Tanya “Kenapa?”


Sering kita melontarkan tanya “kenpa?” sebagai contoh “ Ya Allah, kenapa begini?” atau “TYa Allah, kenapa begitu?” padahal jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Sudah seharusnya kita malu melontarkan pertanyaan itu karena Allah selalu memberikan kita yang terbaik, tak pernah ingkar janji dan subhanallah DIA juga maha pengasih.

Hanya sebagai alarm untuk diri sendiri saja, sebaiknya kita memang mengurangi pertanyaan “kenapa?” kepada Allah. Karena jawaban itu kita yang tahu. Kita mendapatkan masalah, kalau kita telusuri sebenarnya sumbernya juga dari kita sendiri.

Hanya meyakini satu hal, Allah sudah dan selalu memberikan yang terbaik yang seharusnya yang kita lakukan adalah bersyukur bukan banyak tanya.

Saya sebel lho kalau sering ditanya-tanya dengan pertanyaan sama, he he he. Karena Allah maha baik saja makanya Dia tak pernah sebel dengan kita, sebenarnya sadar atau tidak pertanyaan yang kita lontarkan itu intinya sama.

Have a pleasant day and Allah loves you 😉

Advertisements

12 thoughts on “Tanya “Kenapa?”

  1. Amiiin…
    Jadi, saya juga nggak boleh tanya nih kenapa Hani nggak pernah main ke rumah saya?
    Hehehe, padahal sayanya juga jarang berkunjung…sorry Han, beberapa hari terakhir lagi bad mood 😦
    Yang jelas, miss u, miss u… 😀

  2. manusia itu selalu berkeluh kesah, padahal nilkmat yang banyak telah Allah berikan untuk manusia…smg kita termasuk dalam golongan orang yg selalu bersyukur dan sabar.

    how are you hani?

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s