Bagus buat Anggun


Kamar Anggun, 19 January 2011


Anggun menghela nafas panjang, menatap monitor kecil ponselnya. Deretan nomer yang pemiliknya telah mengusik mengacak-acak hatinya, ada percakapan di dalam ruang hatinya.

“Aku harus bertanya, aku harus menanyakan kabarnya, karena aku khawatir”

tapi saat beberapa huruf sudah di ketiknya, sisi hatinya yang lain langsung berteriak!

“Tidak! Jangan meng-SMS nya…untuk apa? dia tak membutuhkanmu kini, dia sudah kembali lagi pada kekasihnya itu”

Anggun pun segera menghabus deretan kata yang sudah di ketiknya itu, dia menghela nafas panjang.

“Anggun, tidakkah kau mengkhawatirkannya? bukankah kau tulus menyayanginya?” hatinya berkata lagi, dia semakin gelisah…

“Kamu itu bodoh atau apa sih? Kamu telah mengorbankan banyak waktu untuknya, tapi apa yang dia berikan padamu? dia hanya mencarimu saat dia butuh” Hatinya yang lain memprovokasi, Anggun melempar ponselnya ke kasur, lalu berteriak..
Continue reading