Hangatkan Hubungan dengan Orang tua

Bukan rahasia lagi, komunikasi memang menjadi kunci sukses sebuah hubungan, bukan hanya hubungan teman, atau pacaran tapi juga antara “orang tua dan anak”

Saya berbicara bukan dari sisi orang tua karena saya juga bukan seorang orang tua, tapi saya akan berbicara dari sisi sebagai anak. Ya, sebagai anak pastilah saya berharap selalu dihujani kasih sayang oleh orang tua saya dengan apapun itu caranya. Dan saya di sini berbicara pun bukan karena saya tak memiliki hubungan baik dengan orang tua saya, karena sebaliknya orang tua saya adalah orang tua yang luar biasa, yang tak pernah tak ada saat kami anak-anaknya membutuhkan yang tak pernah malu mencium pipi kami ataupun membelai lembut rambut kami meskipun kami sudah bukan anak kecil lagi, bahkan jika saya diberi kesempatan hidup dua kali saya ingin menjadi anak mereka kembali dan ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan saya terdahulu.

Tentu saja sangat beruntung menjadi saya (maaf ungkapan ini bukan maksud untuk sombong, hanya ungkapan syukur dan juga appresiasi tertinggi saya kepada kedua orang tua saya) yang memiliki orang tua yang bisa menciptakan komunikasi dua arah yang sangat baik sehingga kesalah fahaman antara orang tua dan anak selalu bisa diselesaikan dan kami tak saling menyimpan masalah. Tapi, bagaimana ceritanya jika ada seorang memiliki orang tua yang cenderung tak memiliki kemampuan komunikasi yang baik? tak bisa membuka komunikasi dengan anaknya alias sama-sama diam dan bicara kalau ada masalah saja?

Jika berada dalam posisi ini, di mana kita sebagai anak harusnya kita lah yang harus bisa membuka komunikasi dengan orang tua, belajar mengungkapkan apa yang kita inginkan, saya kira orang tua kita akan sangat senang jika kita berani bilang “ayah, ibu saya ingin sekali bercerita” atau hanya sekedar “ayah, ibu saya punya teman cewek/cowok baru anaknya begini…..dst” ini hanya sebagai kalimat pembuka yang bisa menghangatkan hubungan kita dengan orang tua dan jika kita berjauhan dengan orang tua jangan ragu-ragu untuk bilang “kangen” kita nggak pernah tahu bukan kalau saat kita bilang kangen sama mereka pastilah do’a mereka untuk kita semakin digiatkan.

Dan membuka komunikasi seperti ini juga tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali, harus dilakukan sesering mungkin, dengan seringnya kita melakukan hal kaya begini sekali kita lama tak bercerita pastilah orang tua kita akan bertanya. Semua masalahnya adalah di kita, anak-anaknya..karena bukan orang tua yang harus mengerti kita tapi kita yang harus mengerti orang tua. Karena kita tidak pernah atau tidak akan pernah tahu atau menyadari bahwa sebenarnya orangtua kita sudah berusaha membuka diri agar lebih dekat dengan dia hanya saja mungkin dengan cara yang tidak dapat kita tangkap karena kita memang memiliki jaman yang berbeda.

Dengan memiliki hubungan hangat dengan orang tua jalan hidup yang kita lalui akan terasa ringan karena ada do’a-do’a yang jauh lebih kuat dari mereka untuk kita dan tentu saja, anak dan orang tua sudah seharusnya selalu hangat.

Hanya sebuah opini seorang anak untuk seorang anak lain yang saat ini merasa hubungannya kurang hangat dengan orang tuanya, trust me if you can do 🙂

Advertisements

7 thoughts on “Hangatkan Hubungan dengan Orang tua

  1. Enak kalo orang tuanya santai rumah, bisa menjadi tempat curhat..
    Kalo sibuuk terus..hiks..
    Itu yang aku alami sedari kecil sampai sekarang Han..

    Rasanya iri sama mereka yang akrab antara Mama dan anaknya..
    Dan sekarang aku memposisikan diri sebagai orang tua, Mama untuk anakku..
    Mencoba mendekatkan diri dan selalu ada kapanpun dia butuh kan..

  2. Hmmm dulu saat saya msh kuliah ini masalah terbesar yang saya hadapi yaitu membina hubungan baik dengan ortu. namun alhamdulillah sejak saya menikah dan punya anak hubungan itu pun membaik. benar memang harus kita lah yang memulai untuk memahami orang tua… dan mungkin itulah kesalahan saya dahulu

  3. yeah… kita sebagai anak emang bisa dibilang “kita tuh bukan sapa sapa kalo ga ada mereka”. tapi fenomenanya yang ada sekarang banyak banget anak yang ngerasa “distrubed” sama ortunya. dianggep si ortu bawel lah, curigaan lah, ato apalah… padahal ortu kan cuma pengen ngobrol doank dan pengen deket sama anaknya. lagian dengan kita deket ma ortu, ortu jadi percaya n ga kuatir mlulu ma kita.. an bagus toh kalo gitu…

    as usual,,Nice Post mbak!

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s