Sebuah surat…….

Love LetterMengirim surat adalah hal yang senang saya lakukan semenjak kecil karena saya dulu termasuk orang yang mengalami kesulitan untuk bercerita. Saya sangat bersyukur meski tak pintar saya menyadari kekurangan saya mengenai komunikasi.

Banyak hal-hal yang saya simpan dan pendam dalam hati dan saya sampaikan lewat surat, bahkan dulu saat ingin menyampaikan sesuatu kepada Bunda dan tidak berani mengungkapkannya saya akan sampaikan lewat surat. Mungkin kalau jaman sekarang lewat SMS tapi, percayalah rasanya akan berbeda saat kita menulis surat. Di sana ada tulisan tangan kita yang akan diketahui juga bagaimana kondisinya saat menuliskan itu secara intuisi.

Sebagian orang menganggap saya berlebihan dan aneh karena kebiasaan saya ini membuat saya menjadi pribadi yang sangat sensitive tetapi saya bangga memilikinya dan orang-orang di sekitar saya juga lambat laun menyadarinya karena ini menjadi kelebihan buat saya, di balik kepribadian saya yang cuek ternyata saya memiliki kepekaan terhadap kondisi sekeliling saya.

Kebiasaan menulis surat berlanjut pada menuliskan diary, jama dulu namun menulis di diary tidak pernah asyik karena siapa saja dengan mudah membacanya maka saya menulis surat kembali. Surat ini saya tujukan pada seorang teman khayalan saya yang bernama Bee, saya hanya menuliskan apa yang saya rasakan lalu membakarnya. Dengan membakarnya saya beranggapan surat itu sampai padanya. Perasaan seusai menulis surat itu sungguh legah dan plong.

Hingga suatu hari saya mengenal blog sebagai diary online, jauh sebelum ngeblog semarak saya sudah curhat di blog. Bukan curhat sebenarnya karena tulisan saya lebih banyak berupa puisi dan sajak-sajak tentang apa yang saya rasakan, saya lihat di sekeliling saya. Tetapi, saya juga pernah berhenti menulis dikarenakan kesibukan-kesibukan baru dan saya sadar ternyata setelah berhenti menulis saya menjadi pribadi yang berbeda, lebih meledak-ledak, tak pekah dan tak sabaran.

Menulis sebenarnya membantu kita memanage perasaan, emosi juga menatanya. Apalagi menulis surat, yang dialamatkan pada seseorang kita akan merasa pesan kita tersampaikan dengan goresan perasaan kita meski pun orang yang kita maksudkan terkadang tidak faham tetapi dengan kelegaan hati kita bisa berbicara dengan lebih mudah dan menerima segala masukan. Karena dalam surat ada suatu metode penulisan di mana kita sampaikan perasaan kita sebelum menyampaikan maksud dan kita bisa mengatur mana yang harus kita sampaikan terlebih dulu.

Dalam berdo’a pun saya cenderung seperti metode menuliskan surat, sehingga tak jarang saya menangis karena saya curhat.

Yang berjauhan dengan kekasih, orang tua , saudara meski kita sudah ada HP, bisa tele converence call sekali-kali kita bisa mencoba mengirim surat. Cobalah dan rasanya akan lain daripada menggunakan technologi-technologi  yang sekarang ada.

Ayo kita budayakan menulis surat 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Sebuah surat…….

  1. Saya setuju denganmu, berdoa seperti menulis surat itu tentu lebih ampuh untuk bikin benar-benar serius berdoa dan meminta.
    Ah jadi pengen nulis surat lagi…. Duluuuuu sebelum ada internet dan teknologi canggih begini, rajin surat-2an….. Sekarang gak pernah lagi.

  2. Pingback: Homepage

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s