Keberuntungan


Saya sering membaca status di FB “Semoga hari ini saya beruntung” atau “Hari ini aku sial banget, sih”

He he he, saya dulu adalah salah satu penulis status senada dengan itu. Namun, perjalanan saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa membuat saya tahu bahwasannya “kesialan itu tidak ada, yang ada hanyalah pemikiran kita”. Everyone has good luck!

Saya nggak tahu bagaimana saya bisa membuat orang banyak percaya dengan ini, karena membuat orang yang dekat dengan saya percaya saja susah. Yang pasti, rasa percaya saya bahwasannya setiap orang memiliki peruntungan baik itu memang benar-benar membawa kita ke dalam keberuntungan demi keberuntungan dan keberuntungan itu bisa diciptakan.

Subhanallah, ALLAH memang maha hebat dan tidak ada yang bisa menandingi kehendak-NYA.

Saya benar-benar sedang sakit


Saya sudah memejamkan mata, tiba-tiba saja saya ingat kalau tadi sore saya menelpon bunda dan bunda tidak mengangkat telpon saya. Bunda saya masih bekerja di jam 8 malam, padahal saya saja yang hanya di dalam kantor merasa lelah luar biasa dan jujur kondisi fisik juga sedang tidak baik, bagaimana dengan Bunda saya?

Bunda saya juga sedang tidak sehat, begitu katanya hari selasa lalu waktu saya telpon dan kami sempat menangis bersama, saya ingin sekali memeluknya, merawatnya, saya terkadang begitu mengutuk semua orang yang ada di sekitar Bunda yang tidak mengerti bagaimana lelahnya beliau. Tapi, saya sendiri tak bisa berbuat apa-apa…dan akhirnya hanya menangis sesenggukan di telpon.

Saya mendengar suara Bunda yang terputus-putus dan dengan jelas saya merasakan sakitnya. Saya bilang, saya sakit kalau Bunda sakit bahkan lebih sakit.

Dan tiba-tiba saja mata saya yg tadinya mengantuk langsung tak dapat dipejamkan. Saya tidak kuat, untuk masalah ini saya tidak bisa pura-pura baik.

Berkali-kali beliau bilang agar saya tak khawatir dan semakin khawatirlah saya, berkali-kali beliau meyakinkan kalau beliau baik-baik saja dan semakin galau-lah saya. Pikiran saya sudah lari kemana-mana.

Dan malam ini saya sangat merasakan kalau Bunda sedang inginkan saya di sampingnya. Sungguh saya bisa merasakannya karena saya merasakan nyeri di hati saya yang sangat sakit dan terbayang-bayang wajahnya di pelupuk mata saya saat setiap kali memejamkan mata.

Saya galau, bingung…dan saya hanya bisa menuliskan apa yang saya rasakan di sini, yang saya sebut sebagai media therapy saya.

Saya menelponnya, dan beliau bilang dia baik-baik saja. Apakah saya percaya? Saya dengar suaranya sedang tidak baik-baik saja dan saya percaya dia tahu saya sedang menangis saat saya menelpon tadi.

Ah…gimana sakit saya saat ini tak sesakit hati saya karena tak dapat berada di sisinya…Saya benar-benar sedang sakit….:cry:

Jatuh cinta lagi….


Beberapa hari ini sering mendengar pertanyaan “Sedang jatuh cinta, ya kok bawaannya happy mulu” saya menjawabnya dengan cengiran tapi langsung tersenyum penuh arti.

Ada yang penasaran dengan arti senyuman saya “Beneran ya sedang jatuh cinta? atau bahagia karena apa ni? naik gaji?” itu pertanyaan orang yang penasaran.

Kan saya sudah bilang saya sedang belajar mencintai (kalau belum cinta ya harus mencintai kalau udah pernah mencintai ya jatuh cinta lagi) apapun yang saya lakukan, saya temui, saya alami, saya tekuni agar saya bisa terus belajar bersyukur dan bersyukur. Dan tentu saja, seperti yang lalu-lalu saya pernah tuliskan “bukan bahagia yang membuat kita bersyukur tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia”.

Bersyukur bukan berarti cepat puas, dalam artian kita menerima semuanya ini sebagai anugerah. Saya nggak mau membiarkan rasa sedih (walau sebenarnya saya juga punya masalah yang berat dan punya alasan yang kuat untuk menangis dan sedih) memonopoli diri saya.

Saya minta maaf kepada siapapun jika pernah menyakiti atau menyinggung perasaan sahabat (yang membaca ini), tak pernah ada niatan untuk menyakiti cuma terkadang saya lepas kontrol dan itu disebabkan beberapa hal, terkadang itu dikarenakan sebagai sebuah respond atas sebuah perbuatan.

