Bee



Bee : Kita sudah lama tidak bersua, semenjak kamu menemukan seseorang yang mengisi hari-harimu…

(menatap dengan mata sayu)

Aku : Ada saatnya kita memang harus keluar dari keadaan yang menjebak kita dalam ketidak pastian

(ujarku lembut)

Bee : Seperti itu kah? Tapi, kamu menyukaiku dan dulu lebih suka menghabiskan waktu bersamaku

(bantahnya, seakan ingin memojokkanku)

Aku : Tapi kau tak lebih hanya maya, teman tak nyataku yang memang selalu ada saat aku butuh karena kamu hanyalah bayang-bayang masa lalu. Kini aku sudah memilih hidup dalam kepastian tapi tetap berterima kasih atas kehadiranmu.

Bee : (bayang-bayangnya mulai mengabur tanpa meninggalkan sepata atau dua kata lagi)

Aku : (Menatap cermin dan tersenyum, karena berhasil melepaskan diri dari ketidak pastian)

Senja mulai datang, ditandai oleh matahari yang mulai bergerak ke arah berat, warnahnya pun mulai berubah keemasan sangat indah, memantulkan cahaya keperakan pada air laut di ujung sana. Seorang dengan outfit putih berjalan dengan senyum, meraih tanganku dan menggenggamnya erat, kami berjalan menyusuri bibir pantai dan membiarkan air laut menerjang kaki kami, menghabus jejak langkah kami karena tujuan kami ada di di ujung sana.

#fiksi mini di hari awal Minggu sebelum kontes kecil-kecilannya di mulai 😀

Advertisements

13 thoughts on “Bee

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s