Penjual Tahu Tek-Tek

Sudah tiga malam Bapak penjual tahu tek-tek di depan gang masuk kost saya tidak berjualan, saya sangat khawatir. Jangan-jangan kekhawatiran saya terjadi? Semoga saja kekhawatiran saya itu tidak benar!

Ada seorang penjual tahu tek-tek di depan gang kost saya, sebenarnya kalau di sebut gang sih bukan gang karena jalan masuk ini muat untuk 2 mobil dan jalan itu bernama Jalan Bikini, nama yang aneh bukan? pasti yang terlintas di pikiran orang-orang adalah orang-orang yang tinggal di jalan ini pada pakai Bikini atau banyak yang jualan Bikini atau yang lebih extreme lagi, Bikini Bottom negaranya si Spongebob! Salah semua, karena saya sendiri juga tidak tahu.

Lanjut ke penjual tahu tek-tek. Saya, adek dan teman-teman saya lumayan sering beli tahu tek-tek ke Bapak ini selain harganya yang murah meria, se porsi cuma Rp. 5,000! Tahu Tek-Tek ini juga menjadi pelipur lara di kala kelaparan di malam hari karena Bapak ini mangkalnya setiap jam 8 ke atas. We are the girls is always act like we do diet but we do always starving in the middle of night, he he he

Lalu, kenapa saya khawatir sekali dengan ketidak beradaan Tahu Tek-Tek ini? Apakah karena saya jadi tidak menemukan pelipur lara? atau karena tanggal tua jadi tidak ada pilihan makan murah? Tentu bukan karena alasan ini! Jadi, begini ceritanya…

Saat itu saya dalam perjalanan pulang kerja, biasanya saya dan adik saya melewati jalur tercepat menuju kost tapi malam itu kami melewati jalur kanan artinya muter dulu dan memakan waktu lebih lama 15 menit, ya kan gak apa-apa sekali-kali mencari variasi biar gak bosan. Perjalanan kami terhenti di sebuah jembatan dikarenakan banyak kerumunan orang-orang di sana, kami melongok ke bawah, di sana, di pinggir sungai juga banyak kerumunan orang. Sungguh mati, kami sangat penasaran ada apa gerangan, akhirnya setelah mencari dan mencari kami mendapatkan seseorang yang dapat kami introgasi. Seorang pemuda Bali dengan pacarnya memberikan informasi bahwasannya ada orang tenggelam dari jam 3 tadi dan sekarang mereka semua mencegatnya di sungai ini.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali, tiba di gang jalan Bikini adik saya tiba-tiba saja berguman:

“Wah, Bapak tahu tek-tek gak jualan, padahal aku punya hutang Rp. 5,000 ke dia”

Perasaan saya langsung gak enak

“Wah, jangan-jangan….”

saya tak meneruskan kalimat saya karena adek saya langsung memotong kalimat saya

“Eh, Mbak aku tahu apa yang kamu pikirkan, dasar jahat!”

omelnya, aku cuma melongo

“Kok kamu tahu apa yang aku pikirkan?”

“Iya, tahu dasar kamu jahat! Aku masih punya hutang sama dia tahu!”

gerutunya, saya diam dan tersenyum

“Wah berarti kami harus ketuk pintu satu persatu di akherat nanti buat nyariin tuh Bapak buat bayar hutang…”

Canda saya, adek saya cuma nyungut-nyungut

Itu adalah malam pertama saya dan adek saya tak dapat menemukan si Bapak Tahu Tek-tek, dan tadi malam adalah malam ke-3. Semalam saya sudah mengucapkan janji kalau malam ini si Bapak Tahu Tek-Tek jualan saya akan beli 4 porsi dan membayarnya 6 porsi (yang 1 porsi hutang adek saya)

Bapak penjual tahu tek-tek malam ini jualan ya……

Advertisements

5 thoughts on “Penjual Tahu Tek-Tek

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s