Satu Hari Saja!

Sejauh kaki melangkah Dinar tak berani melakukan sesuatu bodoh yang akan membawa masalah dalam cerita kehidupannya, karena sudah berhati-hati pun masalah tak pernah absent menghampiri hidupnya. Life is so complicated.

Tapi, kali ini dia tak dapat melawan ingin hatinya agar dapat berjumpa dan menghabiskan waktu barang sehari saja dengan seseorang yang selama ini dirindukannya, bukan kekasihnya hanya seorang sahabat atau seorang yang pernah dekat dengannya. Kalau hal ini dilakukan dulu mungkin tidak akan apa-apa tapi jika dilakukan sekarang ini akan menjadi suatu masalah, karena Dinar sadar mereka tak akan pernah bisa bersatu. Love is so complicated.

Dinar hanya meminta satu hari saja agar dapat bersama dengan Tio, pria yang bertahun-tahun lalu pernah dekat dengannya. Pria baik, lembut dan sabar yang senantiasa ada untuk hari-harinya yang sepi. Dinar tahu bahwasannya dia salah jika meminta waktu itu sekarang, kenapa tak dari dulu Dinar memintanya? Tapi, Dinar tak bisa karena dulu di sisinya masih ada Rian yang berstatus sebagai tunangannya.

Pagi ini serasa penantian yang sangat panjang untuk Dinar, menanti kedatangan Tio menjemputnya untuk dapat menikmati sehari yang tersisah untuknya.
Jam 08:00 seperti yang mereka sepakati Tio datang menjemputnya dengan motor matic putih yang dulu sering mengantar dan menjemput Dinar bekerja. Sengaja Dinar meminta dijemput memakai motor itu, bukan mobil atau kendaraan yang lain karena motor itu diharapkan bisa memberikan kenanga yang sama seperti 3 tahun yang lalu saat mereka masih sering bersama. Sebenarnya Dinar ingin sekali mengawali sehari bersama Tio lebih pagi dari jam 08:00 tapi semua terasa sangat konyol jika dia melakukannya.

Senyum Tio menyambut langkah riang Dinar. Tio turun dari motornya, membenarkan jaket Dinar agar lebih rapih dan menutupi semua tubuhnya. Perlakuan yang lembut masih seperti dulu, ada rasa hangat yang menyusup di hati Dinar saat jari-jari Tio tak sengaja menyentuh kulit lehernya, jantungnya berdegup tak teratur, memberanikan diri Dinar memegang tangan Tio, ada kepedihan menyusup di dadanya, titik air mata menetes dan membasahi pipinya dan dengan lembut Tio menghapusnya.

“Hush, kenapa menangis? Nggak usah segitunya, Din…aku tahu kamu ngefans sama aku tapi nggak usah sampai menangis terharu begitu” papar Tio yang memaksa Dinar tersenyum.
“Iya, kamu benar Mas, aku emang ngefans banget sama Mas Tio” papar Dinar sambil berjalan ke arah Tio yang sudah naik di atas motornya.

“Mau buat aku GR, ya? Awas, lho! Kali ini aku nggak akan kena gombalan kamu!” paparnya sambil memasang mimik lucu. Dinar naik ke atas motor, berpegangan ke pinggang Tio, meletakkan kepalanya di bahu Tio dan tak menjawab candaan Tio.

Tio terdiam sebentar, ada banyak tanda tanya di dalam hatinya. Ada apa dengan Dinar? Sikapnya kali ini sangat aneh, dia sangat cengeng dan lagi sangat berani dalam mengekspresikan perasaannya, tak seperti biasanya. Jujur Tio memang bahagia dengan keadaan ini karena artinya apa yang dirasakannya selama ini tidaklah bertepuk sebelah tangan tapi dia tak dapat juga memungkiri kalau ada rasa khawatir yang berlebih di dalam dirinya. Tio menggengam tangan Dinar sebentar sebelum menyalakan motornya.

To be continue…..

Advertisements

4 thoughts on “Satu Hari Saja!

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s