Verona

Seperti halnya Verona, Indra pun hanya bisa tersenyum mereka layaknya dua orang bisu yang tak bisa berbicara apa-apa selain bahasa tubuh. Mungkin mereka terlalu bahagia. Kalau dulu diam Indra lebih pada menahan diri dari nafsu yang sudah meledak-ledak. Siapa coba yang tidak tergoda dengan sentuhan lembut gadis secantik Verona, kalau sekarang diam itu tak lebih pada kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Indra hanya bisa mendapati mata indah itu berkaca-kaca, ingin rasanya merengkuh gadis cantik dihadapannya ke dalam pelukan namun ada rasa takut, takut yang tak diketahui alasannya hanya timbul secara alami dan begitu saja. Dia akhirnya memaksakan diri untuk tersenyum, melihat bibir tipis Verona yang mencoba bergerak namun tak segera mengeluarkan suara dan membuat Indra menjadi serba salah.

Seharusnya Indra memulai dengan kalimat “Hai bidadari, kau sudah bangun dari tidurmu, kini bolehkah aku memeluk dan memilikimu?” tapi Indra menahan dirinya, dan iya hanya tersenyum.

“ Maaf…saya masuk tanpa suara “ lirih suara Verona, sungguh nada bicara yang dua tahun lalu Indra dengar dari seorang gadis yang sama di hadapannya ini sangat berubah, kalimat yang penuh santun. Apakah dua tahun itu sangat lama sehingga dapat mengubah seorang gadis liar yang dikendarai oleh nafsu keduniawian menjadi gadis lembut dan berpenampilan santun?

“Ve..saya, saya senang kamu datang…”
jawab Indra lirih dan terbata, suasana di antara mereka masih sangat kaku. Mereka masih berdiri berhadapan, seperti sepasang remaja yang sedang melakukan kencan pertama. Verona meremas-remas ujung kerudungnya, dan tanpa dia sadari sedang Indra bolak-balik mengacak-acak rambutnya dengan galau.

Setelah dua kalimat itu mereka terdiam beberapa menit, dunia menjadi terasa kosong hanya ada mereka berdua.

“Mmm…saya, saya menepati janji saya bahwa saya akan kembali karena saya merasa kamu adalah jodoh saya” Ucap Verona akhirnya, ada rasa legah yang luar biasa karena kalimat itu akhirnya keluar juga dari bibirnya. Verona benar-benar merasakan perubahan luar biasa yang ada di dalam dirinya, merasa luar biasa, butuh waktu yang lumayan lama untuk mempersiapkan diri menghadapi kesempatan indah seperti ini. Indra mengangguk-anggukan kepalanya, lalu tersenyum.

“Baiklah kalau begitu kita akhiri semuanya, nona..” tuturnya halus…

Awal October, musim hujan tahun ini memang datang terlambat karena musim hujan tahun kemarin juga berkepanjangan namun tetap di nanti karena memberikan kesegaran di pagi indah di mana senyum manis tanpa beban terukir di wajah Indra dan Verona, hari ini mereka resmi menjadi suami istri. Ah, kesabaran memang selalu berbuah keindahan.

Hidup adalah kumpulan dari lembaran cerita-cerita dalam kehidupan kita yang terdiri dari berbagai kisah, pahit dan manis yang memang harus dihadapi. Kisah manis yang harus dipertahankan, atau kisah pahit yang harus dilewati dengan segala proses. Pahit dan manis semuanya memiliki proses dan harus dilewati, dijalani tak dapat dihindari dan tentunya jika kita ingin mencapai cerita happy ending.

Untuk Verona dan Indra ini memang bukan sebuah ending, namun sebuah awal dari phase baru mereka setelah melewati sebuah phase perubahan yang mereka lewati dengan kesabaran. Dan ternyata hidup itu unik dan tak mengenal kata terlambat, mencoba, berusaha sampai akhirnya bertemu dengan ujung dari apa yang kita inginkan. Yes, life is beautiful indeed.

#Cerita ini originally inspired dari seorang pengagum lukisan, pecinta seni yang selalu mencari apa itu keindahan plus seorang teman baru yang selalu dengan suka hati mau sharing pengetahuannya tentang sebuah kenikmatan, as I am not well experienced on this, hehe.

Thanks sudah membawa saya mengunjungi gallery yang membuat saya mulai berapresiasi juga tentang lukisan, thanks buat sahabat baru saya yang sudah mau menemani saya menyelesaikan cerita pendek ini sampai selesai. You both amazing, semoga menemukan apa yang kalian cari.

Sebenarnya cerita ini bisa saya buat lebih panjang, tapi saya termasuk orang yang sulit focus dengan sebuah jalan cerita yang panjang, jadinya untuk sebuah originalitas dan konsistensi saya berhentikan saja sampai di sini dan semoga menghibur 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Verona

  1. Ya cerita memilih endingnya sendiri kan han.. walau kita udah patok berapa halaman tetep aja dia.akan berhenti.sebelum atau malah jauh sesudahnya hehehe..

    Akhirnya venora menikah juga 😀
    keren han.. aku suka gaya bahasa kamu yg lebih sering menggunakan kalimat cerita daripada kalimat percakapan langsung. karena menurut aku kalau terlalu banyak kalimat langsung sebenarnya penulis itu.kekurangan gaya tulisan.. hehehe

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s