Semerbak yang menghilang

Ah, pernahkah kau memandang, membaca setiap lembar chapter kebersamaan kita?

Aku hanya tersenyum, kita sudah pernah merangkai cerita begitu indah, ada canda tawa, olok dan caci maki dan ditambah hati yang saling mengasihi….semua warna ada di sana, tapi…sekarang tampak memudar…

Ah, adakah kita pernah berpikir betapa sayang jika buku ini tak pernah terselesaikan hanya karena kita terbelenggu ego?

Wangi keceriaan dalam lembar-lembar cerita kita semakin menghilang, goresan-goresan lukisan tawa ceria kitapun semakin memudar…

Wangi rumah yang penuh keceriaan itu kini hening, tak adakah sekedar langkah gontai menuju kesana untuk meramaikannya?

Senyum hening menunggu sekedar sapaan tulus, menggandeng erat arti kasih….

Apakah rumah wangi itu masih ada?

Advertisements

12 thoughts on “Semerbak yang menghilang

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s