Kesunyian dan Kepalsuan

Shout out loud in the silence and loneliness

Kesunyian telah membunuhku dengan sayatan-sayatan tak bersuaranya;
Kesendirian menjadi bayangan-bayangan yg tak pernah indah,
Air mata menjadi sahabat dalam keheningan;
Kau yang selalu ada, kau yang selalu mendengarku;
Kesunyian…

Gelap malam tak bercahaya menjadi keindahan yang tak pernah kuperhitungkan;
Aku berada dalam kesunyian;
Di mana harapan hanya menjadi kerinduan; Di mana impian seperti cinta tak terbalas…
Di mana hanya ada topeng-topeng tersenyum;
Kepalsuan….

Berada dalam sudut malam yang sunyi dan berkabut;
Apa yang kunantikan, menjadikan diri kuat, memasang senyum ceria?
Kepalsuan…
Mengkhianati hati sendiri, bagaimana kubilang itu lebih baik?
Tidak! Tapi aku berada dalam kesunyian…
Dan akhirnya aku harus tetap tersenyum dalam kepalsuan,
Jika aku munafik, apala dirimu? Jika aku berbohong, mengapa dirimu?
Jika aku terluka, apa pedulimu? Jika aku menangis, pentingkah bagimu?

Untuk kesunyian dan kepalsuan…
Baginya aku hanya permainan watak dalam satu waktu yang membuatnya terhibur;
Dia akan tertawa bahagia saat aku terjebakk di dalamnya;
Dan hanya aku yang menangis di dalamnya…
Kesunyian, jangan jebak aku dalam kepalsuan…
Karena sayatan-sayatan keheninganmu akanmembunuhku perlahan.

Advertisements

44 thoughts on “Kesunyian dan Kepalsuan

  1. dengan menyendiri dan mendekat pd kesunyian,,,,maka akan kita jumpai kedekatan dg sang khalik yg sdikit kita abaikan karena urusan duniawi…

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s