How far you go in the blog (or in the block)?


Sabtu pagi yang cerah dan ceria, dan sedikit gerah!

Bali is always, yah…….

Pagi ini aku ingin bicara agak panjang dan ringan-ringan saja, tentang Blog! Aku sih kenal blog sudah semenjak 7 tahun lalu blog pertama yang aku bikin di blogspot, namanya “putri salju” yang mengartikan sebuah posisi seorang gadis yang sedang kesepian dan mencari arti hidup juga kesembuhan akan sebuah luka.

Lama berselang, karena menemukan kesibukan dan telah sembuh dari luka aku melupakan tempat therapy ku itu, dan entah kenapa di pertengahan tahun ini, tiba-tiba saja di saat aku mulai merasa diri ini udah nggak sepekah dulu, mulai nggak sabaran dan melupakan arti kelembutan karena terbawah arus keras kehidupan (maaf, mulai lebay!he he)akuΒ  mulai menulis lagi.

Menulis itu melatih kepekaan kita.

Awalnya aku menulispun tidak ingin dipublikasikan seperti ini, hanya saja seseorang yang begitu sayang dan perhatiannya padaku mendorongku untuk terus menulis, sehingga aku bisa mengenal macam-macam dunia blog. Dan ternyata aku mulai menikmatinya.
Berterimakasilah padanya kalau Anda menyukai tulisan-tulisan atau puisi saya, he he he

Seberapa jauh saya dalam dunia blog?Tidak, saya masih dalam tahapan tetap dalam jalur saya “menulis sebagai media therapy” walaupun pada akhirnya berlanjut sebagai media silaturahmi.

Menurutku, ngeblog akan selalu indah saat kita tetap pada jalur kita dan tidak berlebihan sampai melupakan dunia offline kita. Jangan sampai Ngeblog yang seharusnya membuat kita lebih berwawasan luas, banyak sahabat dan semakin cerdas serta cermat malah membuat kita terkungkung dalam “block” seperti katak dalam tempurung yang kita tahu hanya tentang itu-itu saja….

Dalam kesempatan ini aku juga ingin berterimakasih untuk Bli Budi Arnaya yang udah mempublis persaudaraan kami (Mbak Idana, Putri dan aku).

Di blog aku juga dapetin Ibu, kakak, adik, Om, Pakdhe tapi belum dapetin ayah, heeeeee

Memanfaatkan internet dengan tepat, akan memperoleh manfaat. Internet sehat tentu saja bikin hebat, buktinya jadi terlatih menjadi penulis meskipun hanya di sebuah blog namun tulisan kita mampu menghibur, memberi informasi dan memotivasi orang lain, kan?

So, how far you go in the blog (or in the block)?

44 thoughts on “How far you go in the blog (or in the block)?

  1. Blog itu membuat saya memiliki teman-teman di dunia yang bebeda, Han!
    Sependapat dengan Hani bahwa membuat posting atau blogging tidak boleh membuat kita tergantung habis-habisan pada aktivitas ini. Di dunia nyata kita pasti memiliki orang-orang tercinta atau bahkan pekerjaan yang harus dilakukan dengan optimal…hehehe, kalau pikirannya nge-blog terus, kapan ya waktu buat mereka πŸ˜›
    Haniiii…selamat malam minggu, lagi diapelin siapa nih…kangeeeeen!

    Nah, Ibunda Bintang timur datang…

    *peluk dulu sayang dan kangen*

    Ha ha ha ha ha
    iya Bu, karena seringnya memang begitu makanya saya tak dapat rajin BW karena kesibukan offlinenya padat banget..
    Malam minggu kencan sama Mbak Ida, ha ha ha ha

  2. Tentu, saya dapet banyak teman baru yang sehobi maupun yang gak sehobi dari ngeblog. πŸ˜€ Banyak dapet teman untuk bertukar pikiran, ada yang berseberangan maupun yang sepemikiran. Semua bisa berjalan dengan baik. πŸ™‚

    Berarti intinya, Mas asop dapetin banyak teman kan????

  3. Blog oh blog…
    hanya menggunakan blog untuk membunuh waktu senggang, tetapi jika sedang berkumpul dengan keluarga, blog ditinggalkan 😦

    Ha ha ha ha
    Iyalah Om….kalau l rain ngeblog berarti lagi sendirian n gak punya teman kan?
    😳 itu kan aku…

  4. sayyyyyyyyyyyyyyyy
    gimana jalan..jalannya…
    seru gak..
    aku udah dirumah..
    sakit perut..
    ngilangin sakit perut dengan BW kerumah kalian

    jalan-jalannya seru, dan aku sukses jadi potogaper amatiran, ha ha ha ha

    Dimintain tolongbuat moto terus ama orang, ha ha ha

  5. ha ha ha jujur aja mbak itu satu kata yg paling aku takutin d dunia ” blog ” yaitu –> ” Block ” , seberapa jauh itu bs menjadi perangkap buat kita , tp tetep saja kita authornya yg memegang kendali peranan blog kita πŸ™‚ , so buat aku , blogku sampahku , bs d daur ulang syukur deh bs jd amal jariyah , g bs ya monggo lha wong tong sampah , blog blog gw , suka suka gw πŸ˜€

    Ha ha ha ha
    Bener Mas Huda, terserah kit amau ngapain di blog kita, nah kalau aku sih pertama aku harus feel better setelah membaca apa yang aku tulis (namanya juga therapy) nah kalau aku udah feel better, harapanku orang pun demikian(cari amalannya)he he

  6. saya kayaknya keracunan sama blog… soalnya dia terus menerus menggerogoti saya dan memaksa saya untuk terus ngeBLOG……. hihihihihihihi πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ 😳 😳 😳 😳 😳 😳 😳

    Wah…awas bahaya, udah addictive yah?
    tapi tak apa asal bisa memanage dan memanfaatkannya dengan maksimal
    πŸ™‚

  7. Wah mba, saya baru kenal log 4 bulan yang lalu hehehe πŸ™‚

    Saya kenal blog selama itu tapi selama itu nggak pernahberpikir kalau bakal mendapatkan banyak manfaat seperti 5 atau 6 bulan terakhir ini…

  8. Yeah that’s right..
    Menulis itu melatih kepekaan kita..
    Kalo saya, suka nulis yang lucu2 aja… =D

    Ha ha ha
    Saya nggak bisa nulis lucu padahal saya orangnya lucu lho…

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s