Renungan Menjelang Ramadhan

“Ma…minta itu” teriak seorang gadis (kira-kira)6 tahun menunjuk ke sebuah boneka besar di etalase toko boneka. Sang Mama masih sibuk dengan sang adik yang kira-kira masih berusia 2 tahun.

” Kan di rumah banyak boneka seperti itu… “ Ucap sang Mama kemudian sambil melihat ke arah sang Papa yang kini gantian menggendong si adik yang rewel dan juga meminta sesuatu.

Gadis kecil itu mulai merajuk dan tak mau bergerak dari etalasi toko toko boneka, sang Mama melempar pandang ke arah suaminya seperti meminta persetujuan.

” Kakak kan mau sekolah, katanya minta tas baru…. “ bujuk sang Mama, namun si gadis kecil tak bergerak dan mematung di depan etalase. Akhirnya, mereka masuk ke toko boneka itu dan membawa pulang boneka yang tingginya hampir sama dengan anak gadisnya.

Ah…kejadian di atas membuat saya merenung, betapa keterlaluannya kita jika sekarang setelah dewasa masih saja menyusahkan orang tua karena melihat kejadian itu membuat saya berpikir, bahwasannya orang tua demi anaknya mereka berani dan mau melakukan apa saja. Sedang kita apa yang sudah kita lakukan? Orang tua minta tolong sesuatu saja kadang kita bentak, astaugfirullah…saya benar-benar membenci anak model seperti ini dan yang terlintas dalam benak saya hanya ” Jangan mengeluh jika kelak kau juga dibentak-bentak oleh anakmu “.

Yang jelas, kejadian di atas membuat saya langsung berkaca-kaca karena ingat dengan Bunda saya. Ingat kejadian saat menjelang lebaran, ayah yang sednag keluar kota belum mengirim uang sedang saya belum dibelikannya baju baru, Bunda dengan tanpa lelah lembur membuat jala ikan yang harganya emang lumayan mahal karena jala ikan buatan Bunda memang terkenal kuat dan halus anyamannya. Demi sepotong baju lebaran beliau rela seperti itu, demi menyiapkan sarapan buat anaknya beliau rela bangun pagi. Masih ada alasan untuk berkelit kenapa kita berani membentak orang tua kita terutama Bunda kita?

Semoga ramadhan tahun ini menjadi awal yang baik buat kita semua untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Akhirnya saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, mari kita sambut Ramadhan tahun ini dengan hati yang bersih dan semoga ibadah kita mendapatkan rodho Allah SWT.

10 Things you must love me!

Ini adalah PR dari adik blogger si Ikky, eh btw, berani-beraninya ya anak kecil kasih PR ke saya :mrgreen: Sebenarnya banyak banget amanah sahabat-sahabat blogger yang lain yang tak dapat saya tunaikan, dan yang ini yang paling mudah dan kebetulan saya ditemani Pahlawan saya mixed cereal dan kopi makanya saya ingin menunaikannya walau…iya tak semua.

Yup, here you are 10 things about me! Saya itu…

1. Saya itu sayang keluarga, salah satu motivasi saya untuk terus maju menghalau segala rintangan adalah mereka especially Bunda.

2. Pecinta kopi, meski dilarang kayanya EGP banget…karena enak sih ya…he he he he

3. Takut sama cicak. Kecil sih tapi entahlah traumatis saya terhadap cicak belum juga hilang….

4. Tidak Romantis, he he he he….sangat cuek bahkan!

5. Suka membaca buku, terutama buku-buku motivasi, psikologi, marketing dan philosophy menurut saya mereka saling berkaitan 🙂

6. Pelaku Bisnis Oriflame, everybody knows dech, he he he he. Ngiklan gak sih kalau saya bilang Bisnis Oriflame ini emang bagus? Karena iya…emang bagus 😉

7. Seorang Personal Assistant merangkap sales, he he he

8. Bercita-cita memiliki usaha penitipan anak dan juga foundation buat street kids (aminnnn)

9. Pingin terbitin buku-buku dongeng buat anak kecil, karena ingin menyampaikan dan mendidik anak melalui dongeng.

10. Suka nulis tapi malu kalau nyebut diri blogger karena blogger yang jarang update artikel….

Kira-kira itu ya….saya nggak berani meneruskan ke siapa-siapa, he he he jad maaf ya Ky kalau berhenti di sini 😉

Have a nice weekend!

