Gadis main hati

Dulu pernikahannya adalah suatu yang sangat membanggakan, ya bagaimana tidak? Untuk beberapa orang menikah dengan seorang prajurit (apalagi AU) adalah satu prestasi tersendiri.

Jadi, tidaklah salah jika Gadis, nenek gadis juga orang tuanya membangga-banggakan Gadis di depan saudara-saudara mereka. Mereka bilang Gadis sangat pintar memilih suami. Gadis masih sangat belia saat itu, mungkin untuk ukuran anak-anak jaman sekarang usianya masih terlalu mudah untuk sebuah pernikahan, karenanya dia masih membawah sifat kekanakan juga jiwa remajanya yang menggebu dan senang bermain-main itu ke dalam pernikahan mereka, analysa ngawurnya “let say, dia masih kurang pengalaman alias masih sedikit mengenal macam-macam karakter lelaki”.

Dalam pernikahannya semua orang melihat Gadis tampak bahagia, dia mampu membeli apapun yang dia inginkan. Rupanya besar cinta seorang suami membuat semua yang diinginkan dipenuhinya tak peduli bagaimana caranya, bahkan sampai berhutang ke koperasi. Kehidupan Gadis yang dari gadis biasa pun berubah, pernikahan itu telah membawah dia ke dalam gaya hidup yang berbeda pula, baju-baju mahal, tas-tas mahal yang dulu hal langka baginya kini menjadi satu kebutuhan wajib a’in yang harus terpenuhi.

Kata sang suami, demi cintanya pada Gadis apapun dia lakukan dan Gadis sendiri rupanya lupa bagaimana caranya mengendalikan dirinya, dia lupa bahwasannya ada cara lain menikmati hidup dengan cara yang lebih indah dan bermanfaat untuk orang lain tak sekedar menyenangkan diri sendiri. Gadis lupa bahwasannya, kesabaran suami tak seharusnya diikuti dengan sikap seenaknya sendiri, dia lupa bahwa semua yang dilakukan suaminya adalah wujud besar cinta Sang suami yang seharusnya dibarengi dengan pengabdian.

Pernikahan bukanlah sebuah permainan, adalah sebuah janji suci di hadapan Tuhan di mana keduanya mengikat janji untuk mengarungi bahtera hidup, suka dan duka, pahit dan manis.

Manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Gadis, dengan sifat kekanakannya sering kali bermain hati dengan pria lain yang bukan suaminya, mungkin hanya sekedar SMS atau pesan-pesan singkat, tapi bagi perempuan bersuami adalah dosa melakukan hal tersebut dengan lelaki lain. Beberapa kali ketahuan sang suami, dia dimaafkan sampai pada akhirnya dia ketahuan bercumbu di rumahnya sendiri dengan pria lain oleh Sang Suami, kemarahan terbesar dalam tahun kedua pernikahan mereka yang berujung kata talak atau perceraian!

Saat seperti ini baru Gadis mengerti dan menyadari bahwa apa yang dia lakukan adalah salah, dia menyesali apa yang sudah dia lakukan, meminta maaf, bersujud di kaki suaminya tapi kecintaannya terhadap sang istri berbuah sakit yang teramat mendalam saat ini, sebagai seorang suami bukan hanya tak dihargai tapi sebagai seorang kekasih hati untuk sang istri dia merasa dikhianati. Sangat mudah memaafkan, tapi untuk melupakan yang sudah terjadi itu yang tidak bisa.

Kini Gadis hanya meratapi nasibnya, dia menyesali perbuatannya, dia berjanji lebih mendekatkan diri pada Tuhan, memohon ampunan-Nya, berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahannya walaupun bagi sang suami tak mungkin kembali seperti dulu, ibarat kaca sebuah hati jika pernah pecah kalaupun direkatkan kembali akan meninggalkan bekas.

Gadis tak pernah siap menjadi janda dengan cara seperti ini, tapi jika sebuah pernikahan sudah tak dapat diperbaiki oleh karena ketakutan-ketakutan akan hal demikian terjadi lagi, Gadis juga tak punya pilihan karena pernikahan harus dilandasi dengan rasa nyaman di hati masing-masing.

Just a story, bisa jadi hanya fiksi tapi bisa jadi kisah nyata…

Advertisements

10 thoughts on “Gadis main hati

  1. bagus ceritanya ya…aku setuju banget …kepercayaan dan kesetiaan kalau sudah dikhianati maka akan selamanya hancur…seumur hidup mungkin akan membekas di hati…mulut bisa memaafkan tapi hati yang sakit siapa yang tahu????

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s