New Habit di Kampung Halaman


Alhamdulillah sahabat, akhirnya mulai Minggu kemarin saya sudah sampai di kampung halaman nan asri walau sedikit kecewa pas di perjalanan, bukan masalah macet kok tapi masalah jalan menuju kampung saya yang beberapa bulan lalu masih tampak mulus sekarang udah gak karuan, rusak! Hanya aspal di depan rumah yang kondisinya masih bagus….
Continue reading

Bukan Kontes Mis-Mis-an


Sudah tanggal 25 Augustus saja, padahal kemarin masih tanggal 1 Agustus (3 minggu kemarin maksudnya :mrgreen:). Ramadhan ke-2 di Bali dan alhamdulillah ibadah tahun ini lebih lancar dan lebih baik.

Sudah lebih dari seminggu saya sedang berancang-ancang membuat kontes kecil-kecilan, materi dan hadiah sudah dipersiapkan, eh teman ada yang mengusulkan katanya ntar saja selepas lebaran karena takut yang ikutan tak banyak. Baiklah….
Continue reading

Andaikan saya bisa terbang

“Andaikan aku bisa terbang, pastilah aku akan terbang kesana dan langsung memelukmu sayang… “ rayu seorang cowok kepada seorang cewek.

Tapi, sayang ceweknya adalah saya, Hani :mrgreen:

“Eh, pastikan di langit ada polantas dulu baru ngayal bisa terbang yang ada ntar kamu malah nggak mau ngalah kebut-kebutan ama burung”
Continue reading

The other side of me…


Kemarin dua postingan, saya sempat kaya gimana gitu..mellow, mellow gak jelas sebenarnya malu pas tahu ada yang comment tapi masa iya postingan mau saya hapus? Hi hi hi hi

Hani juga manusia, jadi boleh mellow and marah-marah juga, kan?
Continue reading

Pengakuan Dosa


Saya ingin melakukan pengakuan dosa, bahwa betapa buruknya mood saya akhir-akhir ini. Dan iya, lagi-lagi bukan karena pekerjaan semata, melainkan banyak hal lainnya yang memang mendukung sekali mood saya menjadi buruk.

Saya nggak tahu, sebenarnya apa penyebabnya tapi begitulah…bisa jadi karena kecapekan tapi meski kecapekan sih saya enjoy saja kok, cuma yaitu saya kalau lagi kecapekan gitu paling pusing kalau yang saya dengar dari kana-kiri saya itu bukan support malah berbagai teguran positive yang sebenarnya mengkhawatirkan saya, tapi….saya tidak mau lho ada dalam keadaan ini jadi saya nggak bisa lari dalam keadaan ini jadi tolong support saya itu saja.
Continue reading

Puasa itu harus sabar


Iya…saya tahu “PUASA ITU EMANG HARUS SABAR” tapi, saya tak tahu kenapa saya tak pernah meng-update blog ini dan begitu meng-update isinya saya malah ingin marah dan teriak-teriak saja.

Saya sedang capek saja, kok ya sih orang ini nggak bisa menjaga perasaan? Kok ya…orang ini nggak merasa malu begitu?

Haduuuhhhh, beruntung saya nggak muntaf di depannya tapi di dashboard ini! yeah….I feel better now…

Awas ya, kalau sekali lagi seperti itu saya nggak janji bisa menahan emosi saya lagi!

Tukang Hutang

“Bu…beli nasinya dunk….” ungkap saya sambil melihat jam di tangan menunjukkan pukul 18:10 artinya 11 menit lagi buka puasa, ibu jualan nasinya menyambut dengan semangat..

