Calon Suami

Pelan Satria mengeluarkan isi dari amplop itu yang tak lain adalah foto-foto gambar dirinya yang sedang bercumbuh dengan beberapa wanita berbeda, Mama dan Papa Satria tercengang bahkan Papa Satria sempat menyahut satu gambar dari tangan Satria dengan kasar. Satria tak mampu mengatakan apa-apa, hanya kaget dan terkejut dia memang berniat jujur tentang hal ini tapi tidak dengan cara seperti ini. Sedang Amanda sudah terisak di dada sang Ibu.

Adik Satria bertindak sedikit lebih bijaksana, saat ada salah satu anggota keluarga lain mulai melihat-lihat gambar itu dia langsung menyahutnya. Dia bilang hal ini tak pantas dilihat, kalaupun sudah tahu ya sekedar tahu saja. Kini Satria harus memberikan penjelasan tentang gambar-gambar itu.

Lirih suara Satria mulai berbicara tentang gambar-gambar itu, bagaimana awal mulanya. Semua orang tercengang kaget, ada yang prihatin ada yang mencibir. Si tampan yang sukses dan banyak dihujani pujian itu ternyata seorang hypersex. Terutama dari pihak keluarga Amanda, banyak yang mulai menentang pernikahan Amanda karena mereka menganggap Amanda terlalu baik untuk satria.

Satria memulai ceritanya bagaimana dia memulai kenal sex, pergaulannya, dan gaya hidupnya saat di Amerika dulu. Mata Satria mulai basah saat menyaksikan Amanda terisak di pelukan sang Bunda, Satria juga bercerita bahwa saat ini dia sedang menjalani sebuah therapy karena dia benar-benar ingin menjalani sebuah kehidupan normal bersama Amanda. Dengan cucuran air mata Satria juga mengatakan bahwasannya dia sebenarnya juga ingin memulai kejujuran tentang masalah ini tapi tidak sekarang melainkan nanti saat dirinya sudah sembuh. Diakhir cerita dan pengakuannya Satria berharap diberikan kesempatan oleh Amanda.

Kesempurnaan bukanlah keadaan melainkan cara berpikir, Tuhan tak pernah menuntut manusia menjadi sempurnah karena sejatinya kesempurnaan memang hanya milik-Nya namun manusiawi jika manusia menuntut sesuatu yang terbaik, tapi apakah kesempatan untuk seseorang untuk berubah itu tidak pernah ada? Tuhan sendiri selalu memberikan kesempatan kepada setiap manusia untuk berubah, namun manusia dengan egonya kerap kali enggan memberikan kesempatan itu, menganggap suatu kesalahan adalah sampah yang menjijikkan padahal tak seorang pun yang dapat lolos dari perbuatan salah.
Namun, kita semua merupakan murid dan juga guru satu sama lain. Belajar dan menjadi pelajar dari kampus kehidupan sehingga kita menemukan satu titik yang disebut tujuan.

Amanda meregangkan pelukan Bundanya, dia mencoba berpikir jernih. Dia mencoba mencari pembenaran atas masing-masing pendapat dan tindakan orang-orang di sekelilingnya. Apa yang dipikir Amanda tidaklah demikian, dan boleh di kata kenyataannya lebih menyakitkan namun apakah cinta dapat mengubah persepsi negative itu menjadi sebuah kesempatan? Jika iya, mungkin ini yang disebut cinta dan berbahagialah Satria karena apa yang dipikirkannya tidaklah salah. Seseorang yang membuatnya ingin sembuh dari ketergantungan atau mungkin disebut kelainan ini tanpa memintanya. Iya, hal seperti itu yang disebut cinta. Karena cinta adalah ingin memberikan dan menjadi yang terbaik untuk yang dicintainya.

Lembayung senja mengantarkan tirta keemasan diiringi lamaian nyiur yang melambai-lambai seperti mengucapkan selamat tinggal siang dan selamat datang malam pekat yang penuh dengan misteri.

Langit malam sangat indah, sangat biru tanpa kabut dan terlihat di ujung sana bulan penuh yang memancarkan sinar terang hanya berteman pendar bintang membawa malam semakin indah sebagai pengiring malam pertama Satria dan Amanda.

Pernikahan itu dilangsungkan meskipun harus menunggu satu tahun masa therapy Satria.

Teka-teki hidup yang dipecahkan oleh waktu.

Advertisements

11 thoughts on “Calon Suami

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s