan,
    DIA yang menerangi jalan apapun yg kita pilih hanya krn DIA semata.
    salam

    =======================================

    Bener Bund, malam di sepertiga malam di saat hening menagis di hadapan-Nya, bercerita kepada-Nya membuat pikiran jauh lebih jerni dan hati tenang
    🙂

    Salam hangat dan sayang selalu Bund..

  4. saya membaca ini membayangkan sedang bersujud dalam doa kepadaNYA, bukan dia sebagai kekasih hehe..
    so nice.. 🙂

    Bener Ne, sangat syahduh
    🙂

    Makasih yah 🙂

  5. Lagi jatuh cinta atau memendam rindu yaaaaa?
    Hai…hai…malam ini kayaknya akan indah juga deh 😉
    Han, maaf baru berkunjung lagi, ternyata udah buanyak banget posting yang belum dikomenin…hehehe

    Ibu….
    itu kan bait-bait yang Hani tulis saat selesai sholat malam…
    Kangen ni ama Ibu, teernyata habis sibuk gitu yah???

  6. Berjuta Bintang di langit.
    Redup diam tak bersorak.
    Tiada cahaya menentramkan hati.
    Kesedihan membongkar hati ini.
    Suara tangis perlahan mengisi keheningan ini.
    Wahai Rembulan,dengarkanlah…
    Hanya engkau yang tertinggal disana.
    Hati ini sedih di tinggal kekasih hati.
    Cinta telah pergi & berpaling.
    Temanilah aku agar ku bisa menjaga hati ini.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s