Belajar hidup dari waktu

Tik~tik~tik…

Aku tengok jam tangan imutku, hah?udah jam 5?ya ALLAH waktunya pulang!harusnya kau senang dunk! Gak selalu begitu, karena kalau kerjaan masih banyak waktu yang tersedia tidaklah cukup.

Waktu cepat sekali berlalu, sehari semalam 24 jam rasanya kurang panjang. Rasanya baru beberapa jam yang lalu membuka mata, merasakan tetesan embun yang jarang menjatuhkan diri menyentuh kulitku dengan bulu kuduk berdiri karena kedinginan, merasakan hangatnya sinar surya ah sekarang dia sudah mau pulang ke peraduan…

Rasanya waktu terlalu cepat berlalu dan aku belum melakukan apa-apa yang berguna. Sebenarnya aku sudah mencoba melakukan apapun yang terbaik, tapi rasanya kalau di lihat di cermin semua masih belum cukup! Banyak sekali kekurangan di mana-mana.
Masih butuh perbaikan lagi dan lagi! Belajar terus dan terus.
Untuk kata belajar, memang tak akan pernah berhenti selagi kita masih hidup. Kata seorang teman:

“Hidup itu belajar, belajar itu hidup”

Karena banyak sekali aspek dalam hidup yang perlu dipelajari kalau kita ingin menjadi baik untuk diri sendiri, orang tua, agama, lingkungan, alam dan sebagainya.

Hari ini aku belajar banyak hal tapi banyak yang terlewatkan karena menganggapnya bukan hal penting, padalah kalau di telaah lagi, sekecil-kecilnya pelajaran itu pastinya sangat berguna buatku.

Aku jadi rindu menuliskan tiap-tiap pelajaran yang sudah aku dapat dalam keseharianku seperti saat aku masih kecil dulu.

Menuliskan setiap pelajaran hidup yang kita peroleh membuat kita selalu mengingatnya sehingga saat ujian itu datang kita bisa menjawabnya, minimal siap menghadapinya.

Jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang diberikan-Nya, lakukan apapun sebaik-baiknya. Dan selalu belajarlahmenjadi yang terbaik.

(*diambil dari nasehat seorang kakak yang tak pernah kutemui)

Semoga hari-hari kita menjadi waktu yang tak sia-sia 🙂

*Saat aku menyadari betapa banyak waktuku yang terbuang sia-sia.

43 thoughts on “Belajar hidup dari waktu

  1. Sekecil-kecilnya pelajaran, pasti sangat berguna…
    Saya setuju dengan kalimat ini Han, karena apapun yang sudah kita alami dalam hidup, adalah sebuah ilmu. Waktu yang tidak diisi dengan ilmu, tentu saja akan sia-sia…
    Nice post!
    Maaf banget ya saya telat komen melulu, lagi sulit ngebagi waktu Han, biasa…hehehe 😀

  2. Pingback: Sebuah Kisah Tentang Wisma Sandat (*Episode Para Perempuan,, (^_^) « wismasandat.com

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s