Si Manis

Si Manis itu, biasa begitu aku memanggilnya selalu dingin dan kaku di setiap kesempatan, namun aku yang ada di dekatnya tahu bahwasannya dia selalu manis dan humoris.

Si Manis sering juga berkata pedas dan menakutkan jika marah, tapi dia buat aku itu hal yang biasa karena aku sering melihatnya walau itu tak ditujukan padaku. Bagiku mudah saja, kalau seumpama dia berkata kasar atau marah padaku maka aku akan berhenti berteman dengannya. Aku gak mau berlaku kasar oleh karena itu tak mau juga diperlakukan kasar.

Si Manis ini selalu menakjubkan buat keluarganya, dia selalu berusaha menghabiskan waktu dengan siapa yang di sayanginya. Selalu saja banyak cara buat dia untuk menghabiskan waktu bersama, bercengkeramah, sangat manis, kan? Aku belajar dari si Manis dalam hal ini, tak ingin menyia-nyiakan waktu hingga terlewatkan begitu saja dan menjadi sia-sia karena waktu memang harta yang paling berharga yang tak mungkin bisa diputar kembali. Bahkan penyesalan paling mendalam tak dapat mengembalikannya.

Inspirasi dari si Manis, kucing liar yang suka main di depan kamar kost.

Advertisements

30 thoughts on “Si Manis

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s