Belahan Jiwa


Selembar kertas putih, bertuliskan tinta biru melambai-lambai ditangannya karena tertiup angin.

“Jadi ini bukan chemistry saat aku tahu kamu bisa membaca pikiranku.

Kupikir dulu, saat kamu mengatakan apa yang masih terlintas atau yang ada dalam otakku adalah…wow, we have chemistry, we got the same feeling.

Yaaa, aku kecewa tapi…rasa ini benar-benar sudah terlanjur tumbuh.

Aku jatuh cinta saat itu dan sampai saat ini. Kalau kau bisa membaca pikiranku, apakah kau juga bisa mengerti isi hatiku?

Dariku Gadis yang merindukanmu”

Bayang-bayang gadis barambut panjang yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-harinya kian jelas. Rambut panjangnya yang melambai tertiup angin tapi hanya tampak dari belakang seakan tak sudi menatapnya kembali. Ah, menyesalpun tak ada gunanya karena dia telah memilih gadis lain untuk menjadi pendamping hidupnya dan membiarkan sang belahan jiwanya pergi….

“Kemana belahan jiwaku itu pergi? Kenapa saat itu aku tak mempercayai perasaanku, malah aku pikir itu hanyalah emosiku belaka, emosi seorang lelaki terhadap perempuan baik yang selalu menyemangati dan membuat hidupnya lebih berarti”

Dia melangkah gontai dan masih memegang erat kertas putih bertitahkan tinta biru itu.

Ah…akhirnya bisa nulis fiksi lagi setelah sekian lama imajinasi kelelahan, hehehhehehe

Ping Pong yang emosi

Ping Pong? Udah pernah main Ping Pong? saya nggak pernah tapi kalau ada email langsung balas, terus ada balasan lagi, kita balas dan dia membalas lagi biasanya di kantor kami sebut “ping pong” ah ini hanya istilah kami saja, he he he he

Dan ini adalah sebuah hubungan antara ping pong dan emosi, di mana ada e-mail yang tak seharusnya di CC ke saya, saya balas dengan enak dan bahasa saya eh balasannya malah bikin kepala saya panas untung puasa sehingga tak terbawa emosi. Kami ini kan cuma ngerjain tugas, atasan nyuruh apa ya kita kerjakan kadang ada tugas yang tidak detail saat bertanya detailnya atasan menjawab ” just do it or otherwise there will be more questions appears” sesal saya kok saya yang disuruh “because we trust you” begitu katanya.

Ah…ternyata ini yang menyebabkan ping pong dengan mantan karyawan yang di non activekan itu emosi dan finally dia nge-judge saya “stabbing friend” saya ngurut dada, hanya Tuhan yang tahu, mungkin saya salah tapi tak sedikitpun terlintas untuk seperti itu karena saya hanya menjalankan tugas. Kesannya saya cuma “yess, boss!” lha, tapi kalau perintahnya cuma “tolong info si A because we gonna have meeting with her” saya kira juga ini hanya regular meeting dan yes, this is my job untuk set up meeting, info ke karyawan lain jika ada meeting-meeting kan that what am I for here?!

Kadang posisi kita membuat kita dimusuhi teman? tapi, kalau teman itu tahu dan kenal kita maka mereka akan bersikap profesional “aku kenal kamu” umumnya sih gitu, tapi emang gak semua kenal kita dengan baik.

Hidup emang jadi hambar ya tanpa konflik, enjoy dech! He he he he

#Life Leap

Kambing Hitam

Pernah lihat kamibing hitam? Saya juga pernah lihat kok, apa sih salah mereka?? Kenapa mereka jadi perumpamaan?? Emang apa bedanya dia dengan wedus gimbal (kata si mbah di kampung) gak penting sih, tapi saya penasaran lho….hehehehe

Tapi, yang ini saya serius! Saya hanya merasa gemas dengan adanya beberapa orang yang suka mengkambing hitamkan orang lain atas ketidak mampuan dia. Dia bilang si A begini dan si B begitu makanya dia tidak mampu, gagal dan tidak berhasil.

Menurut perpestif saya sih, kalau saya gagal dan gak mampu pastilah semua sebabnya ya dari saya sendiri karena usaha saya yang kurang maksimal atau bahkan gak ada usaha untuk bisa, setuju?

Dan saya kira gak ada lho kata gagal atau gak bisa kecuali kita nggak pernah nyoba dan nggak pernah berusaha.

Jangan nyari kambing hitam-lah lebaran haji masih lama kalau mau nyari korban :mrgreen:

SMS Mesrah

“Sering tidak menerima SMS mesrah yang isinya itu mengabarkan bahwa sahabat mendapatkan hadiah, memenangkan undian, dan sebagainya?”

Jadi perntanyaan saya bukan lagi “pernah tidak?” tapi “sering tidak?” karena saya sering banget!

Kalau saya sih biasanya saya cuekin saja, tapi kalau dalam sehari sudah lebih dari satu itu membaut gemas dan akhirnya ingin iseng juga. Maka iseng saya jawab “Buat kamu saja dech, uang saya sudah banyak” kalau sahabat biasanya selain nyuekin pasti pernah balas kan? Apa sih balasan sahabat?

Saya sudah siap ketawa ni untuk cerita-cerita sahabat…he he he