Tentang seorang Idola

Aku terkesan dengan ketegasannya dalam bertindak, aku terpesona dengan senyum anggun dan manisnya yang tetap menyimpan ketegasan, aku sirik dengan keliahaiannya bernegosiasi, sirik dalam artian; aku selalu memperhatikan apa yang dikatakan agar aku bisa tiru dan mau belajar darinya. Singkatynya, aku mengaguminya.

Aku mengagumi sosok itu sekian lama, hingga segala cerita buruk tentang dia yang masuk ke telingaku hanya seperti angin “wush” dan hilang begitu saja. Di samping aku memang tak pernah peduli dengan pendapat orang yang memberikan suatu penilaian, bukan hanya padanya tapi pada semua orang.

Waktu terus berjalan, aku merasakan sosok yang kukagumi itu ternyata sering berlaku sedikit curang. Tapi, ah sudahlah aku mengabaikan karena tak ada manusia yang sempurnah bahkan seorang idola seperti dia. Tentu saja idolaku.

Satu kecurangan, dua kecurangan, tiga kecurangan sampai pada hal-hal yang akhirnya terasa menyakitkan buatku. Dia mulai suka mencari-cari kesalahanku? Kenapa? Merasa tersaingikah? Bukankah aku masih mengaguminya? Mengidolakannya? Only, the matter of time jika kadang aku mendapatkan keberuntungan lebih baik.

Aku masih mengaguminya walau tak lagi mengidolakannya, karena kebaikan-kebaikan dia. She is one of the superior I met, one of teacher I should learn from.

#Hanya cerita fiksi tentang sosok idola. Kita pasti pernah mengidolakan seseorang dan kemudian kecewa dengan sosok idola kita, bukan? Bersyukur kalau tidka pernah kecewa 🙂 Ini hanya salah satu cuplikan cerita tentang itu….

Advertisements

12 thoughts on “Tentang seorang Idola

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s