Si Manis

Si Manis itu, biasa begitu aku memanggilnya selalu dingin dan kaku di setiap kesempatan, namun aku yang ada di dekatnya tahu bahwasannya dia selalu manis dan humoris.

Si Manis sering juga berkata pedas dan menakutkan jika marah, tapi dia buat aku itu hal yang biasa karena aku sering melihatnya walau itu tak ditujukan padaku. Bagiku mudah saja, kalau seumpama dia berkata kasar atau marah padaku maka aku akan berhenti berteman dengannya. Aku gak mau berlaku kasar oleh karena itu tak mau juga diperlakukan kasar.

Si Manis ini selalu menakjubkan buat keluarganya, dia selalu berusaha menghabiskan waktu dengan siapa yang di sayanginya. Selalu saja banyak cara buat dia untuk menghabiskan waktu bersama, bercengkeramah, sangat manis, kan? Aku belajar dari si Manis dalam hal ini, tak ingin menyia-nyiakan waktu hingga terlewatkan begitu saja dan menjadi sia-sia karena waktu memang harta yang paling berharga yang tak mungkin bisa diputar kembali. Bahkan penyesalan paling mendalam tak dapat mengembalikannya.

Inspirasi dari si Manis, kucing liar yang suka main di depan kamar kost.

Tentang seorang Idola

Aku terkesan dengan ketegasannya dalam bertindak, aku terpesona dengan senyum anggun dan manisnya yang tetap menyimpan ketegasan, aku sirik dengan keliahaiannya bernegosiasi, sirik dalam artian; aku selalu memperhatikan apa yang dikatakan agar aku bisa tiru dan mau belajar darinya. Singkatynya, aku mengaguminya.

Aku mengagumi sosok itu sekian lama, hingga segala cerita buruk tentang dia yang masuk ke telingaku hanya seperti angin “wush” dan hilang begitu saja. Di samping aku memang tak pernah peduli dengan pendapat orang yang memberikan suatu penilaian, bukan hanya padanya tapi pada semua orang.

Waktu terus berjalan, aku merasakan sosok yang kukagumi itu ternyata sering berlaku sedikit curang. Tapi, ah sudahlah aku mengabaikan karena tak ada manusia yang sempurnah bahkan seorang idola seperti dia. Tentu saja idolaku.

Satu kecurangan, dua kecurangan, tiga kecurangan sampai pada hal-hal yang akhirnya terasa menyakitkan buatku. Dia mulai suka mencari-cari kesalahanku? Kenapa? Merasa tersaingikah? Bukankah aku masih mengaguminya? Mengidolakannya? Only, the matter of time jika kadang aku mendapatkan keberuntungan lebih baik.

Aku masih mengaguminya walau tak lagi mengidolakannya, karena kebaikan-kebaikan dia. She is one of the superior I met, one of teacher I should learn from.

#Hanya cerita fiksi tentang sosok idola. Kita pasti pernah mengidolakan seseorang dan kemudian kecewa dengan sosok idola kita, bukan? Bersyukur kalau tidka pernah kecewa 🙂 Ini hanya salah satu cuplikan cerita tentang itu….

Percakapan maya


“Cha….gue mau liburan ke Singapore nie…loe kapan?”

Chacha tersenyum membaca deretan kata di monitornya, Putra sahabat cowoknya semasa di kota B dulu. Sekarang mereka kembali ke kota-masing-masing dan hanya berhubungan lewat messenger or chatting.

“Belum pernah merencanakan liburan kesana, tapi minggu depan aku mau ke kota B”

Balas Chacha. Dengan cepat Putra membalas:

” Oh ya? kita ketemuan yuk! gue juga ada rencana mau ke rumah temen gue “

Chacha segera membalas lagi:

” Boleh, kalau gitu ntar aku minta pin BB kamu aja biar aku bisa hubungi. Sekarang aku udah ngantuk banget, kabar-kabari aja ya..”

ketik Chacha lumayan panjang karena matanya sudah sepet n gak bisa dibuka.

