Murtad part #2 – My Stupid Boss Syndrome

Jadi, buku yang saya beli adalah Percepatan Rejeki yang ditulis oleh Bang Ippho karena saya masih penasaran dengan buku-buku pakar otak kanan ini, The Magic yang ditulis oleh penulisnya The Secret, awalnya sih saya mau beli Quantum Ikhlas tapi kayanya di Gunung Agung buku ini sudah tidak ada. Buku ke tiga Adalah How to win Friend and Influence People yang ditulis oleh Dale Carnegie, buku ini sudah pernah saya baca versi Inggrisnya tapi karena penasaran apakah edisi terjemahan itu isinya sama maka saya ambil, he he he aneh, ya? Nah, yang ke empat ini yang membuat semua orang berebut ingin membaca! Buku apakah itu?

Teman, sudah pernah membaca salah satu serial “My Stupid Boss?” saya yakin pasti banyak yang sudah tahu, saya beli ini tidak ada modus apa-apa lho…apalagi sampai berpikir bahwasannya saya punya pemikiran sepertiitu terhadap boss saya, nope! My boss isn’t stupid, kalau berbuat sesuatu yang konyol sih kadang iya…tapi kan everybody does, ya gak?

My stupid boss ini, buku yang lucu dan pasti bikin kita ketawa cekikikan! Kalau dulu saya piker Mr. Bean Jokes Book atau Kambing Hitam lucu ternyata yang ini lebih lucu, alami gitu,….meski terpikir juga apa iya sih ada jenis boss kaya dia? Parah banget soalnya! Kalau iya pasti-lah udah tumbang tuh perusahaan karena kalau dilihat dari ceritanya sih hubungan dengan karyawan dan supplier tak baik, tapi masa bodoh….toh buku ini ditulis untuk menghibur, he he he

Buku lucu ini berhasil membuat saya, adek dan calon suami saya berebut ingin membaca karena kalau sudah membacanya kami mulai cekikikan sendiri! Hanya dalam 2 hari buku yang tebal itu saya dan adek saya selesaikan! Yang butuh hiburan, buku ini recommended banget!

Advertisements

Murtad part #1 – Membaca & Menulis lagi!

Entah sudah berapa lama saya sudah tidak menulis pun membaca, padahal saya selalu bercerita ke siapa saja kalau menulis dan membaca adalah passion saya, see bukan sekedar hobby lho tapi passion! Kok, saya serasa mengkhianati diri sendiri.

Saya sedang menapaki kehidupan baru saya, ya…akhirnya setelah beberapa kali gagal akhirnya ada yang melamar saya juga (apa maksudnya?) dan insyaallah hanya menghitung bulan kami akan menikah, ya…bukan berarti oleh karena sibuk dengan calon suami saya saya jadi meninggalkan hobby yang saya cintai tentu saja tidak, karena dia mengenal saya pasti juga dari membaca tulisan saya, betul tidak? Jadi, saya memang benar-benar sibuk sehingga di saat senggang saya memilih tidur dan sisahnya itu tadi…saya harus mulai membiasakan diri untuk tidak terlampau konsentrasi dengan diri sendiri.

Jika saya bilang kesibukan saya paling banyak adalah pekerjaan kantor, pasti ada yang bilang time management saya kurang bagus! Honestly, terkadang saya merasa waktu 8 jam yang diberikan kepada saya memang tidak cukup untuk merampungkan semua pekerjaan itu, setiap pulang (jam 7 atau jam 8 malam) pasti masih ada outstanding task di agenda saya, belum lagi kalau pas ada sales baru saya harus training dia, paling tidak 2 jam waktu saya invest ke dia. Memangnya saya trainer, ya? Well…ya maybe suatu saat nanti saya akan menjadikan pilihan profesi trainer saat saya sudah men-training minimal 250 orang! He he he he

Nah, entah kenapa beberapa hari yang lalu hatis ay aini berontak, merontah-rontah, berteriak (sedikit hiperbolis, he he) ingin menulis dan membaca! Akhirnya dalam waktu istirahat I took 10 minutes to write an article in Kompasiana dan pulang kerja pergi ke Gunung Agung (took buku terdekat dari kost dan paling dekat dengan araea yang jual banyak macam makanan) dan langsung saya membeli 4 buku!

Buku apa saja yang saya beli? Mau tahu? Mau tahu aja apa mau tahu banget? He he he