Sepotong Luka Cinta



“Bruk” ah, ini ketidak hati-hatianku berjalan sambil melamun di jalanan seramai ini. Tak seharusnya. Seseorang dengan tinggi kira-kira 1.90m melihat ke arahku yg masih saja diam memaku padahal sudah menubruknya.

Aku mmencoba tersenyum, tapi sungguh sulit karena tak singkron dengan hati ini. Tapi, aku tahu ini tak benar.

“Couldn’t you see here?” Tanyanya, aku masih dengan senyum kaku mencoba mengeluarkan suara.
“Sorry, I wasn’t here…” Jawabku lirih dan sekenanya. Cowok tinggi berambut pirang itu terlihat tak suka…
“You….” Dia mencoba bicara mengacungkan buku di tangannya yang aku yakin dia sedang belajar bahasa indonesia.
“Maaf…” Ucapku lagi
“you kidding me, silly!” Umpat cowok tinggi pirang itu.
Continue reading