Kidung malam


Malam ini terasa panjang dan tak berujung dan haripun serasa lambat merayap tak mau beranjak, tanpa deruh dan detak irama jantung yang melantunkan cinta….

Aku merangkak, merayap menerbangkan jiwaku bersama angin malam menabur kasih berharap kemegahan surya menyambut harimu dan kau dapat tersenyum riang wahai pujaan hatiku….

Cintaku karena Allah, maka dia tak bisa mengering tak dapat layu dan akan senantiasa tumbuh indah melambai mengucap “aku cinta padamu”

Advertisements

15 thoughts on “Kidung malam

  1. wah, cinta karena Allah..
    rasanya lempeng…
    karena semuanya sudah ada ‘pagarnya’..
    kidung malam itu ada hubungannya dengan sholat malam, mbak..

    maaf lama tidak berkunjung…

    salam sahabat
    Uda Riki

  2. hmm…
    Kenapa puisinya selalu berkaitan dengan malam hari ya? 😕
    Gak coba membuat puisi tentang siang hari kak? 😉

  3. Atau mungkin bikin puisi tentang pagi hari, Han?

    Haniii…
    Malam memang indah buat merenung dan merasakan cinta kita pada Sang Illahi Robbi 🙂

    Berhubung sekarang udah pagi, saya juga mau ngucapin selamat bekerja buat Hani, be happy dan peluk sayang dari saya…

  4. memang tiada waktu yang paling indah ciptaan Tuhan selain malam
    Ketika gemintang terpendar dimarcapada
    Nyanyian malam adalah denting merdu walaupun tanpa nada
    Illahiyyah menorehkan shiluet dirindang maniskara
    Ber Istighfar seakan terhantar langsung merambah Louhilmahfudz

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s