Gelandangan di dunia maya


Sebagai seorang gelandangan aku ini cukup bahagia meski harus tinggal nebeng, jauh lebih baik kan dari pada harus seliweran kesana dan kemari gak ada juntrungannya? Tapi, sebagai seorang gelandangan aku juga ingin punya rumah sendiri, biar gak nebeng terus-terusan dech sama Si Tuan Tanah bule yang bernama WordPress and Tuan Tanah kaya raya berwarga negara Indonesia bernama Blogdetik itu.

Pada suatu hari saat sedang asyik menggelandang, sepupuku bertanya, begini pertanyaannya:
” Tahu Jagoan Hosting nggak?” aku melotot, pertanyaannya bener-bener seperti pelecehan terhadap pengetahuanku, padahal aku emang cukup kuper meski tiap hari menghabiskan waktu di depan komputer dan internetan 😀
” Ya, tahulah dia kan makelar rumah dunia maya ” jawabku seperti biasanya, dengan lagak sok tahu,he he he. Sepupuku manggut-manggut
” Macam perusahaan property gitu, kan, kalau di kehidupan nyata?” tambahku.
” Kenapa dia? ” tambahku lagi, bertanya penasaran, soalnya sebel aja lihat muka sepupuku ini yang notabene emang kehidupannya nggak jauh dari website dan internet, wong dia emang web designer itu suka masang tampang misterius.

“Beli aja Hosting ama domain ke sana, daripada jadi gelandangan kaya gitu, gak jelas! ” aku langsung nyengir, biar gelandangan udah cukup tenar kali……tenar sebagi gelandangan, hehehehhehe

“Belum punya uang masalahnya” timpalku jujur “Jagoan Hosting murah” rayunya ” Kok tahu? ” tanyaku penasaran ” iya, teman-temanku yang bilang dan banyak yang beli di Jagoan Hosting. Masih inget kan tentang hosting murah yang aku ceritakan kapan hari?”

Keningku langsung berkerut dan mengingat-ingat “twings!” aku inget, emang dulu pernah dibilangin tentang hosting murah ama sepupuku ini.

Masih sambil asyik klik sana dan klik sini, tapi pikiranku masih ke hosting murah, website pribadi. Beugh….kayanya keren aja dech kalau punya website pribadi, bener gak sih? pake nama sendiri gitu, membayangkannya udah gimana gitu. Tapi lagi-lagi aku belum punya cukup uang.

“Mbak….” kilahku ke sepupu yang asyik baca buku ” aku beli domainnya dulu bisa nggak yah trus bangun website? ” Sepupuku langsung tertawa terpingkal-pingkal, dan aku sebel.

” Emang kamu tahu apa hosting? apa itu domain? ” Egoku ingin bilang “tahu dunk!” tapi demi stabilitas keamanan nasional aku kesampingkan egoku, dengan suara lirih aku bertanya ” emang apa bedanya hosting ama domain? ”

Sepupuku langsung menaruh buku di tangannya, duduk bersilah dengan muka serius. Sebenarnya sih, pingin ketawa kalau lihat ekspresinya saat serius gitu…terlalu imut-imut maksudnya!

” Begini lho Sist…Hosting itu diibaratkan sebuah lahan, sebuah tempat di mana kamu bisa membangun sebuah rumah atau website. Tahu kan kenapa teman-teman di blog selalu bilang ‘makasih yah udah mampir di rumahku yang reot ini’ ? ”
Aku nyengir tahu kalau maksud dia adalah mau bilang blogku ini jelek, ibarat rumah reot, tapi EGP dech, yang penting eksis 😀

“jadi website itu rumah? pantesan designnya bisa di cantik-cantikin sesuai dengan keinginan kita. Boleh dunk di isi apa aja? ” potongku mulai dikit ngerti.

” Boleh, tapi…., ada tapinya ney kapasitasnya bisa habis lho..karena ibarat tanah tadi, yang kamu beli luasnya seberapa, kapasitasnya itu lho seberapa? Biasanya istilah di sini memakai satuan Mega Byte ” jelas sepupuku aku cuma manggut-manggut.

“kaya sekian ratus Mb, kaya gitu itu yah?” sahutku

“betul sekali. Jadi beli hosting sepaket dunk sekalian ama domain. Domain itu ibaratnya sebuah alamat, seperti com, web.id, info dan lain-lain” lanjut sepupuku lagi. Aku garuk-garuk kepala, rasanya temanku pernah ada yang pernah ngejelasin ini; bahwa hosting adalah tempat di mana kita membangun sebuah website dan domain itu adalah alamatnya yang berakhiran [dot] com, [dot] web.id, dll. Cuma saat itu aku kan nggak tertarik makanya gak begitu aku masukin ke hati, he he he

“Jadi mana ney yang lebih keren? [dot]com, [dot] info? kan katanya ibarat alamat, kaya di Cendana gitu kan lebih bergengsi, hehehhe” tanyaku. Sepupuku langsung julurin lidanya.
“Nggak ada yang lebih keren, itu cuma asumsi orang aja yang bilang domain [dot] com lebih keren”

“Ntar kalau aku udah punya duit mau beli ah, pendarbintang.com” cerocosku
“Ntar kapan?mau beli ginian juga harus check dulu kali availability-nya. Nggak selalu ada, harus cepet-cepetan. Bisa-bisa sudah ada yang punya lho pendarbintang.com. Saranku sih, cepetan beli ke Jagoan Hosting atau bisa kamu cari hosting murah lainnya di Indonesia ini, tapi kalau minta saran ke aku, tetep ke Jagoan Hosting
Sahut sepupuku panjang, aku mah cuma nyengir-nyengir doang. Sumpah aku tahu dan sering denger kalau Jagoan Hosting emang murah dan pelayanannya bagus tapi wong duit aja kagak ada, ya terpaksa nunggu dan suatu saat kalau nama itu udah diembat orang aku harus rela 😦

Jagoan Hosting tolong selametin pendarbintang.com sampai batas waktu yang kutentukan, yah!He he he he

84 thoughts on “Gelandangan di dunia maya

  1. Ah, numpang gak masalah, yang penting bayar alamat rumah (domain) dan menuruti semua peraturan yang diberlakukan oleh induk semang. 😀
    Kok saya cenderung ke rumahweb.com ya…? 😉

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s