Aku benci kamu!


Pernahkah teramat sangat membenci sesuatu? ah..aku tahu kalimatku terlampau hiperbolis tapi pertanyaanku ini adalah pertanyaan yang teramat serius.

Aku tahu, memang tidak dibenarkan membenci sesuatu dengan tingkat fase yang sangat tinggi, karena aku sendiri sering mendengarkan kata bijak tentang benci “janganlah kau membenci sesuatu atau seseorang karena kau akan mencintainya”. dan aku membenarkannya, dulu aku membenci Corel Draw, eh tidak tahunya aku mendapatkan pekerjaan yang berhubungan dengan Corel draw dan mau tak mau aku menjadi mencintainya setelah mengenalnya secara mendalam.

Dan kasusnya sama juga dengan angkah-angkah dan Excel, duu aku sama sekali tak menyukai mereka bahkan cenderung membenci tapi pekerjaanku sekarang tak pernah jauh dari angkah dan Excel, lalu? yah….you know-lah tak kenal emang tak sayang, setelah mengenalnya secara mendalam aku mulai mencintainya pula.

Tapi maaf yah….tidak untuk yang satu ini, yang satu ini aku akan tetap membencinya semakin sering bertemu aku akan semakin membencinya, tahu kenapa? Karena dia sering membuat aku terkejut dan ketakutan.

Memang siapa sih dia? Dia adalah “CICAK”, bahkan malam ini sepulang kerja saat aku mengepel dan ingin membersihkan daerah di sela-sela galon air eh, bayi cicak muncul menghampiri, aku langsung lari terbirit lompat ke tempat tidur….memang hanya seekor bayi cicak, tapi dia sukses membuatku menangis karena takut.

Kejadian yang sama dahulu kalah juga pernah terjadi, saat aku temukan cicak yang sudah tak berekor dengan sok sexynya menggoyangkan badan menempel di punggung tanganku, hampir pingsan aku dibuatnya.

Kenapa aku bisa setakut itu pada cicak? Dahulu kala, tersebutlah sebuah cangkir keramik yang harganya memang tidak terlalu mahal tapi cukup bagus tergeletak di atas meja setelah dicuci, kesalahan si empunya cangkir kenapa cara naruhnya tidak di buat tengkurap (apa yah bahasa yang cocok?) jadilah saat si empunya pulang ingin membuat susu panas memegang sesuatu yang kenyal-kenyal gimana gitu, karena penasaran ditengok isi cangkir itu dan melompatkah si cicak dari dalam cangkir, cangkir dilempart ke lantai dan pecah. Semenjak itu si empunya cangkir yang tidak lain adalah aku jadi takut pada cicak.

Aku benci kamu cicak!

Postingan hiburan yang tak penting, biarlah jadi hiburan melepaskan kepenatan setelah pulang kerja, he he he he

Advertisements

18 thoughts on “Aku benci kamu!

  1. Hehehehe…phobia cicak, Han?
    iIkut merinding waktu Hani cerita megang cicak yang didalem cangkir itu…hiiii, kebayang deh kagetnya…

    Ssst, saya takutnya sama kecoa, Han…takuuuuuut banget 😦

  2. Maka tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah..Sedangkan aku ekspresif dan romantis. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami.

  3. Usaha saya kacau.Apapun yang saya lakukan selalu berantakan.Saya ingin mati.Sang Master tersenyum Oh kamu sakit. Ya kamu alergi terhadap kehidupan.Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.Kemudian tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Dalamhal berumah-tangga bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar lumrah.Persahabatan pun tidak selalu langgeng tidak abadi.Apa sih yang langgeng yang abadi dalam hidup ini ?

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s