Sudahkah kita bersyukur hari ini?

BersyukurDalam satu bulan atau mungkin dua bulan, saya merasakan banyaknya tekanan dalam pekerjaan. Tetapi, entahlah saya sendiri sebenarnya tidak terlalu memikirkan tekanan-tekanan itu Cuma fisik dan pikiran terkadang capek. Belum lagi di luar pekerjaan saya juga memiliki masalah lain, namun saya bersyukur karena saya termasuk jenis orang yang selalu berusaha memotivasi diri sendiri.

Namun, masalah demi masalah memang terasa sangat berat beberapa minggu kemarin akhirnya saya memutuskan untuk mengambil cuti dan pergi ke Kalimantan Timur. Bukan satu tujuan sempurnah untuk berlibur, tetapi saya mendapatkan banyak hal selama berlibur, saya lebih bisa bahagia dengan segala permasalahan demi permasalahan yang datang.

Sejujurnya, saya langsung mengambil langkah liburan itu karena saya tidak mau nantinya akan membawah akibat mood saya yang naik turun apalagi pada dasarnya saya orang yang moody. Biasanya sih, mood saya menjadi buruk di saat saya banyak kerjaan, terus sudah mengerjakannya denngan susah payah masih disalahkan (kalau memang salah sik, ok) dan ditambah lagi ada kolega yang bertanya tentang sesuatu yang sebenarnya mereka bisa cari tahu sendiri namun oleh karena malas mereka memilih tanya, Duaaaarrr! Ini adalah Rrrrrrggggg moment tingkat 5 tersenyum seperti apapun, sabar seperti apapun muka jutek pasti terlihat karena lelah.

Akan tetapi, saya sedang berusaha untuk menikmati segala sesuatu yang saya terima dan saya mendapatkannya semenjak pulang dari liburan kemarin saya banyak mendapatkan pencerahan! Ternyata untuk bahagia padahal hati dongkol itu cukup mudah, yaitu cukup dengan menarik nafas, bilang “Alhamdulillah” sambil membalik pernyataan yang sebenarnya membuat hati jengkel dengan pernyataan yang menyenangkan. Misalkan ada teman yang telat janjian datang 2 jam, harusnya kita jengkel tapi hati kita bisa bahagia dengan berucap syukur “Alhamdulillah kamu datang telat, kalau enggak aku nggak akan membaca buku atau SMS-an sama si itu..dsb”

Saya mencoba mensosialisasikan ini ke teman-teman kantor saat briefing, jadi sebelum berdo’a saya mengajak mereka semua berucap syukur atas karunia-NYA terhadap kita sehingga kita bisa ada di kantor dan tetap bekerja. Semua dan apapun itu memang patut disyukuri karena ternyata tak ada sesuatu yang benar-benar buruk!.

Advertisements

5 thoughts on “Sudahkah kita bersyukur hari ini?

  1. surah / surat : Al-Furqaan Ayat : 62
    wahuwa alladzii ja’ala allayla waalnnahaara khilfatan liman araada an yadzdzakkara aw araada syukuuraan

    62. Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

    surah / surat : Al-A’raf Ayat : 10
    walaqad makkannaakum fii al-ardhi waja’alnaa lakum fiihaa ma’aayisya qaliilan maa tasykuruuna

    10. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

    surah / surat : Yaa Siin Ayat : 35
    liya/kuluu min tsamarihi wamaa ‘amilat-hu aydiihim afalaa yasykuruuna

    35. supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

    surah / surat : Al-Insaan Ayat : 22
    inna haadzaa kaana lakum jazaa-an wakaana sa’yukum masykuuraan

    22. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan).

    surat : An-Nahl Ayat : 114
    fakuluu mimmaa razaqakumu allaahu halaalan thayyiban wausykuruu ni’mata allaahi in kuntum iyyaahu ta’buduuna

    114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni’mat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
    30 menit yang lalu · Suka
    Herizal Alwi surah / surat : As-Sajdah Ayat : 9
    tsumma sawwaahu wanafakha fiihi min ruuhihi waja’ala lakumu alssam’a waal-abshaara waal-af-idata qaliilan maa tasykuruuna

    9. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

    surah / surat : Al-Jaatsiyah Ayat : 12
    allaahu alladzii sakhkhara lakumu albahra litajriya alfulku fiihi bi-amrihi walitabtaghuu min fadhlihi wala’allakum tasykuruuna

    12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.

    surah / surat : Al-Insaan Ayat : 3
    innaa hadaynaahu alssabiila immaa syaakiran wa-immaa kafuuraan

    3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

    surah / surat : Al-Mulk Ayat : 23
    qul huwa alladzii ansya-akum waja’ala lakumu alssam’a waal-abshaara waal-af-idata qaliilan maa tasykuruuna

    23. Katakanlah: “Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

    surah / surat : Al-Qamar Ayat : 35
    ni’matan min ‘indinaa kadzaalika najzii man syakara

    35. sebagai ni’mat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,

    surah / surat : Al-Mu’min Ayat : 61
    allaahu alladzii ja’ala lakumu allayla litaskunuu fiihi waalnnahaara mubshiran inna allaaha ladzuu fadhlin ‘alaa alnnaasi walaakinna aktsara alnnaasi laa yasykuruuna

    61. Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

    surah / surat : Luqman Ayat : 14
    wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi hamalat-hu ummuhu wahnan ‘alaa wahnin wafishaaluhu fii ‘aamayni ani usykur lii waliwaalidayka ilayya almashiiru

    14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun []. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

    [] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s