Hati yang merindu

Di ujung lembah kutermangu, matahari terbit membentangkan selimut kencana di atas hamparan tanah dan perbukitan, engkau datang menggenggam jemariku seraya mengajakku duduk di sisi batu karang, dimana bunga lembayung sembunyi di baliknya.

Menjejal makna tersirat dari ajakanmu,
Namun tak berani bertanya…Hanya seutas senyum manis kau lemparkan, ah..kenapa irama jantungku jadi tak teratur?
Semua terlihat lebih jelas dari raut anggun dan mata teduhmu;

Kita terduduk dalam sepi, mendengar suara hati yang mendalam,
Yang sarat akan keheningan dan pengertian, menangkap rintihan hati dan jiwa sehingga kesempurnaan pemahaman pun tercapai.

Mentari membisu, kehangatannya membius hati yang merindu
Ah, pertemuan yang menggebu dan selalu ku tunggu;
Sungguh syahduh dan menciptakan rindu..

Advertisements

30 thoughts on “Hati yang merindu

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s