Wish you lucky 🙂

Silahkan mentertawakan saya…


Saya ingin mengatakan bahwa ada beberapa hal yang memang seperti tidak lazim tapi itu benar karena pemikiran kita, dan silahkan mentertawakan saya jika sahabat tidak percaya 🙂

Let’s say suatu saat tangan saya gatal, dan ini tiba-tiba bukan karena saya tidak mencuci tangan atu memegang sesuatu yang membuatnya gatal; Untuk ini saya percaya kalau saya “akan menerima uang” dengan tangan kanan saya. Apakah itu tejadi? ya, itu terjadi sungguhan…perkara dari mana saya mempercayai itu, itu hanya hadir dari pikiran saya saja.
Continue reading

Terima kasih


Indonesia sangat terkenal dengan masyarakatnya yang ramah dan orang-orang bule bilang “Indonesian people very nice” jadi gak kalahh rasanya seprti Sosis So Nice 😳

Saya sebagai manusia pada umumnya dan sebagai sahabat dan keluarga pada khususnya pada kesempatan ini ingin sekali berterima kasih yang sebesar-besarnya pada ALLAH SWT yang telah memberikan saya kehidupan yang luar biasa ini.
Continue reading

Merindumu

Menjumpaimu malam ini dalam deretan tulisan kata-kata indah menghapus gulanaku seharian seketika seperti hujan menghalau kemarau…

Aku hanya tak mampu memejamkan mata dengan sempurnah jika tak ada sepata kata saja tentangmu….

Kekhawatiranku memang terlalu berlebih, itu semua karena aku mencintaimu….

Terima kasih telah mengisi kembali malamku, I love you..

Saudara,….maaf ya…kalau belakangan disuguhi lope2an….daripada gak update kan sayang lagian saya yakin yang seperti ini make you feel good! daripada yang berat-berat dan nyesekin hati…..soalnya saya juga lagi gak mood nulis yang bikin dahi-dahi mengkerut, he he he

Saya sedang belajar mencintai semua yang saya lihat, rasaka, kerjakan dan miliki 🙂

Semoga hari-hari kita penuh kasih 🙂

Menanti pagi

Malam terasa sangat panjang menanti esok,
Namun kasih sayang dan ketulusanmu membuatku mampu bersabar;
Menunggu pagi nan ceria saat mentari tak malu menampakkan diri,
Manyambut pagi nan syahdu jika hujan harus mengiringi…

Hadirmu menjawab gunda hatiku akan arti cinta anak manusia,

Malam ini kita bersama berdendang kerinduan di belahan bumi yang berbeda,
namun kita menatap bintang yang sama dan merasakan hal yang sama “rindu”
Malam ini kita mengisi tidur kita dengan mimpi yang sama;
tentang sebuah masa yang tak lama lagi akan hadir dan membuat kita tak lagi berkata “aku dan kamu” melainkan “kita”

Kehadiranmu memenuhi hatiku, mengantar tidurku malam ini…
I love you, sayangku..

Kamu dan pagiku..

Temaram pagiku jika tak mendengarmu, panas hatiku jika tak mendengar puji rayumu…

Namun, semerbak harum mawarmu mengantar aroma rindumu yang memuncak. Tak adakah mesin waktu untuk kita?

Merindukan cerita-ceritamu yang membuatku merajuk manja, marah dan semakin rindu. Tak adakah kendaraan super express yang bisa membawa kita kesetiap moment itu?

Terima kasih sayang karena telah menjadikanku yang terakhir bagimu, I love you…

Menanti September

Pagi ini aku bangun dengan senyum….

Mentari memanggilku dari mimpi, menyampaikan harapanmu padaku untuk segera bertemu….

Kau mempesonakan pandanganku akan arti cinta anak manusia yang pernah aku ragukan, kau didatangkan pada saat aku membutuhkan….

Kau yang membuat hari-hariku indah dan selalu bertanya kapan saat itu datang “di mana cinta kita akan disatukan”….

Waktu yang hanya dalam hitungan bulan kenapa menjadikan serasa berabad? Apakan kerinduan membuat jalannya waktu berputar begitu lambat?

Sayang, September ceria itu akan segera datang di mana hati kita akan dipersatukan oleh ikatan pernikahan…

Menunggumu..

Langit cerah menggantung indah, layaknya langit malam kemarin di saat aku sedang menantimu.

Alunan lagu cinta yang engkau dendangkan masih terngiang menyambut pagiku, kau memintaku untuk menjaga selalu hatiku sampai engkau kembali.

Gugusan awan putih membentuk gumpalan awan kerinduan yang akan menurunkan hujan di sana, di saat kau menatap langit dan kau akan rasakan butiran hujan itu adalah kerinduanku yang akan menyejukkan hatimu.

17 kuntum mawar merah masih menemaniku, semerbak harumnya masih kurasakan seperti tulusnya kasihmu.