“Masih saja puasa si cantik ini… “ uangkapnya….eiiits, jangan protes ya…ibu jualan nasi emang terkadang begitu manggil saya karena dia memang gak tahu nama saya meski udah langganan, he he he

“Iya dong, bu….saya mau itu, itu dan itu” jawab saya sambil nunjuk beberapa lauk favorit yang tak pernah ganti yaitu sop, tongkol dan bakwan jagung.
Continue reading

Serba Cepat


Saya orangnya emang serba cepat walau tak secepat kilat. Ya….saya juga kurang suka melihat seseorang yang lamban, bukan karena kelambanannya karena melihatnya membuat saya ingin menggantikan posisi dia saja, ha ha ha ha


Bahkan, bicara saya pun cepat! Kalau orang yang nggak biasa pasti nggak mudeng-mudeng nie dengan apa yang saya bicarakan, tapi buat Anda orang Malang pastinya teriasa dengan logat bicara cepat berbeda dengan orang Jawa bagian utara yang kesannya lebih lemah lembut, hi hi hi hi hi, jadi pingin malu, ketahuan kalau saya ini orangnya berisik ya…
Continue reading

Perempuan Pembunuh

Dian mengayunkan pisau itu ke uluh hati Pramono berulang-ulang sampai Pramono tak sanggup lagi menahan udara yg ada di rongga dadanya agar bertahan di dalam ronggah paruhnya agar dia tetap hidup dan menyimpan oksigen untuk bernafas, namun Dian yang kesetanan tak memberinya ampun, hanya kemarahan yang nampak dari mata teduh dan biasanya penuh belas kasih itu. Pramono juga tak menyangkah perempuan selembut Dian mampu melakukan ini padanya…

“Dian saya minta tolong nanti antarkan makan siang buat Bu Lyan, ya?” Ungkap Pramono pada karyawan terbaik sekaligus sudah menjadi sahabat baginya.

Biasanya, walau dengan berat hati Dian akan menyanggupi permintaan Pramono. Tapi, entah kenapa pagi ini Dian merasakan sesak dalam hatinya sudah tak tertahankan, tak merasakah Pramono selama ini perhatiannya selama ini melebihi seorang bawahan ataupun sahabat? Sebodoh itu kah Promono menangkap sinyal-sinyal cemburu Dian setiap kali pembicaraan mengarah ke Lyan rekanan bisnis mereka. Ah….pagi ini benar-benar lain…ada kobaran amarah yang ingin keluar dari dadanya….

“Dian….” Ulang Promono karena dia hanya mendapatkan kebisuan Dian.

“Maaf, gak bisa” jawab Dian…

“Kok begitu? Katamu mau bantu aku dekatin Bu Lyan” ungkap Pramono ringan, Dian menahan sesak di dadanya….

“Iya, saya terpaksa…” Jawab Dian terputus..

“Dian….” Pramono setengah bergumam, menatap Dian tak mengerti.

“Bodoh, kalau sekali lagi kamu menyuruhku untuk mengantarkan makan siang untuk perempuan itu aku akan membunuhmu” jawab Dian dengan nada tinggi.

“Tapi, Dian….aku nggak ngerti…kamu, kamu kenapa??” Pramono tak mengerti….

“Aku mencintaimu, bodoh!” Tegas Dian.

“Nggak bisa begitu Dian….” Dan akhirnya mereka terlibat aduh mulut hebat sampai akhirnya Dian menghunuskan pisau ke uluh hati Promono karena penolakan Promono yang tak dapat diterimanya.

“Dian…” Promono menepuk bahu Dian pelan karena dia hanya mendapati kebisuan.

Dian mengangkat wajahnya, lalu tersungging senyum di sana.

“Baiklah Pram, tapi ini terakhir ya…” Jawabnya menahan sesak di dadanya.

“Kok begitu? Katanya…”

“Maaf, Pram…aku nggak bisa. Mulai hari ini aku resign” Dian memotong kalimat Pram lalu beranjak menahan air mata yang sudah menggenang dan tak mampu ditahannya dari tadi…

Sejatinya perempuan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa untuk menyembunyikan luka hatinya, dia mampu membunuh jika mau namun kelembutan hati yang dianggap kelemahan itu yang menjadi kekuatan untuk menutupi luka hatinya…

Perempuan yang dianggap lemah itu mampu membunuh…

 
#Saya bikin fiksi mini lagi!