Maaf lagi? Bosan dech….


Seribu kali maaf itu terucap tak akan ada gunanya saat kesalahan yg sama terulang dan terulang lagi, ibaratnya kita sekali memukul orang, lalu minta maaf dan lalu mengulanginya lagi, apakah orang ini lain kali mau memaafkan kita? Ada yang mau ada yang tidak, karena kita manusia, sifat kita berbeda-beda. Ada yang sabar dan pemaaf bahkan sebaliknya ada yang sangat keras bahkan sekalipun dia memaafkan tetap dia menyimpan dendam. Continue reading

Kemana langkah pagi ini?


Selalu dengan senyum menyambutnya, meski mata enggan di ajak kompromi, dan ingin terpenjam terus namun sebuah kata tanggung jawab cukup menggugah nurani untuk mengusir kata malas.

Benarkah semua akhir itu tergantung awalnya? Tidak selalu benar tapi benar. Jika dari awal kita sudah mengawali suatu pekerjaan dengan malas-malasan bukannya tak mungkin hasil dari pekerjaan kita tak benar. Jadi, kita bicara tentang niat. Jika dari awal kita tidak punya niat baik jadi jangan berharap kebaikan mendatangi kita.

Jadi, kemana kita membawa langka pagi ini? Awali semua langkah kita dengan kemantaban hati dan niat yang baik.

Semoga hari kita selalu indah dan penuh kasih (dan semua tergantung kita, yah?

Masihkah bicara tentang tanggung jawab?

Tanggung Jawab atau Menanggung Jawab?

Seorang teman bercerita sedang pusing karena pekerjaannya sedang tidak jalan gara-gara dana perusahaannya tidak turun dan otomatis proyek tidak jalan dan anehnya dia bela-belain nyari pinjaman demi berjalannya proyek itu. Katanya sih karena tanggung jawab, dan yang bossnya tahu hanya “proyek itu harus berjalan”.

Orang yang bertanggung jawab biasanya adalah orang-orang yang punya loyalitas dan dedikasi tinggi.

Continue reading

Penghujung jelajah 2010

Tidak terasa jelajahku di tahun 2010 hampir berakhir, di penghujung tahun ini banyak sekali perenungan-perenungan yang tercipta dalam setiap bait-bait puisi juga syair yang aku tulis, bukan untuk menggurui tapi semata sebagai reminder buat diri sendiri dan bersyukur jika itu juga dapat berguna bagi sahabat-sahabat yang lain.
Continue reading

Pertanyaan


Siapa? Dia tidak tahu siapa dirinya, yang dia tahu hanya “sebuah nama”
Kemana? Dia berjalan hanya melangkakan kakinya
Dimana? Dia hanya tahu kalau dirinya ada di suatu tempat
Kenapa? Dia tak pernah punya alasan melakukannya

Ada apa? Dia tidak pernah tahu apa yang terjadi,
yang dia tahu hanyalah dia hidup saat ini, menghirup udara dan menghembuskannya…

Bagaimana? Dia tidak pernah tahu bagaimana caranya mengisi hidup,
yang dia tahu hidup adalah mengikuti arus kemana akan membawahnya…
yang dia tahu hanyalah menangis saat sedih dan tertawa saat senang

Dia hanyalah seenggok raga yang kosong yang terlalu menimati keduniawian…

Apakah kita mau seperti dia hanya sekedar hidup tanpa arti?

*Semoga hidup kita punya arti dan senantiasa bermakna

Mencari damai

Hanya berani mengintip dari balik jari, mencoba menerka apa gerangan yang bintang ceritakan? Mencoba mencuri pandang keindahan sang purnama, mencoba menguping dendang timang-timang.

Hati yang mendambah damai, berbisik lirih mengorek-ngorek isi dan mencoba ingin tahu apa yang ada di dalam sana? Masihkah ada lembut kasih dan sejuknya memberi?
Continue reading

Tertib berlalu lintas dalam kehidupan

Kenapa harus selalu terburu-buru? Tidak bisakah pelan-pelan saja berjalan dengan senyum dan melupakan semua masalah. Lupakan kata “takut terlambat”, “harus segera” dan alasan-alasan lain yang membuat kita harus terburu-buru, saling berebut dan tidak sabar. Riang gembiralah sebagai pemakai jalan, nikmatilah pemandangan meski itu tak lagi indah karena keindahan itu terletak pada kepekaan kita terhadap alam. Continue reading