Pelajaran hidup dari Shuma

Gambar hanya ilustrasi

“Apa benar hidup ini indah?”
Satu kalimat yg diucapkan dari bibir mungil Shuma membuat saya berpikir sedikit lama, saya percaya bahwa hidup itu indah apapun warnanya, tapi saya seperti tak punya kata bagaimana menjelaskannya.

“Jika hidup ini indah, kenapa tidak aja yang menyayangi saya? Kenapa semua orang membenci saya” lanjutnya lagi bertubi-tubi. Pertanyaan pertama belum saya jawab, dilontarkannya kembali pertanyaan lain. Sebenarnya saya tahu harus menjawab apa, tapi saya tak bisa merangkai kalimat indah, mudah dicernah dan difahami oleh gadis 9 tahun ini.

Sangat mudah berbicara dengan teman-teman saya yang sedang curhat, menasehati teman atau saudara yang memang seumuran dengan saya, tapi ini dengan Shuma gadis 9 tahun yang seharusnya hanya mengenal bahwasannya hidup ini indah.

“Kenapa Tuhan membuang saya ke rumah kumuh ini, Mbak? Tuhan nggak sayang sama saya” paparnya lagi, saya menarik nafas panjang dan berpikir keras lagi, apa yang harus saya katakan agar dia mengerti apa yang saya maksudkan.
Continue reading

Advertisements