Kesunyian dan Kepalsuan

Shout out loud in the silence and loneliness

Kesunyian telah membunuhku dengan sayatan-sayatan tak bersuaranya;
Kesendirian menjadi bayangan-bayangan yg tak pernah indah,
Air mata menjadi sahabat dalam keheningan;
Kau yang selalu ada, kau yang selalu mendengarku;
Kesunyian…

Gelap malam tak bercahaya menjadi keindahan yang tak pernah kuperhitungkan;
Aku berada dalam kesunyian;
Di mana harapan hanya menjadi kerinduan; Di mana impian seperti cinta tak terbalas…
Di mana hanya ada topeng-topeng tersenyum;
Kepalsuan….

Berada dalam sudut malam yang sunyi dan berkabut;
Apa yang kunantikan, menjadikan diri kuat, memasang senyum ceria?
Kepalsuan…
Mengkhianati hati sendiri, bagaimana kubilang itu lebih baik?
Tidak! Tapi aku berada dalam kesunyian…
Dan akhirnya aku harus tetap tersenyum dalam kepalsuan,
Jika aku munafik, apala dirimu? Jika aku berbohong, mengapa dirimu?
Jika aku terluka, apa pedulimu? Jika aku menangis, pentingkah bagimu?

Untuk kesunyian dan kepalsuan…
Baginya aku hanya permainan watak dalam satu waktu yang membuatnya terhibur;
Dia akan tertawa bahagia saat aku terjebakk di dalamnya;
Dan hanya aku yang menangis di dalamnya…
Kesunyian, jangan jebak aku dalam kepalsuan…
Karena sayatan-sayatan keheninganmu akanmembunuhku perlahan.

44 thoughts on “Kesunyian dan Kepalsuan

  1. dalam Kepalsuan kita dan pada kesunyian kita. mungkin itu jelas bukan akhir dari dunia. Lam kenal aja dan maaf kalo komenx gak nyambung.

    He he he
    gak apa terimakasih udah berkunjung, sudah bisa disambungin kok, hehehe

  2. Jangan pernah mau dipermaikan oleh kesunyian dan kepalsuan.

    Saatnya memulai, giliran kita mempermaikan kesunyian menjadi “kegaduhan” dan kita bongkar kepalsuan dengan asupan energi kebenaran. Saya percaya, si kesepian dan si kepalsuan akan kabur 😀

    Ha ha ha ha
    Si Om bisa aja, tapi bener juga yah, meski nanti harus dipelototin ama tetangga
    😀

  3. Dan akhirnya aku harus tetap tersenyum dalam kepalsuan,
    Jika aku munafik, apala dirimu? Jika aku berbohong, mengapa dirimu?
    Jika aku terluka, apa pedulimu? Jika aku menangis, pentingkah bagimu?
    ………………………………………………………………………………………………………………

    Mungkin dia tidak seperti itu mbak, segala seuatu itu tidak boleh divonis sepihak, mana tau dengan sudut pandang yang lain kesimpulan yang datang akan berbeda.

    Kadang- kadang kesunyian itu membuat kita larut dalam perasaan, kalau perasaan dikemukakan, logika bisa kalah.

    Salam hangat dari Newbie.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s