” Wah gue udha nggak pake berry-berry, Cha….udah gak jaman kali…loe sih beli berry-berry pas gak jaman juga…”

Balas Putra sekenanya. Chacha segera mengetikkan sesuatu dengan perasaan yang sedikit tersentil. Bukannya ganti kasih nomer telpon atau apa malah ngomong gitu…mau ketemuan gak sih begitu pikirnya…

“Beruntung kamu kerja cuma buat diri kamu sendiri, tapi aku beruntung karena aku kerja bisa bantu hidup keluargaku. Aku tidur dulu yah…have fun 😉 “

Putra langsung diem gak balas, gak tahu apa yang ada dipikirannya sekarang. 5 menit menunggu tanpa jawaban Chacha men-shutdown note booknya.

*Jujur saya juga nggak ngerti apa makna dari cerita di atas, he he he he. Hanya menebak-nebak apa yang sedang ada dipikiran Putra sampai dia gak balas-balas…..

Mantra Pagi

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi mentari cerah yang menyapa pagimu,
Memberi rasa hangat dengan kecupan mesrah di kening untuk membuka matamu 🙂

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi kopi hangat menemani menu wajib pagimu,
Memberi rasa segar dan semangat di setiap kau mengawali hari 🙂

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi udara segar yang kau hirup di setiap pagimu,
Memberimu nafas dalam setiap detikmu….

Sayang, sudahkah aku menjadi candumu?

Semoga hari-harimu penuh cinta dan selalu indah 🙂

TERKENA KUTUKAN

PERNAH MENGALAMI SEBUAH KUTUKAN KARENA PERBUATAN KITA?

Wow! CAPSLOCK semua….jadi inget kata “CAPSLOCK SEMANGAT” intinya sih sebenarnya memperbesar semangat, menegaskan:D (istilah sendiri, he he he).

Kembali lagi ke kutukan, teman-teman pernah tidak merasa kena kutukan? He he he he…misalkan dikutuk menjadi cantik, menjadi cakep,he he he he

Kalau gitu mah mau banget….begini…saya mau cerita kalau pertama kali saya merasa kena kutuk itu adalah saat saya kena cacar 2 tahun lalu….kena penyakit cacar itu gak boleh kena angin ostosmastis kan gak bisa keluar kemana-mana, bintik-bintik merah, gatal-gatal dan akhirnya saya yang terkanal narsis kan gak bisa tebar pesona (ini saya 2tahun yang lalu ya), makanya saya namakan kutukan 😦

Dan yang terakhir saya ini merasa sekali kalau ikan-ikan mengutuk saya sehingga saya gak bisa berenang, kenapa mereka mengutuk saya? karena saya hobby makan teman mereka! Ya,….I am fish lover, hampir setiap hari makan ikan karena saya gak begitu suka makan daging almost vegetarian 😀 (masih almost ya…he he).

Tulisan ini hanya for fun, mohon tidak dimasukkan ke hati….jadi ini kutukan kalau sahabat membaca ini, he he he he

Menuntut pertanggung jawaban


“Kamu baik-baik saja?”
“sangat baik” jawab saya

“How are you?”
“I am great” jawab saya

“Maaf saya udah bikin kamu gak nyaman”
“Tak apa, udah biasa kok” jawab saya dengan senyum

“Kamu jangan mau dunk digituin” (saya tak bisa mengatakannya secara komplit di sini)
“Tak apa, saya percaya apapun yang saya lakukan tak ada yang sia-sia” jawab saya masih dengan senyum

“Say, kamu udah diperlakukan tidak adil begini kok mau sih”
Sebelumnya pasti saya sudah melakukan beberapa hal, seperti menangis, menulis(therapy saya), mengeluh (curhat pada Tuhan) tapi setelah semua rasa itu ternetralisir, jawaban yang keluar adalah:
“Nggak apa, ini menguatkanku Mbak. Ada Tuhan yang maha adil, apa yang aku khawatirkan?”

“Jangan terlalu capek ya sayang….”
“Iya, Ma..untuk sebuah target kan emang harus sedikit extra keras”jawab saya masih dengan senyum.

“Jeng, kamu baik-baik saja? Maaf, ya…”
“Tak apa…santai aja, saya tetep bahagia kok… ” jawab saya dengan senyum, karena sudah mulai terbiasa 🙂

Semoga percakapan di atas tak sekedar terucap dari bibir saya, namun menggerutu setelahnya…karena jujur kalaulah itu saya yang dulu pasti saya akan banyak menghabiskan waktu menggerutu dan meratapi diri. But, saya percaya manusia pada fitrahnya terlahir sempurnah (dari mahluk lain) jadi kita ini terlahir dengan segala kesempurnaan, termasuk terlahir bahagia (sukses, dsb), hanya pilihan kita mau menjemput kebahagiaan itu atau tidak.

