Calon Suami


Rasanya suasana sepi harus terpecah dengan isak tangis Amanda, saat tangan-tangan Satria berusaha menghabus air mata di pipi halus Amanda dengan cepat Amanda menampiknya. Satria merasa tercekik, dia ingin sekali marah namun dia tak berani, dia takut menyakiti perasaan Amanda yang sangat halus itu. Dan akhirnya dia hanya menahannya, menahan amarah dan mencoba menggali cara agar dia bisa mengorek cerita dari bibir Amanda. Sebagai seorang yang menyayangi Amanda, melihat Amanda menangis Satria ingin sekali memberikan kenyamanan dengan memberikan pelukan, namun lagi-lagi Amanda menolak.

“Aku ini siapa? Aku ini calon suamimu, aku bukan orang asing bagimu” teriak Satria, tapi hanya dalam hati.

Amanda mencoba menguasai hatinya, menarik nafas berkali-kali agar bisa mengontrol emosinya, dia sedang berkeras hati meyakinkan dirinya bahwa, apa yang dirasakannya hanyalah syndrome pranikah yang semua orang juga mengalami. Tapi…..ah, pastilah kasusnya beda dengan yang dia alami sekarang, ini bukan syndrome tapi ini adalah tentang berani dan tidak berani menghadapi kenyataan. Chatter box yang ada dalam hatinya terus berargument, mereka berbeda pendapat dan itu membuat Amanda sedikit gila, ya…walaupun akhirnya dia bisa mengontrol perasaannya.

“Maafkan Manda, Mas…Manda hanya sedang ketakutan saja, mungkin ini syndrome sebelum menikah. Bisa kita teruskan perjalanan, Manda lapar..”
gumam Manda lirih.

Satria yang merasa seperti orang asing mengemudikan mobil, menelurusi jalanan yang terasa sangat panjang. Sangat panjang untuk Satria karena dia diperlakukan layaknya orang asing, sangat panjang buat Amanda karena dia tidak tahu bagaimana harus berlaku adil terhadap Satria, agar tak menyakiti Satria, tapi Satria telah menyakitinya.

Saat sesampai di sebuah rumah makan yang tak begitu mewah, namun menawarkan suasana cozy dengan alunan musik classic yang classy semakin mendinginkan suasana di antara Amanda dan Satria. Mereka memilih kursi yang berada di balcony, sehingga dapat melihat pemandangan di jalanan dengan leluasa atau bahkan melihat bintang saat menengadahkan kepala, sengaja dipilih Satria agar bisa memecahkan keheningan dan rasa kaku. Satria tahu bagaimana memperlakukan wanita, oleh karenanya selama ini dia banyak dikelilingi oleh wanita-wanita cantik sampai akhirnya pilihan jatuh pada Amanda, seorang gadis sederhana yang menurutnya mampu membawa dirinya ke dalam suatu perjalanan hidup yang lebih mendamaikan karena dia yakin dapat melewati masa-masa sulit dengan Amanda. Tapi kenapa sekarang begini, hanya beberapa detik menjelang pernikahan dilangsungkan!

“Manda, kamu tidak sedang memikirkan orang lain kan, sayang?” bisik Satria lirih menggenggam tangan Amanda erat.

Genggaman yang dulu hangat dan memberikan ketenangan ini dulu sangat disukai oleh Amanda, tapi tidak sekarang. Amanda merasakan tidak nyaman, namun demikian dia tak berani menarik tangannya kembali karena akan lebih menimbulkan banyak pertanyaan dibenak Satria. Pertanyaan Satria, bagaimana dia harus menjawab, bagaimana dia harus memberikan penjelasan kalau sekarang ini pikirannya malah penuh dengan dirinya mana mungkin ada ruang untuk memikirkan orang lain. Amanda mencoba tersenyum lalu menggeleng pelan dan beruntunglah kehadiran seorang pelayan menyelamatkan Amanda dari pertanyaan Satria karena kini dia sibuk dengan pesanannya, dia benar-benar ingin terlihat sangat lapar di depan Satria.

Bersambung ke Calon Suami Part. 3

Advertisements

7 thoughts on “Calon Suami

  1. hmm, dilema Amanda ketika baru akan memulai berubah yaa kan Han?? bukan karena pernikahan, tapi karena dia yang sudah tak sama dengan Amanda yang dulu.. haaaahhh, sotoy banget si Dhe.. 😀

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s