Bunuh diri



” Gusiku kok terasa tebal, yah setelah minum Molto” ucapnya, mataku yang emang udah lebar langsung terbelalak lebih lebar.

“Apa, Mbak?” tanyaku tak yakin dengan pendengaranku yang emang kadang kurang baik ini.

“Iya, aku BT sekali, tadi aku minum Molto” jawabnya seolah menegaskan bahwa yang aku dengar itu benar adanya.

“Pantesan dari tadi bau cucian, wangi!” paparku masih bercanda, lalu segera menambahi:

“Mbak…jangan berbuat bodoh dech, hidup ini indah, sayang banget kalau kita mati mudah apalagi gara-gara cowok” paparku asal karena saat itu aku juga lagi nggak mood, aku lagi sakit.

Aku ceritakan cerita utuhnya, si Mbak ini sebelumnya bertengkar dengan pacarnya yang ketahuan selingkuh dengan cewek lain. Aku dan sepupuku sering menjadi saksi pertengkaran-pertengkaran mereka selama satu bulan tinggal di sini, kalau bertengkar serem, pake bawah sapu segala dan si cowok main tangan! Jadi ini pertengkaran ke-3 selama sebulan tinggal bertetangga dengan kami.

Nah sebelum dia bilang minum Molto ini dia sudah minum Bodrex sama Sprite, air putihnya kan minta sama aku. Begini persisnya:
“Mbak punya air putih? aku mau minum obat” paparnya langsung masuk ke kamarku yang emang aku biarkan sedikit terbuka.

“Ada, Mbak..ambil aja. Itu ada gelasnya juga, kalau nggak ada obat aku ada Mbak” paparku menunjuk ke meja.

Dia langsung menuju meja, menuangkan air ke gelas.

“Aku mau minum Bodrex sama minum Sprite, Mbak” ucapnya aku sempat melotot, tapi aku biarkan saja, toh Bodrexnya cuma satu dan Spritenya ada di plastik gitu dan kelihatan kalau sodanya udah nggak ada. Tapi aku masih sempat bicara:
“Oala Mbak, Mbak..mbok yah jangan macam-macam” begitu saja titik, malas juga dech! Mau bunuh diri kok gak niat (ooops!he he he).

Dan ternyata, si Mbak ini juga sering jadi korban kekerasan dalam pacaran dalam hubungan mereka.

Nasehatku sih, nasehat orang yang lagi sakit dan nggak bisa mikir:

“Mbak, saya tahu mungkin Mbak sakit banget dikhianati dan dibohongi, tapi menurutku si Mbak, luka itu bisa kita obati dengan banyak berdo’a den mendekatkan diri pada Tuhan. Tak ada masalah yang nggak bisa diselesaikan. Sekarang focus ke depannya aja dech Mbak rencananya apa, jangan bunuh diri, rugi banget lho..pacar Mbak bisa main dengan perempuan lain eh, Mbak udah gak bisa ngapa-ngapain”

Semoga bisa membantu sambil aku infokan beberapa info lowongan kerja yang dekat sama kost kami, agar dia mau mulai memikirkan dirinya. Maunya aku tawarin untuk gabung Oriflame dengan aku, he he he

Tapi, betapa terkejutnya aku. Saat malam pulang kerja, aku lihat si Mbak udah ngobrol mesrah lagi sama si pacarnya. Padahal baru kemarin sore dia bersumpah tidak akan memaafkan cowoknya dan sudah membuat dirinya mencoba membunuh diri.

Yah, semoga nggak bunuh diri lagi dech. Karena hidup ini hadiah janganlah di sia-siakan.

Menurut Sahabat apa yang seharusnya dilakukan Mbak ini? (Saya akan berusaha sampaikan ke si Mbak kalau emang itu saran baik :))

Makasih 🙂

Advertisements

56 thoughts on “Bunuh diri

  1. Sebulan bertengkar 3 kali?
    Aduh, itu sih parah… 😦
    Menurut saya, si mbak ini harus evaluasi diri sekaligus introspeksi. Cowoknya bikin dia nyaman atau nggak…apalagi bertengkarnya melibatkan tangan dan gagang sapu…ih, serem amat ya, Han…
    Bilangin ke mbak, sebuah hubunga *apalagi masih pacaran* itu nggak bisa dipaksakan. Jangan malu atau takut, bila memang tidak cocok. Tapi kalo dua-duanya mengerti kelemahan masing-masing dan mau berubah…go, silahkan dilanjutkan… 😀

  2. kok pake molto sih?

    saya dulu pernah denger pengalaman yang lebih aneh lagi. di pedalaman mentawai dulu ada yang pengen bunuh diri, tapi berhubung ga ada baygon cair, dia menumbuk baygon bakar, lalu dilarutkan dengan air. hasilnya? gatot, alias gagal total :p

  3. haniii.. ini carita yang waktu itu kah? yang waktu itu kita chatting sore – sore itu kah?
    ternyata dia balikan lagi sama pacarnyaaa??

    ooo em jii….

    kek nya dia harus tahu dulu deh apa yang dia mau,
    aku komen nya telat banget sihhhh

  4. waduhhh, seremmm, horrorr,

    ehm….

    kalau cowok udh suka maen tangan gitu serem ah, dikira ngegedein anak gampang apa *ikutan esmosi*, udh gede maen pukul aja, mending maen ps aja ato maen layangan 😀

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s