Sebuah Tragedi percobaan melarikan diri


Sehabis cerita hantu nenek buyut ada lagi hal yang bikin aku malu kalau Bunda mengungkitnya.

Dulu, saat aku kecil aku tidak pernah di kasih main ke luar rumah, pulang sekolah langsung dilanjut makan, lalu mandi dan bubu siang. Namun, satu hal yang aku tidak suka adalah bubu siang!

Jadi bisa ditebak setiap waktunya bubu siang aku selalu mencari cara bagaimana agar bisa kabur dan bermain seperti anak-anak kampung lainnya yang bisa keliaran di mana-mana pada jam-jam itu.

Suatu hari, seperti biasanya Bunda selalu memaksaku untuk cepat masuk kamar setelah dia memandikan aku dan membedaki wajahku dengan bedak talk (serasa bayi aja, padahal udah kelas 1 SD, tapi harumnya bikin yg deket pingin langsung nyium kata Bunda….pipinya ngegemesin, he he he). Setelah masuk kamar Bunda langsung Bunda menutup pintu kamar dan menguncinya tapi Bunda lupa mengambil kuncinya dan bisa ditebak saat aku yakin Bunda sudah terlelap aku langsung pelan-pelan buka pintu kamar lalu keluar dan mengambil mainan dan kadang menonton anak-anak tetangga bermain dari balik kaca rumah.

Bagaimana memastikan Bunda udah lelap atau belum? cukup melambaikan tangan di depan matanya kalau ga ada respond berarti Bunda udah lelap 😀

Hari berikutnya, Bunda mulai sedikit gak mau kalah beliau meletakkan kunci kamar di atas pintu, letakknya emang lumayan tinggi dan susah menjangkaunya tapi aku kan nggak bodoh, seperti biasa saat yakin Bunda lelap aku berjalan pelan dan hati-hati sambil pegangan di tembok, lalu naik ke sandaran ranjang yang lumayan tinggi and….I got the key in my hand 😉

Besuknya? Bunda sedikit jengkel karena sudah dua hari aku kabur mulu akhirnya beliau mengunci kamar dan menaruh kuncinya di bawah bantal tapi….tidak usah aku beri tahu bagaimana caranya karena kenyataannya aku masih bisa kabur 😀 (lihatlah betapa pintarnya aku).

Tapi, besuknya aku kurang beruntung. Seperti kemarin Bunda meletakkan kunci di bawah bantalnya..dan seperti biasa pula saat Bunda mendekapku aku pura-pura merem aja biar disangkahnya udah tidur, he he he kan kalau aku udah merem Bunda pasti juga akan melepaskan dekapannya.

Seperti yang aku duga Bunda melepaskan dekapannya, membelakangiku dan aku yakin Bunda juga udah lelap karena sudah agak lama juga (aku yang pura-pura tidur aja udah capek) lalu aku perlahan bangun, ooops, Bunda membalikkan badannya tapi tak membuka mata…syukurlah….lalu aku cek seperti biasanya, aku lambai-lambaikan tanganku di depan Bunda tak ada reaksi namun entah mengapa saat itu aku merasa tidak yakin saja karena setiap aku mulai menelusupkan tanganku ke bawah bantal Bunda langsung bergerak lalu dengan berani aku mencoba mengeceknya dengan cara lain yaitu dengan (bodohnya) aku mencoba membuka mata Bunda dengan jari-jariku perlahan, dan….Bunda langsung membuka matanya lebar…

“Lhaaaaaa…..mau kabur, ya???” pekiknya, kontan aku langsung kaget, marah-marah (karena malu) dan menangis…..sementara itu Bunda tertawa (penuh kemenangan) terpingkal-pingkal.

Huuuu…..semenjak itu aku gak pernah berusaha kabur lagi dn selalu rutin bubu siang.

Advertisements

35 thoughts on “Sebuah Tragedi percobaan melarikan diri

  1. kalau orang barat bilang…..”GOTCHA”…..hehehehe, memang enak banget kalau mengenang masa kecil…pikirannya hanya main, main, dan main terussssssssssss….kalau udah tua begini ga nyelinap lagi donk kalau mau keluar rumah???

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s