Antara saya dan Romantis

Foto di ambil dari Google

” Hani romantis dech, suka bikin puisi-puisi gitu “ puji seorang teman yang asli bikin saya langsung menutupi muka dengan sepuluh jari lentik saya (weks!fitnah banget ya? he he he)

” Wah….beruntung banget yang jadi pacarnya Hani karena sering dibikinin puisi-puisi gitu “ Ada juga yang fitnahnya lebih kejam seperti itu. Saya tersinggung dan merasa terhina [weiiittss, too much dech :P]

Saya ini orangnya cuek, and gak peduli dengan nota bene kata-kata romantis buat nunjukin sayang ke seseorang karena saya sih lebih ke tindakan. Kalau kekasih saya, saya akui emang romantis abis booo…lihat aja di wall FB, doi rajin kirim puisi yang asli bikin beberapa orang sirik dan patah hati (PD kali, ha ha ha ha)

Dan kalaupun saya tiba-tiba membuat puisi buat si dia, itu semata karena saya dan dia berjauhan dan begitulah cara saya mengungkapkannya berhubung tak dapat melakukan tindakan apa-apa.

Saya ini kan “Talk Less, Do More” Ha ha ha ha (apa coba?) Kalau sahabat-sahabat bagaimana mewujudkan rasa sayang kepada kekasih?

#Romantic Tuesday

Galau Membeli Kenangan Masa kecilku

Hari Minggu!!!! Histeris dech…..akhirnya libur….iya, kemarin Sabtu terpaksa masuk kerja gara-gara satu dan lain hal dan akhirnya bisa santai-santai membaca buku, mulai menulis buku [eh, serius lho!dido’ain ya ;)] Dan sekarang saya mengajak teman-teman untuk meng-galau-kan amal!

Ha ha ha ha, bingung ye…apa maksudnya gitu? 😀 maksudnya sih…menggalakkan amal, kan lagi mau deket Ramadhan juga jadi moment ini bisa kita gunakan sebagai moment tepat meningkatkan amal, hm…ada yang bisik-bisik begini? “Gak usah disuruh juga aku udah amal, jangan sok tahu!” he he he, gak apa….kalau sudah merasa amalnya udah bagus wong saya di sini juga niatnya sebenarnya mau kasih tahu “kalau kamu beli buku Kenangan Masa kecilku ini, kamu sekaligus ber amal. Harganya cuma 37.900, 100% royalti untuk disumbangkan ke anak-anak Indonesia yang berhak mendapatkan”

Yang mau pesen silahkan langsung ke www.leutikaprio.com jika beli 3 bisa free ongkir ke seluruh Indonesia. Atau jika malas beli sendiri bisa juga pesan kak Julie hp 08126377918 atau teh Anny di 081646085494

Ya, ya…daripada galau trus (kaya bahasan di Twitter itu lho…) mending baca Kenangan Masa Kecilku, ada cerita masa kecil saya juga lho…yang pasti cerita-cerita ini diharapkan bisa memberikan inspirasi untuk semuanya. Karena cerita-ceritanya sangat inspirative! Jangan galau lagi ya, mendingan meng-galau-kan beli buku ini, ha ha ha ha

Prasangkah dan Rasa

Wew, judulnya agak berat dan nulisnya pun pake acara deg-degan he he he.

Di saat seseorang berprasangkah buruk terhadap kita karena apa yang kita lakukan, pasti yang kita rasakan saat itu sangat sedih kan? Mungkin ada yang ngotot menjelaskan, ada yang diam dan membiarkannya begitu saja. Tapi, percayalah lebih baik mendapatkan tamparan di pipi ketimbang harus tahu ada orang yang berprasangkah buruk sama kita apalagi setelah kita menjelaskan pun dia tetap keukuh dengan prasangkahnya.

Semacam ada ganjalan dan rasanya gak enak. Sekali lagi, ini hanya prasangkah dia karena sebenarnya tidak demikian. Baiknya bagaimana, diam saja? toh kita sudah menjelaskan kebenarannya atau berusaha menjelaskannya lagi?

