Puisi Cinta siapa (2)

Semenjak menemukan secarik kertas dengan puisi itu suamiku lebih banyak diam, aku dibuatnya salah tingkah. Bahkan saat di meja makan, dia tetap diam, tak seperti biasa yang selalu banyak cerita dan perasaanku pun jadi kacau balau.

Pagi ini dia semakin aneh, bagaimana tidak, masak dia menyiapkan air panas buat dirinya sendiri, biasanya aku semua yang melakukannya sebagai bentuk pengabdianku pada suamiku. Ah, aku semakin tak berani bertanya dan perasaanku semakin kacau.

Bercerita pada Mama aku tak mungkin, sebelum aku mencoba menyelesaikannya aku nggak akan meminta bantuan pada Mama atau siapapun.

Sorenya selepas sholat Magrib, kulihat suamiku duduk di depan TV sambil tiduran, aku berniat mendekatinya namun saat sadar aku mendekat dia begitu saja pergi meninggalaknku, hati ini rasnaya menjerit! Sakit! Merasa tak dihargai! Bagaimana tidak? lihatlah dia menyiapkan semua makan malamnya sendiri, dia pikir aku akan makan apa?ah…suamiku tak mengerti bahwa apa yang dilakukannya benar-benar keterlaluan, apa iya hanya gara-gara cemburu sampai segitunya…

Kuhentakkan pantatku di sofa, tatapan mataku mengarah ke televisi namun tidak pikiranku. Pikiranku mengembara keman-mana.

“Untuk bintang hatiku, tak ada yang lebih indah kini selain pendar senyummu.
Untukmu matahariku, tak ada hari indah tanpa sapamu
Untukmu nafas hidupku, selamat ulang tahun”

Terdengar suara suamiku bersyair bak pujangga, aku mengalihkan pandangku ke sumber suara, dan…ya Allah, suamiku di sana berdiri dengan avocado cake kesukaanku dengan beberapa lilin kecil yang menyalah. Ah….suamiku, air mataku menitik perlahan, aku mendekat meniup lilin itu lalu mencium pipi dan kening suamiku dengan air mata bercucuran.

“Puisi di sampul hijau itu…apa kamu lupa, sayang? itu dariku, sebelum kita menikah…kamu gak pernah membukanya karena keburu menjadi istriku” bisik suamiku lirih…ah, bagaimana aku bisa lupa…..

Tak bisa berkata apa-apa, kupeluk erat suamiku tercinta.

Once again, ini hanya fiksi….daripada membuat cerita-cerita yang tak indah mulu kan sekali-kali bikin yang indah begini, he he he he

Advertisements

16 thoughts on “Puisi Cinta siapa (2)

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s