Sepotong Luka Cinta



“Bruk” ah, ini ketidak hati-hatianku berjalan sambil melamun di jalanan seramai ini. Tak seharusnya. Seseorang dengan tinggi kira-kira 1.90m melihat ke arahku yg masih saja diam memaku padahal sudah menubruknya.

Aku mmencoba tersenyum, tapi sungguh sulit karena tak singkron dengan hati ini. Tapi, aku tahu ini tak benar.

“Couldn’t you see here?” Tanyanya, aku masih dengan senyum kaku mencoba mengeluarkan suara.
“Sorry, I wasn’t here…” Jawabku lirih dan sekenanya. Cowok tinggi berambut pirang itu terlihat tak suka…
“You….” Dia mencoba bicara mengacungkan buku di tangannya yang aku yakin dia sedang belajar bahasa indonesia.
“Maaf…” Ucapku lagi
“you kidding me, silly!” Umpat cowok tinggi pirang itu.

Sabtu sore, sepanjang jalan pantai Kuta sangat padat oleh pengunjung baik itu lokal maupun wisatawan mancanegara, tak heran kan kalau banyak penjual nasi, minuman, atau sekedar snack juga memadati pantai Kuta yang masih tetap menjadi tempat favoritku menatap Sunset atau sekedar menikmati senja walau kata orang kini tak lagi indah karena kotor oleh sampah.

Menatap langit jingga di ujung sana membuatku tersenyum, dan ini adalah senyum yang tak aku paksakan semenjak kedatanganku di Bali satu tahun yang lalu. Aku, Cinta kabur mencari kehidupan di Bali karena ingin mengobati luka hati.

Langit semakin gelap, warna jingga pun kian memudar, udara semakin dingin, aku berdiri dan melangkahkan kaki mendekati bibir pantai, lalu berjalan lurus ke arah utara…terus dan terus berjalan membiarkan saja kaki kecilku di sentuh ombak.

Sejauh ini aku melangkah, ternyata perasaan yang sama masih mengikutiku karena aku memang memiliki rasa yang sangat dalam terhadapnya, jadi tak semudah itu seseorang menyuruhku melupakannya. Karena cinta tetaplah cinta walau itu cinta tak sampai.

Langkahku didorong oleh kenangan masa lalu yang sangat pahit. Sangat pahit sehingga membuat aku sempat membenci walau akhirnya aku bisa mengontrolnya, kini aku sudah tidah membenci atau mencintainya, tapi untuk melupakan memang tidak mungkin. Pernah dengar kan? Forgiven but not forgotten. Aku tak mendendam pada siapa-siapa.

Aku percaya luka yang menyimpan banyak kenangan ini akan sembuh dengan berjalannya waktu.

Advertisements

24 thoughts on “Sepotong Luka Cinta

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s