Prsangkah dan rasa emang erat hubungannya, yang sering banget jadi korban prasangkah buruk pasti tahu bagaimana rasanya….

Kira-kira apa sih alasan orang-orang yang mudah berprasangkah buruk?

Pahlawan itu…


Siapakah pahlawan itu? Mereka yang telah membantu memerdekakan negara kita? Mereka yang telah membesarkan kita? Iya, mereka itu pahlawan…

Tapi….lagi, ni…siapakah pahlawan itu? Pahlawan itu adalah segelas mixed sereal coklat and kopi panas saat saya bangun dan kelaparan, yah pahlawan itu adalah pembawa delivery makanan saat saya lapar….

Ternyata tanpa kita sadari banyak sekali pahlawan-pahlawan yang ada di sekitar kita, mari berterima kasih pada mereka minimal dengan menghargai keberadaan mereka karena sekecil apapun peran mereka ternyata mereka telah membantu kita.

Have a googd weekend! 😉

Double Kopdar

Tara!!!! Hari Minggu, apa aja ney yang kita kerjakan kalau hari Minggu? Bangun siang? Malas-malasan? Atau waktu buat beres-beres rumah/kost? Menghabiskan waktu dengan keluarga? Hm….ini bukan sensus kok…hanya pertanyaan dan khusus Minngu ini pagi-pagi setelah sholat Shubu saya sudah SMS-an dengan seseorang dari Jakarta, siapa lagi kalau bukan Bunda Monda. Pasti udah pada kenal dunk, beliau kan blogger yang sudah cukup terkenal kalau nggak kenal berarti kamu Newbie! Ooops, bercanda, jangan marah dunk! he he he

Iya, teman tadi pagi-pagi sengaja saya nyamperin Bunda Monda di hotel tempatnya menginap di All season Bali. Di sana saya sudah janjian dengan si Ari – Tunsa dan akhirnya walau hanya bertiga kami tetap melakukan kopdaran, ehm, sebenarnya ber-5 karena saya membawa sepupu saya dan Ari – Tunsa membawa temannya. Waktu yang singkat tapi membawa keceriaan di Minggu mendung ini.

Tapi, sebelum kopdar di Minggu pagi nan mendung ini sebenarnya kami udah Kopdaran, cuma bedanya yang pertama ini cuma antara saya, Bunda Monda and keluarga! Sumpah saya serasa nggak kopdar ama teman blogger, serasa ketemu keluarga jauh yang sedang datang berkunjung makanya seusai makan malam bersama, eh saya nie yang ditraktirin, balik lagi karena saya serasa bertemu ama keluarga makanya saat ditawarin mau anter mau-mau aja. Sumpah dech, Bunda Monda, si Om (yang maunya dipanggil Abang aja, ha ha ha) ama si Adik udah kek keluarga yang lama gak ketemu.

Jadi ceritanya, hari Kamis jam 11-an WITA Bunda Monda kirim pesan lewat inbox FB yang isinya singkat bahwa beliau mau datang ke Bali and mau ketemuan sambil kasih nomer HP dan segeralah saya SMS Bunda Monda tapi kok gak ada balasan? ternyata emang masih sibuk ama si adik sih, he he he. Sorenya SMS lagi katanya baru balik ke hotel, ok akhirnya saya langsung memutuskan besuknyam, Jum’at malam pulang kantor langsung menemuinya. Yah…begitulah….makanya saya sebut “Double Kopdar”

Ini adalah foto Kopdar hari pertama!Pas pulang kantor.,

Kopdar ditutup dengan harapan ada waktu dan kesempatan bertemu kembali dengan waktu yang agak lama, sesugguhnya pingin traktir makan ayam bethuthu tapi waktunya mepet 😦 semoga pertemuan singkat ini berkesan ya Bunda…..mmmuach, mmuuach…

Saya emang egois!

