Calon Suami

Amanda melepas lagi baju yang telah dikenakannya, berpatut di depan cermin beberapa kali dan selalu merasa bajunya terlampau minim. Padahal dia telah memakai celana jeans panjang yang memag sedikit ketat namun, blouse panjang dengan lengan panjang. Hampir saja dia mengambil sebuah pashmina panjang dan memakainya sebagai kerudung, namun diurungkan karena dia takut semua orang berpikir aneh terhadapnya. Selama ini Amanda kan tidak berjilbab.

“Manda…” teriak Ibunya keras.

Amanda menatap bayangan dirinya dalam cermin sekali lagi, berputar di depan sana dan memastikan kalau penampilannya sudah sesuai seperti yang dia inginkan. Penampilan yang rapih dan tak mengumbar aurat. Ini memang bukan gaya Amanda, namun Amanda memastikan bahwa kali ini dia harus meninggalkan karakternya yang selalu up to date dan fashionable.

Amanda keluar dari kamarnya, sambil menenteng tas tangan bermerk yang sudah pasti ini bukan tas bermerk yang KW 1 atau KW super dansejenisnya karena tas itu dibeli dari negara asal designernya, Paris. Beruntung sekali Amanda bisa mendapatkan tas sebagus itu padahal dia hanya karyawan perusahaan swasta biasa, dengan gajih 2,5juta perbulan bisa menenteng tas bermerk seperti itu, memang dapat dari mana dia? Jangan sirik, Amanda memiliki calon suami seorang kaya raya, pengusaha muda yang biasa wara-wiri keluar negeri, passportnya pun sudah berganti beberapa kali karena saking seringnya dia bepergian ke luar negeri.

Empat pasang mata seakan melucuti tubuh Amanda, mata Ibunya dan juga Satria. Seakan ada yang aneh pada diri Amanda.

“Sudah siap sayang?” tanya Satria mendekati Amanda, sedikit menghindar Amanda tak bersuara hanya mengangguk pelan. Sang Ibu hanya melihat putrinya tak bergeming.

“Tumben, Nak?”> tanya sang Ibu lirih.

Amanda tersenyum, dia mengambil tangan ibunya lalu menciumnya, dilanjut mencium kedua pipi sang Ibunda.

“Hati-hati, Nak..” bisiki sang Ibu.

Amanda mengangguk dan di sambung dengan salam.

Langkahnya pelan mengekor langkah Satria menuju mobil Satria yang di parkir tak jauh dari pagar rumah Amanda. Layaknya seorang gentleman Satria membukakan pintu untuk Amanda. Amanda menurut saja, dia masuk lalu duduk dan saat Satria sudah berada di belakang kemudi pun semua terasa hening, tak ada suara apa-apa. Sangat dingin, sedingin AC di mobil Satria.

“Sebelum melihat baju pengantin kita, kita pergi makan dulu ya…aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat yang sangat romantis dan makanannya enak”

Amanda tak menyahut, tatapannya lurus ke luar, ke jalan yang akan dilewatinya. Tidak dapat dibohongi, Amanda menyimpan sesuatu yang membebani pikirannya. Tatapan matanya memang ke jalan panjang yang membentang di hadapannya tapi pikirannya tidak di sana. Pikirannya sedang berlari-lari, pikirannya ingin menyangkali sebuah kenyataan pahit namun tak bisa. Kini yang dia rasakan hanya bingung, tidak tahu, apakah dia harus bersyukur dan merasa beruntung memiliki calon suami seperti Satria? Atau sebaliknya ini merupakan sebuah musibah dan cobaan untuk hidupnya yang selama ini seperti tak pernah ada beban.

Deru halus suara mesin mobil itu terdengar lirih ditelinga Amanda, rasa dingin semakin merasuk ke tulang-tulang di dalam tubuh Amanda, perasaan tidak nyaman semakin menyeruak masuk, memporak porandakan rasa simpatik juga kecintaannya terhadap sang calon suami. Hati Amanda menjerit, dan memohon kepada Tuhan agar diteguhkan hatinya karena pernikahan itu tidaklah lama lagi. Kemana rasa nyaman yang dulu pernah singgah di sana, sehingga bercengkeramah dan bercanda menjadi hal biasa baginya? Tanpa sadar satu titik air mata jatuh di pipi Amanda dan beberapa detik kemudian desit rem mobil terdengar lirih, mobil berhenti, Satria memandangi wajah ayu Amanda dari samping, hatinya risau dan bertanya-tanya, ada rasa takut, khawatir terhadap calon istri yang disayanginya itu. Kenapa dia menangis?


Bersambung ke Calon Suami Part.2

Advertisements

10 thoughts on “Calon Suami

  1. Dia menangis mungkin kakinya terinjak kali Mba. He….x9
    So pasti aku nunggu part lanjutannya saja.
    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s