Puisi Cinta siapa (2)

Semenjak menemukan secarik kertas dengan puisi itu suamiku lebih banyak diam, aku dibuatnya salah tingkah. Bahkan saat di meja makan, dia tetap diam, tak seperti biasa yang selalu banyak cerita dan perasaanku pun jadi kacau balau.

Pagi ini dia semakin aneh, bagaimana tidak, masak dia menyiapkan air panas buat dirinya sendiri, biasanya aku semua yang melakukannya sebagai bentuk pengabdianku pada suamiku. Ah, aku semakin tak berani bertanya dan perasaanku semakin kacau.

Bercerita pada Mama aku tak mungkin, sebelum aku mencoba menyelesaikannya aku nggak akan meminta bantuan pada Mama atau siapapun.
Continue reading