Kritik & teguran itu seperti jamu

Perna minum jamu? bagaimana rasanya? Jujur saya tidak suka jamu, selain rasa pahitnya yang awet di lida juga aromanya yang membuat saya langsung mual-mual. Namun demikian ada kalanya demi kebaikan (baca:kesehatan) saya dipaksa dan memang harus minum jamu itu dan ya …. atas ijin Allah, emang benar saya akhirnya sembuh.

Jamu itu pahit, namun menyehatkan.

Dan begitu pula dengan kritik atau teguran yang datang kepada kita, meski pahit kalau kita bisa menyikapinya dengan bijaksana bisa memberikan dampak baik pada kita karena dari kritik dan teguran itu kita akan berpikir bagaimana agar bisa menjadi atau melakukan yang lebih baik.

Ada kalanya saat dikritik atau ditegur kita melakukan pengelakan, marah atau bahkan menyangkal sebagai bentuk tindakan defence karena memang pada dasarnya kita, manusia memiliki ego yang tinggi sehingga tidak mau disalahkan.

Karena tindakan-tindakan defence itu sebebarnya malah akan menutup potensi dalam diri kita. Pembelaan diri itu lebih pas ditujukan pada tuduhan yang tidak benar. Tuduhan, teguran dan kritikan hendaknya kita bisa membedakan agar bisa lebih bijak menyikapinya.

Yes, kritik atau teguran itu terkadang memang pahit but it works like JAMU jika kita mau menyikapinya dengan bijak.

Have a lovely Wednesday 😉

18 thoughts on “Kritik & teguran itu seperti jamu

  1. Tapi ada juga lho jamu yang asem-asem manis enak gimanaaa gitu … dan tetap menyehatkan juga …

    so pelajaran satu lagi adalah … jika menyampaikan kritik … maka sampaikanlah dengan cara yang “asem-asem manis gimanaaa gituh” …

    salam saya

  2. Reblogged this on -ndutyke- and commented:
    Manusiawi klo manusia lbh suka dipuji drpd dikritik. Tp gimanapun juga, JAMU itu lbh sehat dan manfaat dibanding permen yg manis-manis….. Ga selayaknya klo orang dapet kritikan trs lgsg defensif dan menempatkan dirinya sebage ‘korban bullying’. Not that fast. Not that easy. Perlu senantiasa diinget kalo manusia itu tempatnya salah. Jd ga perlu kecil hati kalo dikritik. Org yg mengritik jg layaknya mempertimbangkan sikon dalam memberikan kritik. Kapan dan dimananya oun jgn asal nyeplos aja. Gitu deh….. #kibasjilbab

  3. wah .. aku dah lama ndak minum jamu Han ^_^

    iya , kalau dipikir lebih lanjut kritik itu sering juga membikin kita jadi lain, khan berarti ada masukan ya, kadang kita nggak tahu, org lain yg tahu ttg apa yg kita lakukan, pengalaman pribadi nih Han, yg ngritik itu suamiku, org yg berpikiran netral, jadi andia dia ngritik aku, aku tahu persis itu semua demi kebaikanku

  4. Tapi tak ada jamu yg bisa mengalahkan pahitnya jamu paitan *tepok jidad* *komen gk guna*

    Kritik memang perlu buat kita.. secara, yg menilai diri kita bukan kita sendiri, tapi org lain 🙂

    Salam kenal yaa~

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s