Indah pada waktunya


” Kenapa Ibu menitikkan air mata? ”

Bertanya seorang anak kepada ibundanya yang tiba-tiba saja menitikkan air mata setelah dia memberikan sebungkus kado berisi mukenah dan sajadah di dalamnya.
Perlahan sang Ibu mengusap kepala anaknya dengan kasih sayang, lalu berlanjut mengusap pipi anaknya yang sedang menatapnya nanar dan penuh tanda tanya.

” Sayang, hadiah ini adalah hadiah terindah yang pernah Ibu terima dari semua anak Ibu ” bisiknya dengan isak tangis, lalu memeluk anaknya erat.

Spontan si anak ikut menangis dalam dekapan tubuh sang Ibunda yang mulai merapuh.
Dalam dekapan Bundanya dia ingat kalau selama ini dia sudah menjadi sumber masalah, dia sudah menjadi satu-satunya orang yang membuat Ibunya sakit-sakitan, tak mau pernah mendengarkan ibunya. Dan hari ini, moment hari ibu dia jadikan hari di mana dia ingin berubah menjadi anak yang baik buat ibunya, karena dia sadar ibunya telah banyak berkorban untuknya, karena dia sadar kalau tak selamanya ibunya akan hidup dan inilah waktunya membuat sang Ibu bahagia.

” Mari kita sholat, Bu. Kita ke musholah bersama-sama ” bisik sang anak melonggarkan pelukan sang Ibu saat mendengar suara Adzan.
Ah, si Ibu semakin menangis tanpa suara. Menangis bahagia. Ini adalah momet paling membahagiakan buatnya, lebih membahagiakan di saat si anak naik jabatan.

26 thoughts on “Indah pada waktunya

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s