Intropeksi Diri

Intropeksi sering kali dikaitkan dengan suatu perubahan, dan perubahan itu tentu saja menuju ke arah yang lebih baik. Seperti yang kita ketahuai, biasanya bagi kita yang terbiasa membuat resolusi di akhir tahun pastinya akan melakukan perenungan dan intropeksi diri terlebih dahulu untuk kemudian menuliskan apa resolusi kita selain untuk pencapaian target-target.

Saya senang jika ada orang yang mengkritik saya dan tentu saja kritkan yang membangun, bukan asal bicara dikarenakan dia tidak menyukai apa yang saya lakukan lalu mengkritiknya begitu saja. Pertama kali mendengar sebuah kritikan memang ada rasa sakit di sudut hati, namun beberapa detik kemudian rasa itu terhabuskan karena saya mulai focus untuk apa yang harus saya lakukan setelah dikritik.

Setelah menerima kritik (terkadang teguran) biasanya saya akan melakukan intropeksi, saya mulai menganalisa di mana kekurangan saya dan sebisa mungkin saya melakukan perbaikan, saya sih tidak pernah melakukan penelitian sejauh mana perubahan yang saya lakukan tetapi yang pasti saya akan melakukan yang terbaik. Dan yang terbaik saya pastinya berbatas, jadi semua orang harus faham itu.

Nah, intropeksi seharusnya tak harus dilakukan oleh mereka yang mengkritik karena sebelummengkritik ada baiknya kita juga melakukan intropeksi pada diri kita terdahulu, jangan sampai kita menyurh orang untuk intropeksi tetapi kita-nya sendiri belum melakukan itu dan berpikir bahwa kita lebih baik dan sudah benar. Karena benar, baik, salah dan buruk itu  bukan hal yang mutlak kita tidak bisa menentukan sendiri bahwa apa yang kita lakukan sudah paling benar atau paling baik, ya jika itu mengacu pada peraturan memang menjadi mutlak tetapu mutlak itu siapa yang membenarkan.

Intropeksi harus dilakukan oleh semua orang, itu setahu saya.

Advertisements

7 thoughts on “Intropeksi Diri

  1. Sudah sepantasnya pula kita yang selalu mengalami perubahan dari tahun ketahun untuk mengevaluasi aktifitas kita di akhir tahun dan wajar untuk kita melakukan intropeksi diri mengenai apa saja yang kita raih maupun yang belum kita raih di tahun yang lalu, cobalah kita tulis dalam buku saku atau diari yang mudah kita baca, lantas mencari solusi kedepannya supaya kita bisa meraih kesuksesan dalam berkarir di masa yang akan datang.

  2. Introspeksi Diri juga perlu dalam melihat jauh ke dalam diri anda, menanyakan langsung ke diri anda apakah anda sudah berhasil mencapai apa yang anda inginkan, apakah cita-cita anda sudah terlaksana, apakah diri anda sudah dalam track yang benar. dengan introspeksi diri kita bisa tau apakah kita sudah melakukan sesuatu, melakukan perubahan yang lebih baik, menyadari tindakan kita sudah tepat. Terkadang kita terlena dalam pemikiran “Santai Aja nanti juga akan terlaksana sendiri ” / ” Kan saya sudah baik” tanpa pernah mau benar-benar memikirkan keadaan yang sebenenarnya terjadi dalam diri anda.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s