Ilmu dari dosen baruku

Ojek yang bisa jadi guru kehidupan

Hari Minggu yang cerah, suara burung-burung terdengar merdu, langit yang merwarna biru dan awan putih yang menggumpal-gumpal, subhanallah, sungguh perpaduan warna yang maha indah!

Keheningan dan keindahan pagi ini jadi buyar gara-gara teriakan Ibu kost pada Komang yang disuruh ngebanten(sembahyang) tapi nggak mau, akupun urung menikmati pagi, masuk kamar lagi dan memilih membuka laptop (lagi) yang seharusnya aku istirahatkan karena dia telah menemaniku bermalam mingguan 🙂

Ingat hari yang menyebalkan kemarin, ingat pada bapak ojek yang mengantarku kesana-kemari, untuk mengalihkan rasa jengkel menunggu aku mengajaknya ngobrol.
Dia bercerita bagaimana perjuangan dia dalam kerasnya hidup ini, oh iya yang paling aku suka dari dia adalah dia memanggilku “anak” meski aku sudah memperkenalkan diri. Namanya Pak Rame.

Baru satu minggu mungkin aku mengenalnya gara-gara ojek langgananku sibuk dengan bisnis barunya, namun baru kemarin aku sempat berbincang. Halus tutur katanya, sangat sopan, sungguh senang berbincang dengannya, dan aku merasa menemukan dosen tentang ilmu kehidupan lagi dalam kampus hidup ini.

Untuk menjadi seorang dosen kehidupan tidak butuh pendidikan akademis, hanya kepintarannya belajar memaknai hidup

Dia memulai kuliahnya di sore yang mendung kemarin:
“Bapak punya satu anak, kelas 1 SMK, Nak padahal bapak sudah usia 60 lebih karena bapak menikah agak telat. Anak bapak pinter, jadi bintang kelas terus semenjak SD sampai sekarang karene Bapak selalu mengatakan pada anak Bapak, kalau dia sudah seharusnya pintar dan dia pasti bisa”
Aku tersenyum, lalu menambahkan satu pertanyaan yang bukan berarti interupsi:
“ Lalu Ibu kerja apa, Pak?”
Si Bapak tersenyum, lalu melanjutkan kuliahnya, eh ceritanya:
“Ibu kerja di meubel, seperti Anak. Tapi meubel kayu jati, dia bekerja seperti mengamplas, membersihkan kayu-kayu sebelum dijadikan kursi-kursi. Ibu sudah tua Nak, jadi cuma bisa itu. Makanya, Anak mumpung masih muda yah, jangan lelah untuk belajar, yang rajin, sekarang tidak apa capek-capek nanti ka nada hasilnya. Tuhan tidak akan diam Nak, DIA akan memberikan kita sebesar pengorbanan kita”
Aku tersenyum, mengangguk mengerti.
“Iya, Pak. Saya percaya itu kok. TUHAN itu maha adil, dia nggak akan pilih kasih dan dia tidak akan tinggal diam”
Si Bapak, membuang pandangannya ke jalan.
“Saya sering bertemu dengan orang yang seperti Anak ini yang sekarang sudah sukses, karena mereka tidak lelah dan terus mau belajar”
tambah si Bapak, yang jujur saja menumbuhkan semangatku untuk tak menyerah dalam segala situasi yang menyulitkanku, dan membuatku berpikir bahwa aku pasti bisa!
“Hanya tinggal Bapak ini yang masih begini, tapi bapak bersyukur sekali Nak, meski orang melihat hidup bapak serba kekurangan tapi bapak tidak pernah kekurangan makan”
Sambungnya lagi.
“Karena Bapak selalu bersykur, makanya hidup bapak jadi terasa cukup terus”
Timpalku sambil tersenyum…

Perbincangan yang agak lama (karena menunggu itu membisankan) benar-benar membuatku tersenyum dan tahu bagaimana memaknai hidup.

Kita jangan menuntut apapun pada siapapun, yang terpenting apakah kita sudah melakukan yang terbaik? Karena apa yang kita tanam itulah yang akan kita panen.

26 thoughts on “Ilmu dari dosen baruku

  1. terimakasih sudah sharing pengalamannya, semoga bermanfaat nantinya..

    salam kenal ya mbak..

    Sama-sama, sudah seharusnya kita saling tukar pengalaman ya Mas Tri 🙂

    salam kenal juga, makasih sudha berkunjung di blog saya yg jauh dari sempurnah ini…

  2. QK suka kata” terakhirnya… hehehe…
    “meski orang melihat hidup bapak serba kekurangan tapi bapak tidak pernah kekurangan makan”

    🙂

    selalu bersyukur 😉

    HIDUP!!! ^_^

    Iya, Sist…selalu bersyukur! Selalu semangat yah!

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s