“Cowok itu egois” kata cewek
“Cewek itu egois” kata cowok
Eh, tahu gak sih ternyata usut punya usut ternyata kita emang egois, kok…he he he he
Permasalahannya hanya dikomunikasi saja ternyata, kok saya bisa tahu? Ya tahulah….kan saya sudah melakukan penelitian pada kasus saya sendiri, ya maaf kalau ternyata nggak benar :mrgreen:

Tapi, saya bukan orang yang takut mengakui bahwa saya ini egois. Ya, saya egois khususnya dalam hal ini, ni….ngeblog…sebelumnya saya emang mau minta maaf kalau tak mampu membalas semua comment, sungguh saya lebih memilih berkunjung balik ketimbang nunggu comment tereply akibat inet yang lelet. Lanjut kepengakuan saya tadi, saya ini egois karena terkadang saya bener-bener antipathi buat melakukan kunjungan balik ke seorang teman yang habis comment bilang “kunjungi balik blog saya, ya…” Menurut saya teman ini tidak menganggap saya! He he he, maaf berlebihan…tapi itulah yang saya rasakan 😥

Pada dasarnya kalau kita adalah seorang blogger ada tata krama yang otomatis termind-set di otak kita bahwa meakukan kunjungan balik ke blog teman yang telah mengunjungi blog kita itu sudah seharusnya, walaupun ada beberapa teman yang meski tidak dikunjungi balik masih suka berkunjung dan saya (terkadang) termasuk yang ini*, kalau emang ada waktu yasudah saya selalu usahakan mengunjungi bukan karena apa karena saya suka aja membaca tulisannya. Saya akan mengunjungi blog manapun yang saya suka, nggak peduli dia mau berkunjung balik atau tidak….karena saya emang menyukai tulisan dia 🙂

Yaaaaaaa, saya egois banget…tapi mau gimana lagi, he he he

*Keadaan mendukung

Ihhhh…Takuuuuuttt!!!

Pernah merasa takut? Saya pernah bahkan sering sekali! Saya takut sama cicak, takut mengendarai motor (hari gini? he he he) takut berenang dan secara nggak saya sadari ternyata semua ketakutan saya itu karena traumatis saya terhadap hal-hal yang saya takuti itu.

Bukannya saya tidak pernah berusaha melawan ketakutan itu, namun memang untuk beberapa saat ini saya belum bisa melawan ketakutan itu terutama ketakutan saya pada cicak walaupun saya sudah sering menatapnya lama saat dia nangkring di dinding, saya berpikir apa yang membuat saya takut? Apakah hanya traumatis belaka, tapi percayalah kalau tiba-tiba saya dilempari cicak saya akan pingsan pada lemparan pertama :mrgreen:

Lalu apa makna postingan ini? Tidak ada! Hanya saja saya berpikir kenapa seseorang bisa terbelengguh oleh rasa takut sehingga hanya itu-itu saja karena stuck dan takut bergerak, takut mencoba, khususnya saya. Seharusnya saya berani melawan ketakutan itu, karena jika saya dapat menerjang ketakutan itu saya akan terbebas dari perasaan tidak nyaman terhadap sesuatu yang saya takuti.

Happy Thursday, teman-teman! He he he

Karena Cinta


Gambar diambil dari Mbah GoogleSemua orang pastinya familiar dengan cinta. Bahkan anak umur 3 tahun pun tahu lho apa itu cinta, buktinya tetangga kostku yang lama anaknya yang baru bisa bicara bisa nyanyi “C-I-N-T-A” Ha ha ha ha

Apapun dalihnya Cinta emang memberikan hormon bahagia, jadi jika kita melihat sesuatu dengan cinta tidak akan ada keluhan, mengerjakan sesuatu dengan cinta semua akan terasa menyenangkan dan bukan lagi sebuah beban.

Yup, hanya sebuah uraian singkat bahwa apapun yang saya lakukan dalam hidup saya karena saya mencintai keluarga saya. Keputusan apapun yang saya ambil dan tindakan apapun yang saya kerjakan karena saya mencintai keluarga saya. Well, kadang saat sisi melancholic saya timbul emang ada kalanya saya jadi merasa lelah dan ingin menyerah tapi semangat saya berlipat-lipat jauh lebih besar dari itu semua.

Dan tindakan apapun yang saya ambil pastinya berdasarkan pertimbangan masak, kenapa? Agar saya bisa melakukannya dengan cinta. Karena saya tidak suka melakukan sesuatu yang sudah saya putuskan setengah-setengah.

Saya di dunia ini karena cinta orang tua saya, terasa mudah saat semua itu berdalih “dengan” atau “karena” cinta. Dan semoga kita tak salah dalam menilai dan memilih cinta.

#Romantic Tuesday.