Saya merasa tak ada alasan untuk meratapi diri, merasa akan membuang waktu jika hanya pergi menyendiri, mengasihani diri sendiri. Saya sudah pernah ada di posisi ini dan hanya membuahkan penyesalan dikemudian hari karena telah membuang waktu yang sangat berharga untuk orang-orang yang mengasihi saya.

Can’t be only say then miss away…saya emang harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah saya katakan pada orang-orang di sekeliling saya.

Have a nice weekend, wish you have a lovely weekend 😉

Awal yang baik..


Saya yakin semua oang ingin mengawali segaa sesuatu dengan hal-hal yang baik agar nantinya berlanjut dengn baik. Sama, saya juga demikian…seperti postingan sebelumnya…sebenarnya saya ingin bilang pada diri saya sendiri “Hai, awali bulan ini dengan rasa cinta terhadap dirimu”dan tentu saja dengan disertai do’a dan pengharapan yang indah.

Tapi, untuk sesuatu yang indah memang tak selalu di awali dengan yang indah pula walaupun Juni saya diawali dengan rasa kecewa yang berubi-tubi saya sangat optimist dan yakin bahwa for the rest saya akan mengalami banyak kejadian yang indah. Oleh karena itu saya bersyukur sekali karena kemarin saya dibuat sedih, dibuat menangis (karena kecewa) dan kalau boleh jujur saya sempat ingin berteriak dan menyumpah serapahinya, tapi saya ingat wajah kedua orang tua saya, terutama Bunda saya. Sungguh, saya bersyukur sekali dengan kejadian kemarin kalau tidak ada yang membuat saya sedih dan menangis saya tidak yakin bisa seoptimist ini, hiks hiks, ha ha ha ha

Yang beberapa waktu terakhir ini mengalami hal yang sama seperti saya, jangan larut dalam kesedihan ya…he he he..kita harus yakin kalau banyak hal indah yang tak terduga yang akan terjadi…kita nggak boleh terfokus pada hal-hal buruk yang terjadi karena kalau kita terus membiarkan pikiran kita liar terbawa arus sedih saya percaya bukannya nggak mungkin hari ini pun saya akan mengalami hal buruk lainnya. Makanya saya marah pada adik saya yang hobby pasang status mellow di FB nya (udah gitu masalah cinta lagi!), seolah dia tidak beriman pada Allah. Kenapa demikian? karena saya percaya Allah menciptakan kita bukan untuk menjalani atau merasakan hal-hal buruk itu..

Sungguh apapun yang terjadi ini adalah awal yang baik, for you and for me 🙂

Buka aib orang itu dosa??


Apakah membuka aib orang itu dosa? iya…saya tahu, dan malam ini saya ingin membuka aib seseorang, seseorang yang tidak jauh-jauh dari saya, bahkan sangat dekat dengan saya. Orang itu adalah saya sendiri.

Jadi, aib itu adalah…saya ini kadang kelewat narsis dan orang-orang terdekat saya juga mengakuinya…masa sih saya ini sering bilang ke mereka kalau saya ini cantik dan tahu tidak sih….kadang mereka yang ingin memuji jadi urung karena takut kepala saya kian membesar saja 😛

Ha Ha Ha…dan yang lebih parah, saya ini juga kadang suka memandangi foto saya sendiri 😀 (parah banget, kan?)

Apakah ini penyakit? Entahlah yang jelas kalaupun ini penyakit saya menyukainya karena saya lebih bisa menyayangi diri saya, karena ada ungkapan yang bilang “Sayangi dirimu sebelum orang lain” (emang ada ya?sepertinya penyakit gila saya makin parah 😀 )

Apapun penyakit saya, yang pasti saya merasakan ada aura baik mengalir dalam aliran darah saya (halah!) dan saya yakinkan diri untuk memulai Juni ini dengan harapan yang lebih baik. Saya mencium aroma kebaikan dan bisa merasakannya, semoga bulan Juni menjadi awal yang baik buat kita semua, amin 🙂